HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Danramil Sliyeg Kawal Sosialisasi Sergap GKP Bulog, Petani Indramayu Siap Hadapi Panen Raya 2026


Indramayu — Upaya penguatan ketahanan pangan nasional terus digencarkan menjelang musim panen raya 2026. Salah satu langkah strategis dilakukan melalui kegiatan sosialisasi dan silaturahmi Serapan Gabah Kering Panen (Sergap GKP) oleh Perum Bulog Indramayu yang berlangsung di Desa Tugu, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Senin (26/1/2026). Kegiatan tersebut turut mendapat pengawalan langsung dari Babinsa Desa Tugu, Serka Dadan Wahyudin, sebagai wujud sinergi TNI dengan petani dan instansi terkait.

Kegiatan yang digelar di kediaman Ketua KTNA Kabupaten Indramayu, H. Sutatang, itu dimulai sekitar pukul 09.30 WIB dan dihadiri sejumlah pihak penting. Di antaranya Kepala Bulog Indramayu Sri Wahyuni beserta rombongan, Danramil 1607/Sliyeg Letda Cke Anton Susilo, S.Kom., Ketua KTNA Kabupaten Indramayu H. Sutatang, Ketua KTNA Kecamatan Sliyeg H. Asnanto, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Tugu Erdono, Babinsa Desa Tugu Serka Dadan Wahyudin, serta tokoh masyarakat tani H. Mulyani.

Dalam kegiatan tersebut, Bulog Indramayu menyampaikan kebijakan dan mekanisme Sergap GKP menjelang musim panen tahun 2026. Sosialisasi ini menjadi langkah penting untuk memastikan petani mendapatkan kepastian harga dan akses pasar yang adil, sekaligus menjaga stabilitas stok beras nasional.

Kepala Bulog Indramayu Sri Wahyuni dalam pemaparannya menegaskan bahwa Bulog siap menyerap gabah petani dengan harga Rp 6.500 per kilogram sesuai ketentuan pemerintah. Ia juga mengingatkan pentingnya kualitas gabah yang dipanen pada waktu yang tepat agar memenuhi standar penyerapan. “Kami ingin petani Indramayu merasa aman dan terlindungi. Bulog hadir untuk menyerap hasil panen petani dengan harga yang sudah ditetapkan, sehingga petani tidak dirugikan oleh fluktuasi pasar,” ujarnya.

Peran Babinsa dalam kegiatan ini menjadi sorotan utama. Serka Dadan Wahyudin menegaskan komitmen TNI untuk terus mendampingi petani, mulai dari proses tanam hingga panen dan distribusi hasil pertanian. Menurutnya, keterlibatan Babinsa dan PPL sangat penting dalam menyampaikan informasi kebijakan Sergap GKP kepada petani di lapangan. “Kami siap membantu memberikan pemahaman kepada petani agar mereka mengetahui bahwa Bulog akan menyerap gabah mereka, asalkan kualitas panen sesuai standar. Ini demi kesejahteraan petani dan ketahanan pangan nasional,” kata Serka Dadan.

Ketua KTNA Kabupaten Indramayu H. Sutatang menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai sosialisasi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi antara petani, pemerintah, Bulog, dan TNI. “Dengan adanya sinergi seperti ini, petani lebih percaya diri menghadapi panen raya. Kami berharap penyerapan gabah berjalan optimal dan petani mendapatkan keuntungan yang layak,” ujarnya.

Danramil 1607/Sliyeg Letda Cke Anton Susilo, S.Kom., juga menegaskan bahwa TNI melalui Babinsa akan terus berperan aktif dalam mendukung program pemerintah di sektor pertanian. Ia menilai Sergap GKP bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga bagian dari strategi pertahanan negara melalui ketahanan pangan. “Ketahanan pangan adalah bagian dari ketahanan nasional. Karena itu, kami mendukung penuh kegiatan ini,” tegasnya.

Kegiatan sosialisasi dan silaturahmi ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara Bulog, KTNA, PPL, petani, dan TNI. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan arahan teknis mengenai mekanisme penyerapan gabah serta peran PPL dan Babinsa dalam menyampaikan informasi kepada petani di tingkat desa. Harapannya, seluruh petani di wilayah Indramayu memahami bahwa Bulog siap menyerap gabah mereka dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah.

Acara berlangsung dalam suasana akrab dan penuh diskusi konstruktif. Para petani dan tokoh masyarakat yang hadir menyampaikan berbagai masukan terkait kondisi panen, kualitas gabah, serta tantangan distribusi hasil pertanian. Diskusi tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Bulog dan instansi terkait dalam menyempurnakan pelaksanaan Sergap GKP tahun 2026.

Sekitar pukul 11.30 WIB, kegiatan sosialisasi dan silaturahmi resmi ditutup. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar. Dokumentasi kegiatan juga telah dilampirkan sebagai bahan laporan resmi.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan sinergi antara Bulog, TNI, penyuluh pertanian, dan petani semakin kuat. Babinsa Serka Dadan Wahyudin pun kembali menegaskan komitmennya untuk terus berada di tengah-tengah petani, memastikan informasi tersampaikan, dan mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional yang berkelanjutan.

Posting Komentar