HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Babinsa Koptu Iwan “Turun Gunung” ke Pasar Dukuhjati, Harga Sembako Terpantau Naik, Warga Krangkeng Waspada



Indramayu, 30 Januari 2026 – Komitmen TNI dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat kembali ditunjukkan oleh Babinsa Koramil 1610/Krangkeng, Koptu Iwan. Pada Jumat pagi, 30 Januari 2026, sekitar pukul 09.00 WIB hingga selesai, Koptu Iwan melaksanakan kegiatan monitoring harga kebutuhan pokok (sembako) di Pasar Dukuhjati, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari tugas pembinaan teritorial sekaligus upaya memastikan kestabilan harga bahan pokok di tingkat masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Koptu Iwan turun langsung ke lapak pedagang dan berinteraksi dengan penjual serta pembeli. Ia mencatat secara detail pergerakan harga sejumlah komoditas strategis yang menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat. Monitoring ini juga bertujuan untuk mendeteksi dini potensi lonjakan harga yang dapat memengaruhi daya beli warga, khususnya menjelang periode peningkatan kebutuhan rumah tangga.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, harga beras kualitas medium berada di kisaran Rp12.000 per kilogram dan terpantau stabil. Minyak goreng dijual dengan harga Rp16.000 per kilogram dan tidak mengalami perubahan signifikan. Namun, sejumlah komoditas lain menunjukkan tren kenaikan harga yang cukup terasa bagi masyarakat.

Telur ayam, salah satu sumber protein utama masyarakat, tercatat mengalami kenaikan harga dan dijual sekitar Rp38.000 per kilogram. Daging ayam berada pada kisaran harga Rp38.000 per kilogram dan relatif stabil, sementara daging sapi terpantau naik hingga mencapai Rp150.000 per kilogram. Kenaikan harga daging sapi dinilai cukup signifikan dan menjadi perhatian khusus, mengingat komoditas ini kerap menjadi indikator daya beli masyarakat kelas menengah.

Selain itu, harga gula pasir juga mengalami kenaikan dan dijual sekitar Rp16.000 per kilogram. Komoditas bumbu dapur pun terpantau mengalami lonjakan harga. Bawang merah dijual sekitar Rp48.000 per kilogram, sedangkan bawang putih mencapai Rp42.000 per kilogram. Kacang kedelai, yang merupakan bahan baku utama tahu dan tempe, tercatat naik hingga Rp19.000 per kilogram, sementara harga jagung berada di kisaran Rp11.000 per kilogram dan juga mengalami kenaikan.

Koptu Iwan menyampaikan bahwa fluktuasi harga sembako merupakan fenomena yang harus terus diawasi, terutama untuk mencegah praktik penimbunan dan spekulasi harga yang dapat merugikan masyarakat. Ia menegaskan bahwa Babinsa akan terus bersinergi dengan aparat pemerintah daerah, dinas terkait, serta pelaku pasar untuk memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar dan harga tetap terkendali.

“Monitoring ini merupakan bagian dari tugas kami dalam pembinaan teritorial. Kami ingin memastikan masyarakat tidak terbebani oleh lonjakan harga yang tidak wajar. Kami juga mengimbau para pedagang untuk tetap menjual barang sesuai harga pasar dan tidak melakukan praktik yang merugikan konsumen,” ujar Koptu Iwan di sela-sela kegiatan.

Para pedagang di Pasar Dukuhjati mengakui bahwa kenaikan harga beberapa komoditas dipengaruhi oleh faktor distribusi, cuaca, serta biaya transportasi yang meningkat. Sementara itu, sejumlah pembeli berharap pemerintah dan aparat terkait dapat menjaga stabilitas harga, terutama untuk bahan pokok yang sangat dibutuhkan masyarakat sehari-hari.

Kegiatan monitoring yang dilakukan oleh Babinsa ini berlangsung dalam keadaan tertib dan aman. Kehadiran aparat TNI di pasar mendapat respons positif dari pedagang dan warga, karena dianggap memberikan rasa aman sekaligus menunjukkan perhatian negara terhadap kondisi ekonomi rakyat kecil.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan pemerintah daerah dan instansi terkait dapat mengambil langkah-langkah strategis dalam pengendalian inflasi daerah, termasuk melalui operasi pasar, penguatan distribusi pangan, serta koordinasi lintas sektor. Babinsa sebagai ujung tombak TNI di wilayah terus berperan aktif dalam mengawal stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Monitoring harga sembako di Pasar Dukuhjati ini menjadi salah satu bukti nyata peran Babinsa dalam menjaga ketahanan wilayah, tidak hanya dari aspek keamanan, tetapi juga dari sisi kesejahteraan masyarakat. Ke depan, kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkala untuk memastikan kondisi pasar tetap kondusif dan harga kebutuhan pokok berada dalam batas yang wajar.

Posting Komentar