Babinsa Serka Tarkim Sisir Pasar Singakerta, Harga Sembako di Krangkeng Jadi Perhatian Koramil 1610 Krangkeng
INDRAMAYU – Peran aktif TNI AD dalam menjaga stabilitas wilayah kembali terlihat melalui langkah nyata Babinsa di lapangan. Babinsa Koramil 1610/Krangkeng, Serka Tarkim, melaksanakan kegiatan monitoring harga sembako di PD Pasar Singakerta, Desa Singakerta, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Kamis (22/1/2026).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai tersebut merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial yang rutin dilakukan Babinsa guna memantau perkembangan harga kebutuhan pokok masyarakat. Pasar tradisional menjadi titik fokus karena menjadi pusat transaksi ekonomi sekaligus indikator utama stabilitas harga di tingkat bawah.
Dalam kegiatan itu, Serka Tarkim turun langsung menyusuri lapak-lapak pedagang, berdialog dengan penjual maupun pembeli, serta mencatat secara rinci harga berbagai komoditas sembako yang beredar di Pasar Singakerta. Kehadiran Babinsa di tengah aktivitas pasar mendapat respons positif dari masyarakat yang merasa lebih diperhatikan dan aman.
“Monitoring harga sembako ini penting untuk mengetahui kondisi riil di lapangan. Dengan begitu, apabila terjadi kenaikan harga yang signifikan, dapat segera dilaporkan ke komando atas sebagai bahan evaluasi,” ujar Serka Tarkim di sela-sela kegiatan.
Berdasarkan hasil pemantauan, sejumlah komoditas tercatat mengalami fluktuasi harga. Untuk beras, harga saat ini berada di angka Rp12.000 per kilogram dan terpantau mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya. Sementara itu, minyak goreng dijual dengan harga Rp17.000 per kilogram dan relatif stabil.
Namun demikian, beberapa bahan pokok lainnya mengalami kenaikan harga. Telur ayam tercatat Rp29.000 per kilogram, daging ayam Rp40.000 per kilogram, dan daging sapi mencapai Rp130.000 per kilogram. Kenaikan harga juga terjadi pada gula pasir yang kini berada di angka Rp16.000 per kilogram.
Komoditas bumbu dapur pun tak luput dari perhatian. Bawang merah dijual dengan harga Rp48.000 per kilogram, bawang putih Rp42.000 per kilogram, kedelai Rp19.000 per kilogram, serta jagung Rp11.000 per kilogram. Kenaikan harga pada sejumlah komoditas tersebut dipengaruhi oleh faktor pasokan dan distribusi dari daerah pemasok.
Serka Tarkim menegaskan bahwa hasil monitoring ini akan dilaporkan secara berjenjang kepada Danramil dan Dandim 0616/Indramayu. Ia menilai, pengawasan rutin sangat diperlukan agar pemerintah daerah memiliki data akurat dalam mengambil langkah pengendalian harga dan menjaga daya beli masyarakat.
Para pedagang di Pasar Singakerta mengapresiasi kehadiran Babinsa yang dinilai aktif memantau kondisi pasar. Selain memberikan rasa aman, kehadiran aparat kewilayahan juga dianggap mampu mencegah praktik penimbunan barang serta permainan harga oleh oknum tidak bertanggung jawab.
“Kami merasa lebih tenang kalau ada Babinsa yang turun langsung. Pasar jadi lebih tertib dan pembeli juga merasa aman,” ungkap salah seorang pedagang.
Sementara itu, Danramil 1610/Krangkeng melalui keterangan terpisah menyampaikan bahwa kegiatan monitoring harga sembako merupakan instruksi komando atas sebagai bentuk dukungan TNI terhadap program pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan nasional.
Selama pelaksanaan kegiatan, situasi di PD Pasar Singakerta terpantau aman, tertib, dan lancar. Tidak ditemukan gangguan keamanan maupun gejolak sosial akibat kenaikan harga.
Dengan langkah konkret yang dilakukan Serka Tarkim, TNI kembali menegaskan peran strategis Babinsa sebagai ujung tombak satuan teritorial yang selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam mengawal stabilitas ekonomi rakyat di wilayah binaan.
