HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

HARGA SEMBAKO BERGEJOLAK! KORAMIL KRANGKENG MONITORING PASAR SINGAKERTA, SEBAGIAN KOMODITAS ALAMI KENAIKAN


Indramayu, 28 Januari 2026 – Jajaran TNI melalui Koramil 1610/Krangkeng, Kodim 0616/Indramayu, melaksanakan kegiatan monitoring harga bahan pokok (sembako) di wilayah Kecamatan Krangkeng. Kegiatan tersebut dilakukan pada Rabu (28/1/2026) mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai di PD Pasar Singakerta, Desa Singakerta, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu.

Monitoring harga sembako dilaksanakan oleh Serka Tarkim sebagai bagian dari tugas pembinaan teritorial dan pengawasan stabilitas ekonomi masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan harga kebutuhan pokok di pasar tradisional serta mendeteksi dini potensi lonjakan harga yang dapat berdampak pada daya beli masyarakat.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, diperoleh data harga sembako sebagai berikut:
Beras berada di kisaran Rp12.000 per kilogram dan mengalami penurunan harga. Minyak goreng tercatat stabil di harga Rp17.000 per kilogram. Sementara itu, telur ayam mengalami kenaikan dengan harga Rp29.000 per kilogram. Daging ayam juga naik dan berada di kisaran Rp40.000 per kilogram, sedangkan daging sapi tercatat Rp130.000 per kilogram dan mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan.

Komoditas gula pasir tercatat Rp16.000 per kilogram dan mengalami kenaikan. Bawang merah berada di harga Rp48.000 per kilogram, sedangkan bawang putih Rp42.000 per kilogram, keduanya juga mengalami kenaikan. Kacang kedelai tercatat Rp19.000 per kilogram dan mengalami kenaikan harga, sementara jagung berada di kisaran Rp11.000 per kilogram dengan tren kenaikan.

Serka Tarkim menjelaskan bahwa fluktuasi harga sembako dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain kondisi cuaca, distribusi barang, serta permintaan pasar. Intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir turut memengaruhi distribusi hasil pertanian dan peternakan, sehingga berdampak pada kenaikan harga sejumlah komoditas pangan.

“Kegiatan monitoring ini dilakukan secara rutin untuk mengetahui perkembangan harga di pasar. Data ini selanjutnya dilaporkan secara berjenjang sebagai bahan evaluasi dan koordinasi dengan instansi terkait,” ujar Serka Tarkim di sela-sela kegiatan.

Koramil 1610/Krangkeng menegaskan bahwa pemantauan harga sembako merupakan bagian dari peran TNI dalam mendukung stabilitas wilayah, khususnya di bidang ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat. Informasi yang diperoleh dari lapangan akan menjadi bahan koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat terkait, serta instansi pengawas perdagangan guna mengantisipasi potensi gejolak harga yang merugikan masyarakat.

Selain melakukan pendataan harga, Babinsa juga melakukan komunikasi dengan pedagang dan pembeli untuk mengetahui kondisi distribusi barang dan daya beli masyarakat. Beberapa pedagang menyampaikan bahwa kenaikan harga dipengaruhi oleh pasokan yang terbatas serta biaya distribusi yang meningkat akibat kondisi cuaca.

Selama kegiatan monitoring berlangsung, situasi di PD Pasar Singakerta terpantau aman, tertib, dan kondusif. Aktivitas jual beli berjalan normal, dan tidak ditemukan adanya gangguan keamanan maupun ketertiban.

Kodim 0616/Indramayu melalui jajaran Koramil Krangkeng menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pemantauan kondisi sosial ekonomi di wilayah binaan. Monitoring harga sembako akan terus dilakukan secara berkala guna memastikan stabilitas harga dan menjaga daya beli masyarakat tetap terjaga.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan pemerintah daerah dan pihak terkait dapat mengambil langkah-langkah strategis dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga bahan pokok, sehingga kesejahteraan masyarakat di wilayah Kabupaten Indramayu tetap terpelihara.

Posting Komentar