Babinsa Pelda Eryana Tancap Gas Dampingi Petani Mundakjaya, Target Swasembada Pangan Indramayu Kian Nyata
Indramayu, Jawa Barat – Komitmen TNI AD dalam mendukung ketahanan pangan nasional kembali ditunjukkan melalui aksi nyata di lapangan. Babinsa Koramil 1613/Terisi, Pelda Eryana, turun langsung ke persawahan Desa Mundakjaya, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, untuk mendampingi kegiatan Luas Tambah Tanam (LTT) padi pada Kamis (29/1/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari percepatan Musim Tanam (MT) 1 Tahun 2025/2026 di wilayah tersebut.
Pendampingan pertanian yang dilakukan oleh Babinsa ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wujud sinergi antara TNI dan petani dalam menjaga produktivitas sektor pertanian, khususnya komoditas padi yang menjadi tulang punggung pangan nasional. Pelda Eryana mendampingi langsung proses tanam padi milik petani setempat, Bapak H. Wasdi, yang berlokasi di Blok Munjul, Desa Mundakjaya.
Sejak pukul 09.00 WIB hingga selesai, kegiatan berlangsung dengan tertib dan aman. Pelda Eryana tampak berbaur dengan para petani, memberikan motivasi serta memastikan proses tanam berjalan sesuai dengan pola tanam yang dianjurkan oleh pemerintah dan penyuluh pertanian. Kehadiran Babinsa di tengah-tengah petani diharapkan mampu meningkatkan semangat dan kepercayaan diri petani dalam mengolah lahan pertanian mereka.
Menurut Pelda Eryana, pendampingan LTT padi merupakan salah satu tugas Babinsa dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan. “Kami sebagai aparat teritorial hadir untuk membantu petani, memastikan proses tanam berjalan lancar, serta mendorong percepatan tanam agar target produksi padi dapat tercapai,” ujarnya di sela-sela kegiatan.
Kecamatan Cikedung sendiri merupakan salah satu wilayah lumbung padi di Kabupaten Indramayu. Dengan kondisi lahan yang relatif subur dan jaringan irigasi yang memadai, daerah ini memiliki potensi besar dalam mendukung program swasembada pangan nasional. Oleh karena itu, percepatan Musim Tanam 1 Tahun 2025/2026 menjadi prioritas agar produksi padi tetap terjaga, bahkan meningkat di tengah berbagai tantangan seperti perubahan iklim dan fluktuasi harga input pertanian.
Bapak H. Wasdi, pemilik lahan yang didampingi, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran Babinsa di sawahnya. Menurutnya, pendampingan dari TNI memberikan rasa aman dan motivasi tersendiri bagi para petani. “Kami merasa diperhatikan. Babinsa sering memberikan arahan dan semangat kepada kami supaya tetap semangat bertani. Semoga hasil panen nanti bisa maksimal,” ungkapnya.
Program LTT padi merupakan salah satu indikator penting dalam mengukur keberhasilan sektor pertanian. Semakin luas lahan yang berhasil ditanami, semakin besar pula peluang peningkatan produksi beras. Pemerintah pusat maupun daerah terus mendorong percepatan tanam, terutama pada musim tanam utama, guna menjaga stabilitas stok beras nasional dan mengendalikan inflasi pangan.
Di sisi lain, peran Babinsa dalam pendampingan pertanian telah terbukti efektif. Tidak hanya membantu percepatan tanam, Babinsa juga berperan sebagai penghubung antara petani, penyuluh pertanian, dan pemerintah daerah. Mereka turut membantu dalam pendataan luas tanam, identifikasi kendala di lapangan, hingga mendorong petani untuk menerapkan teknologi pertanian yang lebih modern dan efisien.
Dandim 0616/Indramayu melalui jajaran Koramil terus menginstruksikan para Babinsa untuk aktif mendukung program ketahanan pangan. Pendampingan pertanian dianggap sebagai salah satu bentuk Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yang sangat strategis, karena menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat, yaitu pangan.
Kegiatan pendampingan yang dilakukan Pelda Eryana di Desa Mundakjaya ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain, khususnya di Kabupaten Indramayu, yang dikenal sebagai salah satu lumbung padi nasional. Dengan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan petani, target swasembada pangan bukanlah hal yang mustahil untuk diwujudkan.
Dengan semangat gotong royong dan pengabdian tanpa pamrih, Babinsa Pelda Eryana menunjukkan bahwa TNI tidak hanya hadir menjaga keamanan, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga ketersediaan pangan bangsa. Dokumentasi kegiatan pendampingan pertanian ini pun telah dilampirkan sebagai bentuk pertanggungjawaban dan transparansi pelaksanaan tugas di lapangan.
Melalui langkah-langkah konkret seperti ini, harapan akan pertanian yang maju, mandiri, dan modern semakin mendekati kenyataan, serta kesejahteraan petani Indramayu diharapkan terus meningkat seiring dengan peningkatan produktivitas pertanian di wilayah tersebut.
