HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Babinsa Koptu Budiarso Turun ke Pasar Singakerta, Harga Sembako Jadi Sorotan di Krangkeng Indramayu


Indramayu – Stabilitas harga kebutuhan pokok menjadi perhatian serius aparat teritorial TNI AD. Hal itu ditunjukkan oleh Babinsa Koramil 1610/Krangkeng, Koptu Budiarso, yang melaksanakan monitoring harga sembako di Pasar Desa Singakerta, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, pada Sabtu (31/1/2026).

Kegiatan monitoring dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, dengan menyasar sejumlah komoditas bahan pokok yang menjadi kebutuhan utama masyarakat. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap kondisi ekonomi warga serta upaya menjaga stabilitas harga di tingkat pasar tradisional.

Koptu Budiarso secara langsung berinteraksi dengan para pedagang dan pembeli untuk memperoleh data harga yang akurat. Ia mencatat satu per satu harga sembako yang beredar di Pasar Singakerta, sekaligus memantau ketersediaan barang agar tidak terjadi kelangkaan yang dapat merugikan masyarakat.

Dari hasil monitoring tersebut, diketahui bahwa beberapa komoditas mengalami kenaikan harga, sementara sebagian lainnya masih terpantau stabil. Harga beras tercatat sebesar Rp15.800 per kilogram dan masih dalam kondisi tetap. Minyak goreng dijual dengan harga Rp16.000 per kilogram, juga terpantau stabil.

Namun, untuk komoditas telur ayam, terjadi kenaikan harga menjadi Rp38.000 per kilogram. Kenaikan serupa juga terjadi pada daging sapi yang kini berada di kisaran Rp150.000 per kilogram. Sementara itu, daging ayam masih bertahan di harga Rp38.000 per kilogram.

Komoditas lain yang mengalami kenaikan harga antara lain gula pasir dengan harga Rp16.000 per kilogram, bawang merah mencapai Rp48.000 per kilogram, serta bawang putih yang dijual seharga Rp42.000 per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada kacang kedelai, yang kini berada di angka Rp19.000 per kilogram.

Adapun harga jagung masih terpantau stabil di kisaran Rp11.000 per kilogram, menunjukkan bahwa pasokan untuk komoditas tersebut masih relatif aman.

Menurut Koptu Budiarso, kegiatan monitoring ini bertujuan untuk mengetahui secara langsung kondisi harga di pasar serta menjadi bahan laporan kepada komando atas. “Kami turun langsung ke pasar untuk memastikan harga sembako tetap terjangkau dan pasokan aman. Ini bagian dari tugas Babinsa dalam menjaga stabilitas wilayah, khususnya di bidang ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa hasil pemantauan ini akan dilaporkan kepada pimpinan guna menjadi bahan evaluasi dan koordinasi dengan instansi terkait. Dengan data yang akurat dari lapangan, diharapkan pemerintah daerah dapat mengambil langkah yang tepat apabila terjadi lonjakan harga yang signifikan.

Para pedagang di Pasar Singakerta menyambut baik kehadiran Babinsa. Mereka merasa diperhatikan dan berharap adanya solusi jika kenaikan harga terus berlanjut. Kehadiran aparat TNI di pasar juga memberikan rasa aman dan menciptakan suasana yang kondusif.

Selama kegiatan monitoring berlangsung, situasi di Pasar Singakerta terpantau tertib, aman, dan lancar. Tidak ditemukan gangguan keamanan maupun kendala berarti di lapangan.

Melalui kegiatan ini, TNI AD kembali menegaskan perannya sebagai garda terdepan yang selalu hadir di tengah masyarakat. Babinsa tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga turut berkontribusi dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan rakyat, sejalan dengan semangat kemanunggalan TNI dan rakyat.

Posting Komentar