Babinsa Serka Dadan Wahyudin Kawal Petani Desa Tugu Ambil Bibit Padi, TNI Tancap Gas Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Indramayu – Komitmen TNI Angkatan Darat dalam mendukung ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan. Kali ini, Babinsa Desa Tugu Koramil 1607/Sliyeg, Serka Dadan Wahyudin, melaksanakan kegiatan monitoring dan pendampingan pertanian berupa pengambilan bibit tanaman padi yang akan ditanam di area persawahan Blok Sijambu, Desa Tugu, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Sabtu (31/1/2026).
Kegiatan pendampingan yang dimulai pukul 09.30 WIB tersebut merupakan bagian dari upaya Babinsa dalam membantu petani mempersiapkan masa tanam agar berjalan tepat waktu dan optimal. Pengambilan bibit padi menjadi tahapan penting sebelum proses tanam dilakukan, sehingga membutuhkan perhatian dan pengawasan agar kualitas bibit yang digunakan benar-benar layak tanam.
Serka Dadan Wahyudin terlihat aktif mendampingi para petani di lokasi persawahan. Ia memastikan proses pengambilan bibit berjalan dengan baik, sekaligus memberikan motivasi kepada petani agar tetap semangat dalam mengelola lahan pertanian. Kehadiran Babinsa di tengah sawah mencerminkan peran TNI yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga hadir sebagai mitra petani.
“Pendampingan ini bertujuan untuk membantu petani dalam menyiapkan masa tanam, sekaligus memastikan bibit padi yang digunakan berkualitas. Harapannya, hasil panen ke depan dapat meningkat dan berdampak pada kesejahteraan petani,” ujar Serka Dadan Wahyudin di sela-sela kegiatan.
Ia menegaskan bahwa kegiatan pendampingan pertanian merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial Babinsa. Dengan turun langsung ke lapangan, Babinsa dapat mengetahui secara nyata kendala yang dihadapi petani, mulai dari kesiapan bibit, kondisi lahan, hingga faktor cuaca yang memengaruhi pertanian.
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir dua orang petani setempat, yakni Bapak Khalis dan Bapak Khadam, yang secara langsung terlibat dalam proses pengambilan bibit padi. Keduanya menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang dilakukan Babinsa, karena dinilai sangat membantu dan memberikan rasa aman.
“Dengan adanya Babinsa yang mendampingi, kami merasa lebih diperhatikan. Kami juga jadi lebih semangat karena ada dukungan langsung dari TNI,” ungkap salah satu petani.
Desa Tugu sendiri merupakan salah satu wilayah pertanian produktif di Kecamatan Sliyeg. Oleh karena itu, persiapan masa tanam menjadi faktor krusial agar produktivitas pertanian tetap terjaga. Pendampingan yang dilakukan Babinsa diharapkan mampu mendorong percepatan tanam dan meningkatkan hasil panen padi.
Kegiatan ini juga sejalan dengan program pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Sinergi antara TNI, petani, dan pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan sektor pertanian, terutama di tengah dinamika perubahan cuaca dan fluktuasi harga pangan.
Danramil 1607/Sliyeg melalui Babinsa di wilayah binaannya terus mendorong keterlibatan aktif TNI dalam sektor pertanian. Pendampingan mulai dari persiapan lahan, penanaman, hingga panen menjadi wujud nyata dukungan TNI terhadap kesejahteraan petani dan stabilitas pangan nasional.
Sekitar pukul 11.30 WIB, kegiatan pendampingan pengambilan bibit padi selesai dilaksanakan. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif, tanpa kendala berarti di lapangan.
Melalui kegiatan ini, TNI AD kembali menegaskan perannya sebagai bagian dari solusi bagi masyarakat. Kehadiran Babinsa Serka Dadan Wahyudin di tengah petani Desa Tugu menjadi bukti bahwa TNI selalu hadir, bekerja bersama rakyat, dan berkontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
