HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Aliansi Wong Dermayu Bersatu Siap Gelar Aksi Tolak Pernyataan Rasis Stafsus Bupati Indramayu


Indramayu – Aliansi Wong Dermayu Bersatu (AWDB), gabungan LSM, ormas, aktivis, dan masyarakat Indramayu, menyatakan akan turun ke jalan pada Senin lusa (19/1) menolak pernyataan bernada rasis yang dilontarkan Staf Khusus Bupati Indramayu, Salman.


Koordinator Umum AWDB, Asmawi Day, menegaskan bahwa pernyataan Salman dianggap menghina dan tidak sesuai nilai kemanusiaan. “Di Indramayu tidak ada tempat untuk manusia rasis dan tidak beradab. Kami akan menyuarakan ini di jalan,” ujarnya.


Persiapan aksi sudah berlangsung sejak beberapa hari terakhir, termasuk rapat teknis di Sport Center yang melibatkan ketua LSM, ormas, aktivis, mahasiswa, serta perwakilan korban PHK tenaga outsourcing Diskominfo. Surat pemberitahuan aksi juga tengah diajukan ke Polres Indramayu.


Koordinator Lapangan AWDB, Tomi Susanto, menambahkan bahwa aksi ini juga menuntut kejelasan prosedur pemutusan hubungan kerja oleh PT BSM (Bintang Service Management). Beberapa pekerja, termasuk Wanginah dan Komar, menilai pemecatan dilakukan secara sepihak dan tidak transparan.


“Saya akan terus menyuarakan hak saya untuk keadilan. Pemutusan kerja yang dilakukan PT BSM penuh kejanggalan dan ada intervensi pihak luar,” kata Wanginah, salah satu korban PHK.


Kasus ini mencuat setelah pertemuan pada 10 Januari 2026 di Pendopo Kabupaten Indramayu antara Salman, asisten pribadi Bupati Mansur, dan dua mantan tenaga outsourcing untuk klarifikasi pemecatan. 

Pertemuan memanas ketika Salman dilaporkan menyampaikan pernyataan rasis:

"Saya Salman, berdarah Madura, bertulang putih dan bermata putih, tidak akan takut siapapun. Saya hanya patuh kepada Bupati Lucky Hakim."

Hingga saat ini, pihak Salman belum memberikan tanggapan atas tudingan tersebut. Upaya konfirmasi melalui WhatsApp pada 15 Januari 2026 juga belum dibalas.

Aksi AWDB yang akan digelar Senin lusa diproyeksikan menjadi fokus perhatian publik, menegaskan tuntutan keadilan bagi tenaga outsourcing dan menolak diskriminasi berbasis ras di Indramayu. 

( Ade Nur )
Posting Komentar