Harga Sembako Bergejolak! Babinsa TNI Turun Langsung ke Pasar Dukuhjati, Warga Krangkeng Diminta Tetap Tenang
Indramayu – Dinamika harga kebutuhan pokok kembali menjadi perhatian serius aparat kewilayahan. Untuk memastikan stabilitas harga serta menjaga ketertiban aktivitas ekonomi masyarakat, Babinsa Koramil 1610/Krangkeng, Kodim 0616/Indramayu, melaksanakan monitoring langsung harga sembako di Pasar Dukuhjati, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Selasa (20/1/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya TNI AD dalam mendukung pengendalian inflasi daerah dan menjaga ketahanan pangan masyarakat.
Kegiatan monitoring tersebut dilaksanakan mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai oleh Koptu Iwan, Babinsa Koramil 1610/Krangkeng. Dengan menyambangi kios-kios pedagang dan berinteraksi langsung dengan penjual serta pembeli, Babinsa melakukan pengecekan harga bahan pokok strategis yang paling dibutuhkan masyarakat sehari-hari. Kehadiran aparat TNI di tengah aktivitas pasar tradisional ini sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga.
Pasar Dukuhjati merupakan salah satu pusat perputaran ekonomi masyarakat Kecamatan Krangkeng. Setiap hari, pasar ini menjadi tempat transaksi utama berbagai komoditas pangan, mulai dari beras, minyak goreng, hingga bahan protein hewani. Oleh karena itu, fluktuasi harga di pasar ini menjadi indikator penting kondisi ekonomi masyarakat setempat.
Dari hasil monitoring yang dilakukan, ditemukan adanya sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga. Untuk komoditas beras, harga saat ini tercatat sebesar Rp12.000 per kilogram dan mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya. Minyak goreng masih terpantau stabil di harga Rp16.000 per kilogram. Namun, harga telur ayam mengalami kenaikan signifikan dan kini berada di angka Rp38.000 per kilogram.
Pada sektor protein hewani, harga daging ayam terpantau stabil di kisaran Rp38.000 per kilogram. Sementara itu, daging sapi mengalami kenaikan harga dan saat ini dijual seharga Rp150.000 per kilogram. Kondisi ini menjadi perhatian karena daging sapi merupakan salah satu komoditas yang kerap memicu inflasi apabila terjadi lonjakan harga.
Tidak hanya itu, sejumlah kebutuhan dapur lainnya juga mengalami kenaikan harga. Gula pasir kini dijual dengan harga Rp16.000 per kilogram. Bawang merah mengalami kenaikan cukup tinggi hingga mencapai Rp48.000 per kilogram, sementara bawang putih tercatat di angka Rp42.000 per kilogram. Kacang kedelai sebagai bahan baku utama tahu dan tempe juga mengalami kenaikan menjadi Rp19.000 per kilogram. Adapun jagung, yang banyak digunakan untuk pakan ternak, kini berada di harga Rp11.000 per kilogram.
Koptu Iwan menyampaikan bahwa kenaikan harga sejumlah komoditas tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya distribusi barang, ketersediaan stok dari pemasok, serta meningkatnya permintaan masyarakat. Meski demikian, secara umum kondisi pasar masih berjalan normal dan tidak ditemukan adanya praktik penimbunan atau gangguan distribusi.
“Kegiatan monitoring ini merupakan tugas rutin Babinsa sebagai bagian dari pembinaan teritorial. Kami ingin memastikan harga sembako terpantau, sekaligus mendengar langsung keluhan pedagang dan masyarakat,” ujar Koptu Iwan di sela-sela kegiatan.
Selain melakukan pencatatan harga, Babinsa juga memberikan imbauan kepada pedagang agar tetap menjual barang sesuai harga wajar dan tidak memanfaatkan situasi untuk mencari keuntungan berlebihan. Kepada masyarakat, Babinsa mengajak untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan yang dapat memicu kelangkaan barang.
Selama pelaksanaan kegiatan monitoring, situasi Pasar Dukuhjati terpantau aman, tertib, dan kondusif. Aktivitas jual beli berlangsung lancar tanpa kendala berarti. Warga menyambut positif kehadiran Babinsa yang dinilai aktif dan peduli terhadap kondisi ekonomi masyarakat di wilayahnya.
Hasil monitoring harga sembako ini selanjutnya akan dilaporkan secara berjenjang kepada Komando Atas sebagai bahan evaluasi dan koordinasi dengan instansi terkait. Kodim 0616/Indramayu melalui jajaran Koramil menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, memastikan stabilitas harga, menjaga ketahanan pangan, serta mendukung kesejahteraan warga Kabupaten Indramayu.
