Babinsa Sliyeg Lor Bergerak di Musim Rendeng! TNI Ingatkan Larangan Listrik di Sawah dan Serukan Kerukunan Warga
Indramayu – Menjelang masuknya musim tanam rendeng, peran TNI melalui aparat teritorial kembali terlihat nyata di tengah masyarakat pedesaan. Babinsa Desa Sliyeg Lor, Koramil wilayah Kodim 0616/Indramayu, Serma Sarwika, melaksanakan kegiatan pendampingan pertanian sekaligus komunikasi sosial bersama para petani di Blok Tanjan, Desa Sliyeg Lor, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Selasa (20/1/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut berlangsung di area persawahan dan menjadi momentum penting untuk menyatukan persepsi antara aparat kewilayahan dan petani dalam menghadapi musim rendeng. Tidak hanya membahas kesiapan teknis pertanian, pendampingan ini juga menyentuh aspek sosial, keamanan lingkungan, hingga kesehatan masyarakat.
Dalam dialog yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, Serma Sarwika menekankan larangan penggunaan aliran listrik untuk menjaga tanaman atau benih padi. Ia mengingatkan bahwa praktik tersebut sangat berbahaya dan telah dilarang sesuai dengan anjuran Bupati Indramayu. Selain berisiko menimbulkan kecelakaan fatal, penggunaan listrik di sawah juga dapat mengganggu keamanan dan keselamatan warga sekitar.
“Keselamatan jiwa adalah yang utama. Kami mengajak para petani untuk mematuhi aturan pemerintah demi kebaikan bersama,” tegas Serma Sarwika di hadapan para petani.
Selain itu, Babinsa juga menggali kesiapan para petani dalam menyambut musim tanam rendeng. Mulai dari ketersediaan benih, kondisi lahan, hingga kesiapan tenaga kerja menjadi topik pembahasan. Pendampingan ini bertujuan memastikan proses tanam berjalan tepat waktu sehingga produktivitas pertanian dapat tetap optimal.
Tak kalah penting, Serma Sarwika mengajak seluruh warga Desa Sliyeg Lor untuk terus menjaga kerukunan dan keharmonisan antar masyarakat. Menurutnya, suasana kondusif di lingkungan desa menjadi faktor pendukung utama keberhasilan pembangunan, termasuk di sektor pertanian.
Dalam kesempatan tersebut, Babinsa juga mendorong warga untuk kembali mengaktifkan pos ronda atau sistem keamanan lingkungan (siskamling). Ia menegaskan bahwa menjaga keamanan bukan hanya tanggung jawab pamong desa atau aparat, melainkan kewajiban bersama seluruh warga. Dengan pos ronda yang aktif, potensi gangguan keamanan dapat dicegah sejak dini.
Isu kebersihan lingkungan pun turut menjadi perhatian. Serma Sarwika mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah preventif untuk menghindari penyakit, khususnya demam berdarah dengue (DBD) yang kerap meningkat saat musim hujan. Ia mengajak warga untuk rutin membersihkan lingkungan dan menghilangkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
Kegiatan pendampingan ini dihadiri oleh sejumlah petani setempat, di antaranya Bapak Sungeb, Bapak Ranto, dan Bapak Mista. Para petani menyambut baik kehadiran Babinsa dan mengapresiasi perhatian TNI terhadap persoalan pertanian dan kehidupan sosial di desa mereka. Menurut mereka, kehadiran Babinsa memberikan rasa aman sekaligus motivasi dalam menghadapi musim tanam.
“Kami merasa diperhatikan dan dibimbing. Arahan Babinsa sangat bermanfaat, bukan hanya soal pertanian, tapi juga keamanan dan kesehatan lingkungan,” ungkap salah satu petani.
Kegiatan pendampingan pertanian ini berakhir sekitar pukul 11.00 WIB dan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, serta lancar. Sinergi yang terjalin antara Babinsa dan masyarakat mencerminkan kuatnya kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Melalui kegiatan seperti ini, Kodim 0616/Indramayu menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, mendukung ketahanan pangan, menjaga stabilitas sosial, serta mendorong terciptanya lingkungan desa yang aman, sehat, dan harmonis.
