HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Anggaran Rp200 Miliar Dicoret Gubernur, Revitalisasi Sport Center Indramayu Gagal Total


Indramayu – Harapan masyarakat Kabupaten Indramayu untuk memiliki kawasan olahraga representatif dan modern harus kandas di tahun 2026. Proyek ambisius revitalisasi Sport Center Indramayu dengan nilai fantastis mencapai Rp200 miliar resmi dicoret dari daftar belanja daerah setelah mendapat evaluasi tegas dari Gubernur Jawa Barat.

Keputusan tersebut tertuang dalam hasil evaluasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Indramayu Tahun Anggaran 2026. Dalam evaluasi itu, Gubernur Jawa Barat menilai anggaran revitalisasi Sport Center tidak termasuk kebutuhan mendesak dan meminta pemerintah daerah memprioritaskan belanja pelayanan dasar yang selama ini dinilai masih banyak bermasalah.

Akibatnya, Pemerintah Kabupaten Indramayu terpaksa mengubur rencana besar tersebut, meski sebelumnya proyek revitalisasi Sport Center sempat digadang-gadang menjadi ikon baru olahraga dan pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

Anggota Komisi III DPRD Indramayu, Haji Ruswa, mengungkapkan bahwa dalam rancangan awal RAPBD 2026, anggaran Rp200 miliar untuk revitalisasi Sport Center sebenarnya telah “diamankan” dan masuk dalam program prioritas daerah. Namun, keputusan gubernur bersifat final dan wajib dijalankan.

“Bahasa kasarnya dicoret. Dalam hasil evaluasi gubernur, anggaran itu harus dialihkan untuk belanja wajib pelayanan dasar. Otomatis revitalisasi Sport Center batal total,” tegas Ruswa kepada awak media saat ditemui di Gedung DPTD PKS, Senin Pahing (5/1/2026).

Menurut Ruswa, gubernur menilai masih banyak kebutuhan masyarakat Indramayu yang lebih mendesak, seperti perbaikan infrastruktur jalan, penerangan jalan umum (PJU), hingga pelayanan dasar lainnya yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat luas.

Dana ratusan miliar yang sebelumnya diplot untuk proyek prestisius tersebut kini dialihkan untuk perbaikan jalan rusak di sejumlah wilayah serta pemasangan PJU. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan sekaligus menekan angka kriminalitas, khususnya kasus begal yang belakangan kerap meresahkan warga Indramayu.

Namun, kandasnya proyek revitalisasi Sport Center tak pelak memicu gelombang kekecewaan, terutama dari kalangan pedagang yang selama ini menggantungkan harapan pada proyek tersebut. Mereka sebelumnya dijanjikan akan mendapatkan dampak ekonomi signifikan seiring penataan ulang kawasan olahraga itu.

Ketua Pedagang Sport Center, Nurbaeti, mengaku kecewa berat atas keputusan tersebut. Ia menilai para pedagang seolah hanya diberi “harapan palsu” tanpa kejelasan masa depan.

“Saya sudah capek mendata pedagang, menyampaikan janji-janji revitalisasi yang katanya akan meningkatkan ekonomi kami. Ternyata sekarang malah batal begitu saja,” ungkap Nurbaeti dengan nada kesal.

Kekecewaan serupa juga disampaikan Kang Supardi, selaku pembina pedagang Sport Center. Ia meminta pemerintah daerah tidak lepas tangan setelah proyek tersebut dicoret. Menurutnya, meski revitalisasi besar-besaran batal, pemerintah tetap berkewajiban memperhatikan kondisi fasilitas umum yang kini terkesan “mati suri”.

“Kami minta pemerintah tetap bertanggung jawab. Kalau memang dana Rp200 miliar itu sudah tidak ada, setidaknya perbaiki fasilitas dasar secara mandiri, seperti lampu penerangan, toilet umum, dan mushola yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan,” tegas Supardi.

Ia menilai keberadaan fasilitas dasar yang layak sangat penting untuk menjaga aktivitas masyarakat dan pedagang tetap berjalan, sekaligus mencegah kawasan Sport Center semakin terbengkalai.

Hingga kini, Pemerintah Kabupaten Indramayu belum memberikan pernyataan resmi terkait langkah lanjutan pasca pembatalan revitalisasi tersebut. Masyarakat pun berharap ada solusi konkret agar kawasan Sport Center tidak terus terpuruk, meski proyek besar senilai ratusan miliar itu telah resmi kandas.***

Posting Komentar