Babinsa Serda Seoulistiyo Setiawan Pantau Harga Sembako di Terisi, Pastikan Stabilitas Pasar dan Daya Beli Warga Terjaga
Indramayu, 29 Januari 2026 — Babinsa Koramil 1613/Terisi, Serda Seoulistiyo Setiawan, melaksanakan kegiatan monitoring dan pengecekan harga bahan pokok (sembako) di wilayah Desa Jatimulya, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Kamis (29/1/2026). Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut merupakan bagian dari upaya TNI AD melalui Kodim 0616/Indramayu dalam memastikan stabilitas harga kebutuhan pokok di tingkat masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Serda Seoulistiyo Setiawan menyasar Toko Sendi sebagai salah satu pusat distribusi sembako di wilayah Desa Jatimulya. Monitoring harga sembako ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan harga kebutuhan pokok masyarakat sekaligus sebagai langkah antisipatif terhadap potensi lonjakan harga yang dapat memengaruhi daya beli warga.
“Harga bahan pokok merupakan indikator penting kondisi ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, Babinsa di wilayah terus melakukan pemantauan secara rutin agar apabila terjadi kenaikan harga yang signifikan dapat segera dilaporkan kepada komando atas untuk dikoordinasikan dengan instansi terkait,” ujar Serda Seoulistiyo Setiawan di sela-sela kegiatan.
Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, harga sembako di wilayah Kecamatan Terisi relatif stabil dan masih dalam batas wajar. Adapun daftar harga bahan pokok yang terpantau pada Kamis pagi tersebut di antaranya beras dengan harga Rp12.000 per kilogram, minyak goreng Rp20.000 per kilogram, telur ayam Rp29.000 per kilogram, cabai rawit hijau Rp45.000 per kilogram, gula putih Rp18.000 per kilogram, cabai merah Rp28.000 per kilogram, bawang merah Rp30.000 per kilogram, bawang putih Rp35.000 per kilogram, daging ayam Rp35.000 per kilogram, serta daging sapi Rp130.000 per kilogram.
Serda Seoulistiyo Setiawan juga berdialog dengan pemilik toko dan beberapa warga yang sedang berbelanja untuk mengetahui kondisi pasokan barang serta respons masyarakat terhadap harga yang berlaku. Menurut pemilik Toko Sendi, pasokan bahan pokok saat ini masih lancar dan tidak mengalami kendala berarti. “Distribusi dari pemasok masih normal, tidak ada keterlambatan. Harga juga relatif stabil dibandingkan pekan lalu,” ujarnya.
Kegiatan monitoring ini mendapat respons positif dari warga setempat. Salah seorang warga Desa Jatimulya menyampaikan bahwa kehadiran Babinsa di tengah masyarakat memberikan rasa aman dan kepastian bahwa pemerintah melalui TNI turut memperhatikan kondisi ekonomi masyarakat kecil. “Kami merasa lebih tenang karena ada aparat yang memantau harga dan memastikan tidak ada permainan harga yang merugikan masyarakat,” katanya.
Dandim 0616/Indramayu melalui jajaran Koramil 1613/Terisi terus menekankan pentingnya peran Babinsa sebagai ujung tombak TNI di wilayah teritorial. Selain tugas pengamanan wilayah, Babinsa juga berperan dalam membantu pemerintah daerah menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat. Monitoring harga sembako menjadi salah satu bentuk nyata sinergi TNI dengan pemerintah dan masyarakat dalam menjaga ketahanan wilayah dari aspek ekonomi.
Pengawasan harga bahan pokok dinilai strategis mengingat fluktuasi harga dapat berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, terutama kelompok ekonomi menengah ke bawah. Dengan adanya laporan rutin dari Babinsa di lapangan, diharapkan pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah apabila ditemukan indikasi kelangkaan barang atau kenaikan harga yang tidak wajar.
Kegiatan monitoring yang dilaksanakan oleh Serda Seoulistiyo Setiawan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Hasil pemantauan tersebut selanjutnya dilaporkan kepada Komando Atas sebagai bahan evaluasi dan dasar koordinasi dengan instansi terkait, seperti Dinas Perdagangan dan instansi pengendali inflasi daerah.
Melalui kegiatan seperti ini, Kodim 0616/Indramayu menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam bidang pertahanan dan keamanan, tetapi juga dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Monitoring harga sembako secara berkala diharapkan dapat menjadi instrumen penting dalam mengawal ketahanan pangan dan stabilitas harga di wilayah Kabupaten Indramayu.
