HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Babinsa Koptu Budiarso Sisir Pasar Singakerta, Kenaikan Harga Sembako Jadi Perhatian Serius


Indramayu – Kepedulian TNI Angkatan Darat terhadap kondisi ekonomi masyarakat kembali ditunjukkan melalui aksi nyata Babinsa di lapangan. Babinsa Koramil 1610/Krangkeng, Koptu Budiarso, melaksanakan kegiatan monitoring dan pengecekan harga bahan pokok atau sembako di Pasar Desa Singakerta, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, pada Senin pagi, 19 Januari 2026. Kegiatan dimulai pukul 08.20 WIB hingga selesai dan berlangsung dalam kondisi aman serta tertib.

Kegiatan monitoring ini merupakan bagian dari tugas kewilayahan Babinsa dalam mendukung stabilitas harga dan menjaga daya beli masyarakat. Dengan turun langsung ke pasar tradisional, Koptu Budiarso memastikan perkembangan harga kebutuhan pokok dapat terpantau secara akurat dan menjadi bahan laporan kepada komando atas, khususnya Kodim 0616/Indramayu.

Di Pasar Singakerta, Koptu Budiarso menyusuri lapak-lapak pedagang dan berdialog langsung dengan para penjual serta pembeli. Ia menanyakan harga terkini, pasokan barang, serta keluhan yang dirasakan pedagang akibat fluktuasi harga. Kehadiran Babinsa di tengah aktivitas pasar memberikan rasa aman dan menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap peran TNI yang selalu hadir di tengah rakyat.

Berdasarkan hasil monitoring, sejumlah komoditas sembako terpantau mengalami kenaikan harga. Untuk beras, harga saat ini berada di angka Rp15.800 per kilogram dan masih tergolong stabil. Minyak goreng juga terpantau tetap di harga Rp16.000 per kilogram. Namun, harga telur ayam mengalami kenaikan cukup signifikan hingga mencapai Rp38.000 per kilogram.

Kenaikan harga juga terjadi pada daging sapi yang kini menembus Rp150.000 per kilogram. Sementara itu, harga daging ayam relatif stabil di angka Rp38.000 per kilogram. Komoditas lain yang mengalami kenaikan di antaranya gula pasir dengan harga Rp16.000 per kilogram, bawang merah Rp48.000 per kilogram, dan bawang putih Rp42.000 per kilogram.

Tidak hanya itu, harga kacang kedelai juga mengalami kenaikan menjadi Rp19.000 per kilogram. Sedangkan untuk jagung, harga masih terpantau stabil di kisaran Rp11.000 per kilogram. Kondisi ini menunjukkan adanya dinamika harga yang perlu mendapat perhatian serius, terutama pada komoditas yang menjadi kebutuhan utama masyarakat sehari-hari.

Koptu Budiarso menyampaikan bahwa monitoring harga sembako ini bertujuan untuk mengetahui kondisi riil di lapangan sekaligus sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gejolak harga. “Kami sebagai Babinsa harus mengetahui langsung perkembangan harga di pasar. Jika ada kenaikan yang signifikan, tentu akan kami laporkan kepada pimpinan agar dapat dikoordinasikan dengan instansi terkait,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa peran Babinsa tidak hanya sebatas menjaga keamanan wilayah, tetapi juga ikut berperan aktif dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat. Dengan rutin melakukan pemantauan, diharapkan pemerintah daerah dapat mengambil langkah cepat dan tepat dalam menjaga ketersediaan serta keterjangkauan harga sembako.

Para pedagang di Pasar Singakerta menyambut baik kegiatan monitoring tersebut. Menurut mereka, kehadiran Babinsa memberikan rasa aman sekaligus menjadi sarana penyampaian aspirasi terkait kondisi pasar dan distribusi barang. Masyarakat pun berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.

Selama pelaksanaan kegiatan monitoring harga sembako di Pasar Singakerta, situasi berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Tidak ditemukan kendala berarti, dan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar sesuai rencana.

Melalui langkah konkret Koptu Budiarso, TNI AD kembali menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat. Monitoring harga sembako ini menjadi bukti bahwa Babinsa memiliki peran strategis tidak hanya dalam menjaga keamanan wilayah, tetapi juga dalam mendukung stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Indramayu.

Posting Komentar