Babinsa Sigap Terjun ke Sawah, Banjir Rendam Pesawahan Sliyeg Lor Langsung Ditinjau untuk Selamatkan Produksi Pangan Indramayu
Indramayu — Peran aktif TNI melalui Babinsa kembali terlihat nyata dalam menjaga ketahanan pangan dan keselamatan masyarakat. Babinsa Desa Sliyeg Lor, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, bergerak cepat meninjau langsung lahan pesawahan yang terdampak banjir akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut, Senin (19/1/2026).
Kegiatan peninjauan dilaksanakan sejak pukul 09.00 WIB di area pesawahan Blok Lengkong, Desa Sliyeg Lor. Banjir yang merendam area pertanian tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu pertumbuhan tanaman padi dan berpotensi menimbulkan kerugian bagi para petani. Kehadiran Babinsa di lapangan menjadi bentuk nyata kepedulian TNI terhadap sektor pertanian sebagai penopang utama ketahanan pangan nasional.
Babinsa Sliyeg Lor, Serma Sarwika, turun langsung ke areal persawahan bersama perangkat desa dan perwakilan masyarakat setempat. Dalam kegiatan tersebut, Babinsa tidak hanya melakukan peninjauan visual terhadap lahan yang tergenang air, tetapi juga melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi bibit padi yang telah ditanam.
“Peninjauan ini penting untuk mengetahui sejauh mana dampak banjir terhadap tanaman padi, sehingga langkah-langkah antisipasi dapat segera dilakukan,” ujar Serma Sarwika di sela kegiatan. Ia menegaskan bahwa Babinsa akan selalu hadir mendampingi masyarakat, khususnya para petani, dalam menghadapi berbagai permasalahan di wilayah binaannya.
Selain mengecek kondisi tanaman, Babinsa juga menaruh perhatian serius pada saluran irigasi dan saluran pembuangan air. Salah satu fokus utama adalah memastikan tidak adanya penyumbatan pada saluran penghubung irigasi yang dapat memperparah genangan air di area persawahan. Pengecekan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan aliran air tetap lancar sehingga air banjir dapat segera surut.
Dalam kesempatan tersebut, Babinsa juga memberikan imbauan langsung kepada masyarakat dan para petani agar saling peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar. Warga diminta untuk aktif membersihkan saluran air di masing-masing areal pesawahan apabila ditemukan penyumbatan, sebagai langkah percepatan penanganan banjir.
“Gotong royong menjadi kunci utama. Jika saluran air bersih dan tidak tersumbat, maka genangan air akan lebih cepat surut dan tanaman padi bisa terselamatkan,” tambahnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Lambang Desa Sliyeg Lor, Bapak Dini, serta Malang Desa Sliyeg Lor, Bapak Karyoto. Sinergi antara Babinsa, perangkat desa, dan masyarakat ini mencerminkan kuatnya kolaborasi lintas unsur dalam menghadapi bencana alam yang berdampak langsung pada sektor pertanian.
Langkah cepat Babinsa dalam merespons dampak banjir ini mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Para petani merasa terbantu dengan kehadiran aparat kewilayahan yang tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga solusi konkret di lapangan. Kehadiran Babinsa dinilai mampu memberikan semangat dan kepercayaan bahwa permasalahan yang dihadapi petani tidak dibiarkan begitu saja.
Kegiatan peninjauan berakhir sekitar pukul 10.30 WIB dan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. Hasil peninjauan ini selanjutnya akan menjadi bahan koordinasi dengan pihak terkait guna menentukan langkah lanjutan apabila diperlukan, termasuk upaya mitigasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Melalui kegiatan ini, Babinsa kembali menegaskan perannya sebagai ujung tombak TNI AD di wilayah, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat. TNI bersama rakyat, kuat dan selalu hadir di setiap kondisi.
