Babinsa Serma Ahmad Sugito Sisir Harga Sembako di Terisi, TNI Pastikan Kebutuhan Pokok Warga Tetap Terkendali
Indramayu – Peran aktif TNI Angkatan Darat dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat kembali ditunjukkan melalui kegiatan monitoring harga bahan pokok. Babinsa Koramil 1613/Terisi, Serma Ahmad Sugito, melaksanakan pengecekan langsung harga sembako di wilayah binaannya, tepatnya di Toko Dio Putra, Desa Rajasinga, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, pada Sabtu (31/1/2026).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai tersebut bertujuan untuk memantau perkembangan harga kebutuhan pokok masyarakat sekaligus memastikan ketersediaan barang tetap aman dan terjangkau. Monitoring harga sembako ini merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial Babinsa dalam mendukung stabilitas wilayah, khususnya di bidang ekonomi kerakyatan.
Serma Ahmad Sugito turun langsung ke lapangan dengan mendata harga sejumlah komoditas utama yang sering dibutuhkan masyarakat. Ia berinteraksi dengan pemilik toko serta warga sekitar guna memperoleh data yang akurat dan faktual terkait kondisi harga di tingkat bawah.
Dari hasil monitoring tersebut, diketahui harga beras berada di kisaran Rp13.000 per kilogram, sementara minyak goreng tercatat Rp16.000 per kilogram. Harga telur ayam dijual dengan harga Rp30.000 per kilogram, dan gula putih berada di angka Rp18.000 per kilogram.
Untuk komoditas hortikultura, cabai rawit hijau terpantau cukup tinggi dengan harga Rp80.000 per kilogram, sedangkan cabai merah berada di kisaran Rp32.000 per kilogram. Sementara itu, harga bawang merah tercatat Rp36.000 per kilogram, dan bawang putih mencapai Rp38.000 per kilogram.
Di sektor protein hewani, daging ayam dijual seharga Rp35.000 per kilogram, sedangkan daging sapi berada pada kisaran Rp145.000 per kilogram. Secara umum, ketersediaan bahan pokok di wilayah Terisi masih terpantau aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
Menurut Serma Ahmad Sugito, kegiatan monitoring ini merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan harga maupun kelangkaan bahan pokok. “Kami melakukan pengecekan langsung agar mengetahui kondisi riil di lapangan. Data ini akan kami laporkan kepada komando atas sebagai bahan evaluasi dan koordinasi dengan instansi terkait,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kehadiran Babinsa di tengah masyarakat tidak hanya sebatas menjaga keamanan, tetapi juga berperan aktif dalam membantu pemerintah memantau kondisi sosial dan ekonomi warga. Dengan pemantauan rutin, diharapkan setiap potensi permasalahan dapat segera ditindaklanjuti.
Pemilik Toko Dio Putra menyampaikan apresiasi atas kehadiran Babinsa yang melakukan monitoring secara langsung. Menurutnya, kehadiran aparat TNI memberikan rasa aman serta menjadi bentuk perhatian terhadap kondisi usaha kecil dan masyarakat sekitar.
Kegiatan monitoring harga sembako ini juga menjadi wujud nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menjaga stabilitas wilayah. Kecamatan Terisi sebagai salah satu wilayah penyangga ekonomi masyarakat pedesaan membutuhkan perhatian berkelanjutan agar daya beli warga tetap terjaga.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar. Tidak ditemukan gangguan keamanan maupun kendala berarti di lapangan, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan sesuai rencana.
Melalui kegiatan ini, TNI AD kembali menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat. Babinsa sebagai ujung tombak satuan teritorial terus berupaya memastikan stabilitas wilayah, tidak hanya dari aspek keamanan, tetapi juga dalam mendukung kesejahteraan dan ketahanan ekonomi rakyat.
