Babinsa Sertu Rusdi Turun Langsung ke Lapangan, Harga Sembako di Lelea Terpantau Stabil dan Terkendali
Indramayu – Kepedulian TNI Angkatan Darat terhadap stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat kembali dibuktikan melalui langkah nyata di lapangan. Babinsa Koramil 1612/Lelea, Sertu Rusdi, melaksanakan kegiatan pemantauan harga kebutuhan pokok (sembako) di wilayah Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, guna memastikan ketersediaan dan kestabilan harga di tingkat masyarakat.
Kegiatan pemantauan tersebut dilaksanakan pada Selasa, 13 Januari 2026, mulai pukul 09.20 WIB hingga selesai, dengan menyasar sejumlah titik distribusi dan penjualan bahan kebutuhan pokok di wilayah Kecamatan Lelea. Langkah ini merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial TNI AD dalam mendukung program pemerintah menjaga stabilitas harga serta mengendalikan potensi inflasi daerah.
Babinsa Sertu Rusdi secara langsung melakukan pendataan harga berbagai komoditas strategis yang menjadi kebutuhan utama masyarakat sehari-hari. Pemantauan ini mencakup bahan pangan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, telur, daging, hingga gas elpiji 3 kilogram yang sangat dibutuhkan oleh rumah tangga.
Dari hasil pemantauan di lapangan, harga beras medium tercatat berada pada kisaran Rp13.000 per kilogram untuk eceran dan Rp12.000 per kilogram untuk grosir. Sementara itu, minyak goreng dijual dengan harga Rp20.000 per kilogram eceran dan Rp19.500 per kilogram grosir. Harga tersebut dinilai masih relatif stabil dan dapat dijangkau oleh masyarakat.
Untuk komoditas bawang merah, harga bervariasi tergantung kualitas. Bawang merah super tercatat Rp38.000 per kilogram eceran dan Rp35.000 per kilogram grosir, sedangkan bawang merah ukuran sedang berada di angka Rp32.000 per kilogram eceran dan Rp30.000 per kilogram grosir. Adapun bawang putih dijual dengan harga Rp38.000 per kilogram eceran dan Rp36.000 per kilogram grosir.
Harga telur ayam berada di kisaran Rp30.000 per kilogram eceran dan Rp29.500 per kilogram grosir. Untuk komoditas gula pasir, harga tercatat Rp18.000 per kilogram eceran dan Rp17.300 per kilogram grosir, sementara gula batu berada di angka Rp18.000 per kilogram eceran dan Rp17.800 per kilogram grosir.
Komoditas lainnya seperti garam dijual dengan harga Rp4.000 per kilogram eceran dan Rp3.500 per kilogram grosir. Untuk produk susu kaleng, merek Omela dijual seharga Rp14.000 per kaleng, sedangkan merek Bendera mencapai Rp17.000 per kaleng.
Sementara itu, harga daging sapi tercatat Rp130.000 per kilogram, sedangkan daging ayam broiler berada di kisaran Rp38.000 per kilogram eceran dan Rp35.000 per kilogram grosir. Untuk kebutuhan energi rumah tangga, gas elpiji 3 kilogram dijual dengan harga Rp19.000 eceran dan Rp18.000 grosir.
Komoditas pangan lainnya seperti kedelai dan jagung juga terpantau stabil. Harga kedelai berada di angka Rp14.000 per kilogram eceran dan Rp12.000 per kilogram grosir, sedangkan jagung dijual Rp11.000 per kilogram eceran dan Rp10.000 per kilogram grosir.
Sertu Rusdi menegaskan bahwa kegiatan pemantauan ini bertujuan untuk memastikan tidak terjadi lonjakan harga yang dapat memberatkan masyarakat, sekaligus sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi kelangkaan bahan pokok. “Babinsa hadir untuk memastikan distribusi dan harga kebutuhan pokok tetap stabil, sehingga masyarakat merasa aman dan terlindungi,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah Kecamatan Lelea terpantau aman, tertib, dan kondusif. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat mendapat respons positif dari para pedagang maupun warga, yang menilai langkah ini sebagai bentuk kepedulian nyata TNI terhadap kondisi ekonomi rakyat.
Hasil pemantauan ini selanjutnya dilaporkan kepada Dandim 0616/Indramayu sebagai bahan evaluasi dan koordinasi lebih lanjut. Dokumentasi kegiatan pun telah dilampirkan sebagai laporan resmi.
