Babinsa Serka Sudono Turun ke Pasar! Harga Sembako di Krangkeng Dipantau Ketat, Warga Indramayu Dapat Kepastian
INDRAMAYU – Upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok terus dilakukan jajaran TNI di wilayah. Babinsa Koramil 1610/Krangkeng, Serka Sudono, turun langsung ke lapangan untuk memantau harga sembako di PD Pasar Singakerta, Desa Singakerta, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Kamis (15/1/2026) pagi. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian TNI terhadap kondisi ekonomi masyarakat, khususnya di tengah fluktuasi harga bahan pokok.
Sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai, Serka Sudono melakukan monitoring dengan menyasar para pedagang dan pembeli di pasar tradisional tersebut. Ia mencatat secara detail perkembangan harga sembilan bahan pokok (sembako) sekaligus memastikan aktivitas jual beli berlangsung aman, tertib, dan lancar. Langkah ini juga merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial Babinsa dalam membantu pemerintah daerah mengawasi dinamika sosial ekonomi masyarakat.
Dari hasil pemantauan di lapangan, diketahui bahwa harga beras mengalami penurunan dan berada di angka Rp12.000 per kilogram. Penurunan harga beras ini disambut positif oleh warga karena beras merupakan kebutuhan pokok utama masyarakat. Sementara itu, harga minyak goreng terpantau stabil di angka Rp17.000 per kilogram, menunjukkan pasokan yang relatif aman.
Namun, sejumlah komoditas lain justru mengalami kenaikan harga. Telur ayam naik menjadi Rp29.000 per kilogram, disusul daging ayam yang kini mencapai Rp40.000 per kilogram. Kenaikan paling signifikan terjadi pada daging sapi yang menembus harga Rp130.000 per kilogram, sehingga menjadi perhatian khusus dalam laporan monitoring tersebut.
Selain itu, harga gula pasir naik menjadi Rp16.000 per kilogram. Komoditas bumbu dapur juga mengalami lonjakan harga, di antaranya bawang merah sebesar Rp48.000 per kilogram dan bawang putih mencapai Rp42.000 per kilogram. Tak hanya itu, kacang kedelai tercatat naik menjadi Rp19.000 per kilogram, sementara jagung kini berada di angka Rp11.000 per kilogram.
Serka Sudono menyampaikan bahwa kegiatan monitoring ini penting untuk mengetahui secara langsung kondisi pasar serta menjadi bahan laporan kepada komando atas. “Kami ingin memastikan harga sembako di wilayah Krangkeng tetap terpantau. Jika terjadi lonjakan signifikan, bisa segera dikoordinasikan dengan instansi terkait,” ujarnya di sela-sela kegiatan.
Ia juga menambahkan bahwa kehadiran Babinsa di pasar bukan hanya untuk mencatat harga, tetapi juga memberikan rasa aman kepada pedagang dan pembeli. Selama kegiatan berlangsung, situasi pasar terpantau aman, tertib, dan kondusif, tanpa adanya gangguan yang berarti.
Langkah yang dilakukan Serka Sudono ini sejalan dengan instruksi Komando Distrik Militer (Kodim) 0616/Indramayu dalam mendukung pengendalian inflasi daerah serta menjaga daya beli masyarakat. Monitoring rutin di pasar tradisional dinilai efektif untuk memperoleh data riil di lapangan, sekaligus menjadi sarana komunikasi antara aparat kewilayahan dan masyarakat.
Masyarakat pun mengapresiasi kehadiran Babinsa di tengah aktivitas pasar. Mereka berharap pemantauan harga sembako dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar pemerintah memiliki gambaran nyata kondisi ekonomi di tingkat bawah.
Dengan kegiatan ini, Babinsa Serka Sudono kembali menegaskan peran strategis TNI AD sebagai garda terdepan di wilayah, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga berkontribusi aktif dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Indramayu.
