BABINSA SERKA TARKIM GERAK CEPAT PANTAU HARGA SEMBAKO, WASPADA LONJAKAN KEBUTUHAN POKOK DI KRANGKENG INDRAMAYU
Indramayu – Upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok terus dilakukan jajaran TNI di wilayah teritorial. Babinsa Koramil 1610/Krangkeng, Serka Tarkim, melaksanakan kegiatan monitoring harga sembako di Toko Berkah, Desa Singakerta, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Sabtu (24/1/2026) pagi.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai tersebut merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial (Binter) dalam rangka memastikan ketersediaan serta kestabilan harga kebutuhan pokok masyarakat. Monitoring ini juga dilakukan sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap kondisi ekonomi warga, khususnya di tingkat desa.
Dalam pemantauan tersebut, Serka Tarkim mencatat sejumlah komoditas bahan pokok mengalami kenaikan harga, sementara sebagian lainnya masih stabil atau justru mengalami penurunan. Data yang dihimpun di lapangan menunjukkan harga beras berada di angka Rp12.000 per kilogram dan tercatat mengalami penurunan. Sementara itu, minyak goreng dijual dengan harga Rp17.000 per kilogram dan relatif stabil.
Namun, beberapa komoditas strategis lainnya menunjukkan tren kenaikan. Telur ayam tercatat naik menjadi Rp29.000 per kilogram, daging ayam mencapai Rp40.000 per kilogram, dan daging sapi berada di angka Rp130.000 per kilogram. Komoditas gula pasir dijual seharga Rp16.000 per kilogram, bawang merah Rp48.000 per kilogram, serta bawang putih Rp42.000 per kilogram, yang semuanya tercatat mengalami kenaikan harga.
Selain itu, harga kacang kedelai berada di angka Rp19.000 per kilogram dan jagung Rp11.000 per kilogram, keduanya juga menunjukkan tren kenaikan dibanding periode sebelumnya. Kenaikan harga sejumlah bahan pokok ini menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat.
Menurut Serka Tarkim, kegiatan monitoring ini merupakan bagian dari peran Babinsa dalam membantu pemerintah daerah memantau kondisi ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput. “Kami secara rutin melakukan pengecekan harga sembako di wilayah binaan. Tujuannya untuk mengetahui perkembangan harga dan melaporkannya kepada komando atas serta instansi terkait, sehingga dapat diambil langkah antisipatif jika terjadi lonjakan harga yang signifikan,” ujarnya.
Ia menambahkan, fluktuasi harga bahan pokok dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari distribusi barang, kondisi cuaca, hingga permintaan pasar. Oleh karena itu, kehadiran Babinsa di lapangan diharapkan dapat menjadi mata dan telinga pemerintah dalam menjaga stabilitas harga serta ketersediaan bahan pangan.
Warga setempat menyambut baik kegiatan monitoring tersebut. Mereka berharap pemerintah dapat terus mengawasi harga bahan pokok, terutama menjelang momen-momen tertentu yang biasanya memicu kenaikan harga, seperti musim tanam, hari besar keagamaan, dan kondisi cuaca ekstrem. “Kalau harga terus naik, tentu memberatkan masyarakat kecil. Kami berharap ada langkah pengendalian harga agar tetap terjangkau,” ujar salah satu warga Desa Singakerta.
Kegiatan monitoring yang dilakukan Babinsa ini berlangsung dalam keadaan tertib, aman, dan lancar. Tidak ditemukan kendala berarti selama pelaksanaan kegiatan. Hasil pemantauan selanjutnya akan dilaporkan kepada komando atas sebagai bahan evaluasi dan koordinasi dengan instansi terkait, seperti pemerintah daerah dan dinas perdagangan.
Peran aktif Babinsa di lapangan menjadi bukti bahwa TNI tidak hanya fokus pada tugas pertahanan dan keamanan, tetapi juga hadir membantu masyarakat dalam aspek sosial dan ekonomi. Dengan adanya pemantauan rutin seperti ini, diharapkan potensi gejolak harga sembako dapat diantisipasi sejak dini, sehingga stabilitas ekonomi masyarakat di wilayah Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, tetap terjaga.
