Babinsa Serka Sudono Bergerak! Siapkan Desa Tanjakan Hadapi Ancaman Bencana, Warga Pesisir Diingatkan Siaga Total
INDRAMAYU – Upaya antisipasi bencana alam di wilayah pesisir terus digencarkan oleh jajaran TNI AD melalui peran Babinsa. Kali ini, Babinsa Desa Tanjakan Koramil 1610/Krangkeng, Serka Sudono, turun langsung ke tengah masyarakat untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam yang bisa terjadi sewaktu-waktu di wilayah pesisir Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu.
Kegiatan komunikasi sosial (Komsos) dan koordinasi lintas unsur tersebut dilaksanakan pada Selasa, 27 Januari 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, bertempat di Aula Kantor Desa Tanjakan. Kegiatan ini melibatkan Kuwu Desa Tanjakan, Bhabinkamtibmas, serta perangkat desa, dengan fokus utama pada sosialisasi mitigasi bencana alam bagi masyarakat pesisir pantai.
Dalam arahannya, Serka Sudono menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana, seperti banjir rob, angin kencang, gelombang tinggi, hingga potensi bencana lain yang kerap mengintai wilayah pesisir. Ia menyebut bahwa kesiapan sejak dini menjadi kunci utama untuk meminimalkan risiko korban jiwa dan kerugian materiil.
“Mitigasi bencana bukan hanya tugas pemerintah atau aparat, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh masyarakat. Dengan kesiapsiagaan yang baik, dampak bencana bisa ditekan sekecil mungkin,” ujar Serka Sudono dalam kegiatan tersebut.
Dalam sesi Komsos, Babinsa Desa Tanjakan menyampaikan sejumlah langkah strategis yang perlu segera dipersiapkan oleh masyarakat dan pemerintah desa. Pertama, menyiapkan kentongan di setiap blok atau lingkungan sebagai sarana peringatan dini jika terjadi bencana. Kentongan dinilai masih efektif sebagai alat komunikasi cepat di tengah masyarakat, terutama saat listrik dan jaringan komunikasi terganggu.
Kedua, meningkatkan sistem keamanan lingkungan (Siskamling) serta patroli wilayah untuk mendeteksi dan mencegah potensi terjadinya bencana. Patroli rutin di wilayah rawan diharapkan mampu memberikan informasi dini kepada warga apabila terdapat tanda-tanda bahaya.
Ketiga, menyiapkan jalur evakuasi yang jelas dan mudah diakses oleh warga. Jalur evakuasi harus ditandai secara jelas dan dipahami oleh seluruh masyarakat, sehingga proses penyelamatan dapat berjalan cepat dan terorganisir.
Keempat, menentukan master point atau titik kumpul sementara apabila terjadi bencana. Titik kumpul ini berfungsi sebagai lokasi awal pengungsian warga sebelum dipindahkan ke tempat yang lebih aman.
Kelima, menentukan titik pengungsian yang memenuhi sarana dan prasarana dasar, seperti tempat tinggal sementara, sanitasi, logistik, dan layanan kesehatan. Babinsa menegaskan bahwa titik pengungsian harus dipersiapkan jauh-jauh hari agar tidak terjadi kepanikan saat bencana benar-benar terjadi.
Serka Sudono juga memaparkan tahapan penting dalam mitigasi bencana yang perlu dipahami oleh perangkat desa dan masyarakat. Tahap pra-bencana meliputi pemetaan wilayah rawan bencana, pemantauan lingkungan, serta kegiatan pengurangan risiko bencana melalui edukasi dan pelatihan masyarakat. Tahap tanggap darurat mencakup pencarian dan penyelamatan korban, pendirian shelter atau tempat pengungsian sementara, serta penyediaan dapur umum untuk kebutuhan logistik pengungsi. Sementara tahap pasca-bencana meliputi identifikasi kerugian material, pendampingan psikososial bagi korban terdampak, serta upaya pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat.
Kuwu Desa Tanjakan dan perangkat desa menyambut baik kegiatan ini. Mereka menilai peran Babinsa sangat strategis dalam memberikan edukasi kebencanaan kepada masyarakat desa. Sinergi antara TNI, Polri, dan pemerintah desa diharapkan mampu menciptakan sistem kesiapsiagaan bencana yang kuat dan terintegrasi.
Kegiatan Komsos berlangsung dalam situasi aman dan kondusif. Warga dan perangkat desa terlihat antusias mengikuti sosialisasi, serta berkomitmen untuk menindaklanjuti arahan yang disampaikan Babinsa. Dengan adanya kegiatan ini, Desa Tanjakan diharapkan menjadi desa pesisir yang tangguh bencana dan siap menghadapi berbagai potensi ancaman alam di masa mendatang.
Langkah proaktif Babinsa Serka Sudono ini menjadi contoh nyata peran TNI di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam memperkuat ketahanan masyarakat terhadap bencana. Di tengah ancaman perubahan iklim dan meningkatnya risiko bencana alam, sinergi seperti ini dinilai semakin krusial untuk menjaga keselamatan dan kesejahteraan warga.
