Kopda Saep Pajarudin Pimpin Gropyokan Tikus di Desa Loyang, TNI–Petani Bersatu Hadapi Musim Tanam 2025/2026
Indramayu, 30 Januari 2026 – Upaya menjaga ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Indramayu kembali ditunjukkan melalui aksi nyata di lapangan. Babinsa Desa Loyang, Koramil 1613/Terisi, Kopda Saep Pajarudin, memimpin langsung kegiatan gropyokan hama tikus di Desa Loyang, Kecamatan Cikedung, Jumat (30/1/2026) pagi. Kegiatan ini dilaksanakan mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai sebagai langkah antisipatif dalam menghadapi musim tanam padi I tahun 2025/2026.
Gropyokan hama tikus merupakan salah satu metode pengendalian hama terpadu yang dilakukan secara gotong royong oleh petani, aparat desa, dan unsur terkait. Tikus dikenal sebagai salah satu hama utama tanaman padi yang dapat menyebabkan kerugian besar bagi petani jika tidak dikendalikan sejak dini. Oleh karena itu, kegiatan ini menjadi bagian penting dari strategi menjaga produktivitas pertanian di wilayah Cikedung.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai unsur, di antaranya Ketua Gapoktan Bina Makmur, Bapak Wirya, Babinsa Desa Loyang Kopda Saep Pajarudin, personel Yon TP 889/GW Kompi Pertanian yang dipimpin Serda Yiyi Karyono bersama 11 personel, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Loyang Ibu Retno beserta dua orang staf, Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kecamatan Cikedung Bapak Orien Adhi Luhung, pamong Desa Loyang, serta masyarakat petani setempat.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta menyisir area persawahan dan lahan pertanian yang berpotensi menjadi sarang tikus. Dengan peralatan sederhana seperti tongkat, jaring, dan alat tradisional lainnya, mereka bersama-sama melakukan pembongkaran lubang-lubang tikus serta pemasangan perangkap untuk menekan populasi hama. Kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi petani tentang pentingnya pengendalian hama secara kolektif dan berkelanjutan.
Kopda Saep Pajarudin menyampaikan bahwa gropyokan hama tikus merupakan bentuk sinergi antara TNI, petani, dan instansi pertanian dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Menurutnya, peran Babinsa tidak hanya terbatas pada bidang keamanan, tetapi juga dalam mendukung sektor pertanian sebagai salah satu pilar kesejahteraan masyarakat.
“Kegiatan ini kami laksanakan sebagai langkah antisipasi menghadapi musim tanam padi. Hama tikus sangat merugikan petani jika tidak dikendalikan sejak awal. Dengan gropyokan bersama, diharapkan populasi tikus dapat ditekan sehingga hasil panen nanti bisa maksimal,” ujar Kopda Saep Pajarudin di sela kegiatan.
Ketua Gapoktan Bina Makmur, Bapak Wirya, mengapresiasi keterlibatan Babinsa dan unsur TNI dalam kegiatan pertanian. Ia menilai kehadiran aparat TNI memberikan motivasi dan semangat bagi petani untuk terus menjaga lahan pertanian mereka dari serangan hama.
“Kami sangat terbantu dengan adanya Babinsa dan personel TNI yang turun langsung ke sawah. Ini menunjukkan kepedulian TNI terhadap petani dan ketahanan pangan. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan secara rutin,” ungkapnya.
Sementara itu, PPL Desa Loyang, Ibu Retno, menjelaskan bahwa pengendalian hama tikus harus dilakukan secara terpadu, mulai dari sanitasi lahan, pengelolaan lingkungan, hingga penggunaan perangkap dan metode gropyokan. Menurutnya, keterlibatan semua pihak sangat penting untuk memutus siklus perkembangbiakan tikus yang cepat.
Petugas POPT Kecamatan Cikedung, Bapak Orien Adhi Luhung, juga menekankan bahwa gropyokan hama tikus secara serentak merupakan salah satu cara efektif untuk menekan populasi hama di awal musim tanam. Ia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran petani akan pentingnya pengendalian hama sejak dini.
Kegiatan gropyokan hama tikus di Desa Loyang berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh semangat kebersamaan. Para petani terlihat antusias mengikuti kegiatan, mengingat dampak serangan tikus terhadap hasil panen yang selama ini menjadi momok bagi mereka. Sinergi antara TNI, pemerintah desa, penyuluh pertanian, dan masyarakat menjadi contoh nyata kolaborasi lintas sektor dalam mendukung ketahanan pangan.
Kegiatan ini sejalan dengan program Kodim 0616/Indramayu dalam mendukung swasembada pangan dan penguatan sektor pertanian di wilayah teritorialnya. Babinsa sebagai ujung tombak satuan teritorial terus berperan aktif dalam mendampingi petani, mulai dari masa tanam hingga panen, termasuk dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman.
Dengan adanya kegiatan gropyokan hama tikus ini, diharapkan musim tanam padi I tahun 2025/2026 di Desa Loyang dapat berjalan lancar dengan hasil panen yang optimal. Kehadiran TNI di tengah-tengah petani menjadi bukti nyata bahwa ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama, demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat dan kemandirian pangan nasional.
