HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Batuud Peltu Wargana Monitoring Dampak Banjir di Blok Sukajadi Sukra, 19 Rumah Terdampak Luapan Saluran Pembuang


Indramayu — Luapan saluran pembuang di Blok Sukajadi, Desa Sukra, Kecamatan Sukra, kembali menyebabkan banjir yang berdampak pada permukiman warga. Babinsa setempat, Babinsa Peltu Wargana melaksanakan kegiatan monitoring terhadap warga terdampak banjir pada Senin (26/1/2026) mulai pukul 08.00 WIB di Blok Sukajadi RT 03/07 Desa Sukra.

Kegiatan monitoring ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pembinaan teritorial Kodim 0616/Indramayu dalam memastikan kondisi warga terdampak bencana serta mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat di lapangan. Banjir yang terjadi disebabkan oleh luapan saluran pembuang yang selama ini dikenal sebagai titik rawan banjir saat curah hujan tinggi.

Dalam kegiatan tersebut, Babinsa PLTU Wargan didampingi oleh Kuwu Desa Sukra Damuri, Lurah Warnata, Kepala Dusun Bakti, serta Ketua RT setempat Ibu Ini. Kehadiran unsur pemerintah desa dan aparat kewilayahan ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi dalam penanganan dampak banjir serta memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran.

Hasil monitoring di lapangan menunjukkan bahwa sekitar 19 rumah warga dengan jumlah kurang lebih 25 kepala keluarga (KK) terdampak banjir akibat luapan saluran pembuang tersebut. Genangan air masuk ke area permukiman warga, menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu dan sebagian perabot rumah tangga terendam.

Babinsa Peltu  Wargana menyampaikan bahwa kegiatan monitoring ini dilakukan untuk memperoleh data faktual kondisi warga terdampak, sekaligus sebagai bahan laporan kepada pimpinan dan instansi terkait guna penanganan lebih lanjut. Ia juga mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan masih tinggi dan kondisi saluran pembuang belum sepenuhnya normal.

“Kami melakukan pendataan rumah warga yang terdampak dan berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk langkah-langkah penanganan. Warga kami imbau tetap waspada, mengamankan barang-barang penting, serta mengikuti arahan aparat jika kondisi memburuk,” ujar Babinsa di sela kegiatan monitoring.

Kuwu Desa Sukra Damuri menyampaikan bahwa wilayah Blok Sukajadi memang termasuk daerah langganan banjir, terutama saat hujan deras turun dalam waktu lama. Pemerintah desa bersama aparat kewilayahan terus berupaya melakukan langkah mitigasi, termasuk pembersihan saluran air dan koordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan jangka panjang.

Sementara itu, Lurah Warnata menambahkan bahwa pihak desa akan segera mengusulkan penanganan teknis terhadap saluran pembuang yang meluap, agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap musim hujan. Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah ke saluran air yang dapat memperparah penyumbatan.

Selama kegiatan monitoring berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif. Aparat kewilayahan terus melakukan pemantauan perkembangan situasi serta berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk memastikan keselamatan dan kebutuhan warga terdampak dapat terpenuhi.

Kegiatan monitoring dampak banjir ini merupakan bagian dari peran aktif Babinsa dalam mendukung penanggulangan bencana di wilayah binaan. Dengan kehadiran Babinsa dan unsur pemerintah desa di tengah masyarakat, diharapkan penanganan dampak banjir dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Posting Komentar