HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Babinsa Sertu Dedi Abdullah Bergerak Cepat Amankan Penemuan Mayat Misterius di Kedungwungu Indramayu


Indramayu, 30 Januari 2026 – Warga Desa Kedungwungu, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu, digemparkan dengan penemuan sesosok mayat pria tanpa identitas di depan bangunan kios Galang Cell pada Jumat pagi. Peristiwa ini langsung menyita perhatian masyarakat setempat dan memicu respons cepat aparat keamanan, termasuk Babinsa Desa Kedungwungu, Sertu Dedi Abdullah.

Mayat tersebut pertama kali ditemukan pada Jumat, 30 Januari 2026, sekitar pukul 06.45 WIB. Korban diketahui berjenis kelamin laki-laki dan tidak membawa identitas diri. Berdasarkan keterangan awal warga, korban diduga merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang sebelumnya sering terlihat di sekitar wilayah tersebut. Dugaan sementara menyebutkan korban kemungkinan menjadi korban tabrak lari, meskipun penyebab pasti kematian masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian.

Menindaklanjuti laporan warga, aparat Polsek Anjatan langsung mendatangi lokasi kejadian. Kanit Reskrim Polsek Anjatan, Aipda Rian H., bersama tim laka lantas turut hadir untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Selain itu, Babinsa Desa Kedungwungu Sertu Dedi Abdullah bersama Lurah Desa Kedungwungu, Supendi, serta perangkat desa dan masyarakat setempat ikut membantu pengamanan lokasi.

“Kami langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan warga. Pengamanan TKP sangat penting untuk memastikan proses penyelidikan berjalan lancar dan tidak ada gangguan dari kerumunan warga,” ujar Sertu Dedi Abdullah di lokasi kejadian.

Kronologis kejadian bermula ketika warga sekitar melihat korban tergeletak di depan bangunan kios pada siang hari sekitar pukul 13.00 WIB. Kondisi korban yang tidak bergerak membuat warga curiga dan segera melaporkan temuan tersebut kepada pihak kepolisian. Tak lama kemudian, aparat keamanan dan pemerintah desa tiba di lokasi untuk memastikan situasi terkendali.

Tim Inafis Polres Indramayu kemudian diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap jenazah. Pemeriksaan meliputi identifikasi korban, pencatatan ciri-ciri fisik, serta analisis awal penyebab kematian. Proses identifikasi ini diharapkan dapat mengungkap identitas korban dan memastikan apakah korban benar-benar merupakan ODGJ atau warga dari daerah lain.

Setelah proses olah TKP selesai, jenazah korban dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Sentot Patrol, Kabupaten Indramayu, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh tim medis. Autopsi dan pemeriksaan forensik akan menjadi kunci untuk memastikan penyebab kematian, termasuk kemungkinan adanya unsur kecelakaan lalu lintas atau faktor lainnya.

Pihak kepolisian menyatakan bahwa kasus ini masih dalam penyelidikan. Sejumlah saksi dari warga sekitar telah dimintai keterangan untuk membantu mengungkap kronologi kejadian. Polisi juga akan menelusuri kemungkinan adanya kendaraan yang terlibat dalam dugaan tabrak lari, termasuk mencari rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi.

Sertu Dedi Abdullah menegaskan bahwa pihak Babinsa akan terus bersinergi dengan kepolisian dan pemerintah desa dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. “Kami mengimbau warga untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi. Serahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada pihak berwenang,” ujarnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya kepedulian terhadap warga sekitar, khususnya terhadap ODGJ yang seringkali hidup tanpa perlindungan memadai. Pemerintah daerah diharapkan dapat meningkatkan perhatian terhadap penanganan ODGJ serta keselamatan lalu lintas di wilayah Kabupaten Indramayu.

Hingga berita ini diturunkan, identitas korban masih belum diketahui dan penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan forensik. Pihak kepolisian meminta masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga atau memiliki informasi terkait korban untuk segera melapor ke Polsek Anjatan atau Polres Indramayu.

Posting Komentar