HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Babinsa Koptu Warmin Pantau Ketat Harga Sembako di Lelea, Pastikan Kebutuhan Pokok Warga Tetap Terkendali


Indramayu – Upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok terus dilakukan TNI Angkatan Darat melalui peran aktif aparat teritorial di lapangan. Babinsa Koramil 1612/Lelea, Koptu Warmin, melaksanakan kegiatan pemantauan dan pendataan harga bahan pokok (sembako) di wilayah Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, Sabtu (17/1/2026).

Kegiatan pemantauan tersebut dilaksanakan mulai pukul 09.40 WIB hingga selesai dengan menyasar sejumlah pedagang eceran dan grosir di wilayah Kecamatan Lelea. Langkah ini merupakan bagian dari tugas Babinsa dalam mendukung program pemerintah menjaga kestabilan harga sekaligus memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok bagi masyarakat.

Koptu Warmin turun langsung ke lapangan untuk mencatat perkembangan harga sembako sekaligus berinteraksi dengan para pedagang dan warga. Kehadiran Babinsa di tengah aktivitas pasar menjadi bentuk pengawasan preventif agar tidak terjadi lonjakan harga yang tidak wajar maupun kelangkaan barang.

“Pemantauan ini kami lakukan secara rutin untuk memastikan harga kebutuhan pokok masih dalam batas wajar dan pasokan tetap aman. Ini juga sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap kondisi ekonomi masyarakat,” ujar Koptu Warmin.

Harga Beras hingga Minyak Goreng Terpantau Stabil

Berdasarkan hasil pemantauan, harga beras medium di wilayah Lelea terpantau relatif stabil. Untuk penjualan eceran, harga beras berada di kisaran Rp13.000 per kilogram, sementara untuk grosir dijual Rp12.000 per kilogram. Minyak goreng juga tidak mengalami kenaikan signifikan, yakni Rp18.000 per kilogram untuk eceran dan Rp17.500 per kilogram untuk grosir.

Komoditas bawang menunjukkan variasi harga berdasarkan kualitas. Bawang merah kualitas super dijual Rp38.000 per kilogram untuk eceran dan Rp35.000 per kilogram grosir. Sementara bawang merah kualitas sedang berada di harga Rp32.000 per kilogram eceran dan Rp30.000 per kilogram grosir. Untuk bawang putih, harga tercatat Rp38.000 per kilogram eceran dan Rp36.000 per kilogram grosir.

Telur, Gula, hingga Gas Elpiji Masih Terkendali

Harga telur ayam tercatat Rp30.000 per kilogram untuk eceran dan Rp29.500 per kilogram untuk grosir. Gula pasir dijual Rp18.000 per kilogram eceran dan Rp17.300 per kilogram grosir, sedangkan gula batu berada di harga Rp18.000 per kilogram eceran dan Rp17.800 per kilogram grosir.

Untuk kebutuhan dasar lainnya, harga garam terpantau Rp4.000 per kilogram eceran dan Rp3.500 per kilogram grosir. Susu kaleng merek Omela dijual Rp14.000 per kaleng, sedangkan merek Bendera Rp17.000 per kaleng.

Sementara itu, harga daging sapi berada di kisaran Rp130.000 per kilogram. Daging ayam broiler dijual Rp38.000 per kilogram untuk eceran dan Rp35.000 per kilogram untuk grosir. Untuk kebutuhan energi rumah tangga, gas elpiji 3 kilogram dijual Rp19.000 secara eceran dan Rp18.000 untuk pembelian grosir.

Komoditas Pangan Lainnya

Harga kedelai tercatat Rp14.000 per kilogram eceran dan Rp12.000 per kilogram grosir. Jagung berada di kisaran Rp11.000 per kilogram eceran dan Rp10.000 per kilogram grosir. Secara umum, para pedagang menyampaikan bahwa pasokan barang masih lancar dan daya beli masyarakat relatif stabil.

Babinsa Jadi Garda Terdepan Stabilitas Wilayah

Kegiatan pemantauan harga sembako ini merupakan wujud nyata peran Babinsa sebagai ujung tombak TNI AD di wilayah. Tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, Babinsa juga berperan aktif dalam membantu pemerintah daerah menjaga stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah Kecamatan Lelea terpantau aman, tertib, dan lancar. Tidak ditemukan kendala berarti maupun gejolak harga yang signifikan.

Dengan kehadiran Babinsa secara langsung di lapangan, masyarakat diharapkan merasa lebih tenang dan terlindungi. Koramil 1612/Lelea berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan secara berkala demi memastikan kebutuhan pokok warga tetap terpenuhi dengan harga yang wajar dan terjangkau.

Posting Komentar