HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Anggota Koramil Kandanghaur Pantau Langsung Laka Laut KM Putri Lancar Samudra di Perairan Indramayu


Indramayu – Kecelakaan laut kembali terjadi di perairan Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Kapal nelayan KM Putri Lancar Samudra B GT-14 dilaporkan tenggelam akibat cuaca buruk di sekitar perairan Pulau Biawak, wilayah Karangsong, Selasa (16/12/2025) sekitar pukul 14.00 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan 15 orang anak buah kapal (ABK) selamat, sementara tiga orang lainnya hingga kini masih dalam pencarian.

Babinsa setempat,bersama unsur TNI AL dan Pos Airud bergerak cepat melakukan pemantauan serta koordinasi evakuasi korban. Informasi kejadian telah dilaporkan secara berjenjang kepada Komando Distrik Militer (Kodim) 0616/Indramayu.

Berdasarkan laporan yang diterima, KM Putri Lancar Samudra B GT-14 mengalami kecelakaan laut akibat terpaan angin barat kencang yang bergerak ke arah timur. Gelombang tinggi menghantam badan kapal sehingga menyebabkan kapal kehilangan keseimbangan dan akhirnya tenggelam di perairan sekitar Pulau Biawak.

“Kondisi cuaca saat kejadian memang cukup ekstrem. Angin barat disertai gelombang tinggi membuat kapal tidak mampu bertahan,” ujar salah satu petugas evakuasi di lokasi kejadian.

Kapal tersebut diketahui membawa total 18 orang yang terdiri dari nahkoda dan ABK. Proses evakuasi dilakukan oleh tim gabungan dari Pos Airud dan Pos TNI AL yang dengan sigap menyelamatkan para korban yang terapung di sekitar lokasi tenggelamnya kapal.

Adapun korban selamat berjumlah 15 orang, yakni Dsspan selaku nahkoda, Kasman, Yusman, Waslim, Darman, Agus, H. Lancam, Warsim, Hakim, Casim, serta Darkum, Heri, dan Kasta yang berasal dari Desa Parean. Sementara korban selamat lainnya berasal dari beberapa daerah seperti Karawang, Tasikmalaya, serta Eretan Wetan, di antaranya Dawud, Budi, Asim, Iing, dan Waryono.

Seluruh korban selamat telah dievakuasi dengan aman dan kini sudah kembali ke rumah masing-masing untuk mendapatkan perawatan lanjutan serta pemulihan kondisi fisik dan psikologis pascakejadian.

Namun demikian, musibah ini masih menyisakan duka mendalam. Tiga orang ABK dilaporkan hilang dan belum ditemukan hingga saat ini. Ketiga korban tersebut adalah Darkum, Heri, dan Kasta, yang seluruhnya berasal dari Desa Parean, Kabupaten Indramayu.

Upaya pencarian terus dilakukan oleh tim gabungan dengan menyisir area perairan sekitar lokasi kejadian. Proses pencarian terkendala oleh kondisi cuaca yang masih belum sepenuhnya bersahabat, namun petugas tetap berupaya maksimal demi menemukan para korban.

Babinsa  menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan dan koordinasi di lapangan. “Kami bersama unsur terkait terus memonitor perkembangan pencarian korban yang belum ditemukan. Harapannya, ketiga korban dapat segera ditemukan dalam kondisi apa pun,” ujarnya.

Sertu Bangsit juga mengimbau kepada para nelayan agar selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut serta mematuhi standar keselamatan pelayaran. “Keselamatan adalah yang utama. Jangan memaksakan melaut apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pencarian terhadap tiga korban hilang masih terus berlangsung. Perkembangan lebih lanjut akan terus dimonitor dan dilaporkan sesuai situasi di lapangan.

Posting Komentar