HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Babinsa Pelda Rastika Turun ke Sawah, Kawal Pengolahan Lahan di Sliyeg Demi Ketahanan Pangan Nasional


INDRAMAYU – Komitmen TNI Angkatan Darat dalam mendukung ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan. Babinsa Desa Sliyeg Koramil 1607/Sliyeg Kodim 0616/Indramayu, Pelda Rastika, melaksanakan kegiatan monitoring dan pendampingan pertanian berupa pengolahan lahan sawah menggunakan alat traktor di wilayah Desa Sliyeg, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Kamis (22/1/2026).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.30 WIB tersebut dilaksanakan di area persawahan Blok Carik, Desa Sliyeg. Pendampingan ini bertujuan untuk membantu petani dalam mempercepat proses pengolahan lahan sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian sebagai bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan nasional.

Dalam pelaksanaannya, Pelda Rastika terjun langsung ke tengah sawah, mendampingi petani dan operator traktor saat proses pembajakan lahan berlangsung. Kehadiran Babinsa di tengah aktivitas pertanian ini menjadi bukti nyata peran TNI sebagai mitra strategis petani, tidak hanya dalam bidang keamanan, tetapi juga dalam pembangunan sektor pertanian.

“Pendampingan ini kami lakukan untuk memastikan proses pengolahan lahan berjalan dengan baik dan tepat waktu. Harapannya, hasil panen nantinya bisa meningkat sehingga kesejahteraan petani juga ikut terangkat,” ujar Pelda Rastika di sela kegiatan.

Adapun pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut antara lain Pelda Rastika selaku Babinsa Desa Sliyeg, Bapak Komaedi sebagai operator traktor, serta Bapak Wari selaku petani pemilik lahan. Sinergi antara Babinsa dan petani terlihat solid, mencerminkan hubungan yang harmonis dalam membangun sektor pertanian di pedesaan.

Pengolahan lahan dengan menggunakan alat mesin pertanian seperti traktor dinilai sangat membantu petani, terutama dalam menekan biaya dan waktu kerja. Selain itu, pengolahan tanah yang optimal juga berpengaruh besar terhadap kualitas pertumbuhan tanaman padi pada musim tanam mendatang.

Menurut Pelda Rastika, keterlibatan Babinsa dalam pendampingan pertanian merupakan implementasi dari perintah komando atas agar satuan teritorial aktif mendukung program pemerintah di bidang swasembada pangan. Indramayu sebagai salah satu lumbung padi nasional memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan beras, baik di tingkat daerah maupun nasional.

“Sebagai daerah pertanian, Indramayu harus terus dijaga produktivitasnya. Babinsa hadir untuk memberikan motivasi dan pendampingan agar petani semakin semangat mengolah lahannya,” tambahnya.

Petani setempat, Bapak Wari, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran Babinsa di tengah kegiatan pertanian. Ia menilai pendampingan tersebut tidak hanya memberikan semangat, tetapi juga rasa aman dan kepercayaan diri bagi petani dalam menjalankan aktivitasnya.

“Kami merasa diperhatikan. Babinsa sering turun langsung ke sawah, memberi motivasi dan membantu kelancaran pekerjaan,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan operator traktor, Bapak Komaedi, yang menyebut bahwa koordinasi dengan Babinsa membuat kegiatan pengolahan lahan berjalan lebih tertib dan lancar.

Secara terpisah, Danramil 1607/Sliyeg menyampaikan apresiasi atas peran aktif Babinsa di wilayah binaannya. Ia menegaskan bahwa pendampingan pertanian merupakan salah satu tugas penting Babinsa dalam rangka mendukung ketahanan wilayah dan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan pengolahan lahan sawah tersebut selesai sekitar pukul 11.30 WIB. Selama pelaksanaan, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif tanpa kendala berarti.

Melalui pendampingan yang dilakukan Pelda Rastika, TNI kembali menegaskan kehadirannya sebagai penggerak pembangunan di desa. Babinsa tidak hanya berperan sebagai aparat kewilayahan, tetapi juga sebagai sahabat petani yang siap mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan masyarakat Indramayu.

Posting Komentar