Koptu Budiarso Pantau Harga Sembako di Krangkeng, Telur dan Daging Sapi Melonjak Tajam
Indramayu — Babinsa Koramil 1610/Krangkeng, Koptu Budiarso, melakukan monitoring harga kebutuhan pokok (sembako) di Pasar Desa Singakerta, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, pada Minggu (25/1/2026). Kegiatan ini dilaksanakan sejak pukul 09.00 WIB hingga selesai sebagai bagian dari tugas pembinaan teritorial TNI AD untuk memastikan stabilitas harga pangan di wilayah binaan.
Dalam pemantauan tersebut, Koptu Budiarso mencatat sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga, sementara beberapa bahan pokok lainnya masih terpantau stabil. Monitoring harga sembako ini penting dilakukan untuk mengantisipasi gejolak harga yang dapat berdampak langsung pada daya beli masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang fluktuatif.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, harga beras masih relatif stabil di angka Rp15.800 per kilogram. Minyak goreng juga terpantau tidak mengalami perubahan, dijual dengan harga Rp16.000 per kilogram. Daging ayam berada di kisaran Rp38.000 per kilogram dan masih berada pada level harga yang sama seperti sebelumnya. Jagung pun tercatat stabil dengan harga Rp11.000 per kilogram.
Namun demikian, sejumlah komoditas strategis mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. Telur ayam tercatat naik dan kini berada di kisaran Rp38.000 per kilogram. Daging sapi mengalami lonjakan harga hingga Rp150.000 per kilogram, yang menjadi salah satu komoditas dengan harga tertinggi di pasar tersebut. Selain itu, gula pasir naik menjadi Rp16.000 per kilogram, sementara bawang merah dan bawang putih masing-masing mencapai Rp48.000 dan Rp42.000 per kilogram. Kacang kedelai juga mengalami kenaikan dan kini dijual seharga Rp19.000 per kilogram.
Koptu Budiarso menyampaikan bahwa kegiatan monitoring harga sembako merupakan bagian dari upaya TNI untuk mendukung stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan di daerah. Dengan melakukan pemantauan secara langsung di pasar tradisional, Babinsa dapat mengetahui dinamika harga dan kondisi distribusi bahan pokok di tingkat pedagang maupun konsumen.
“Monitoring harga sembako ini rutin dilakukan untuk mengetahui perkembangan harga kebutuhan pokok masyarakat. Jika terjadi kenaikan yang signifikan, hasil pemantauan akan dilaporkan ke komando atas dan instansi terkait agar dapat dilakukan langkah antisipasi,” ujar Koptu Budiarso di sela-sela kegiatan.
Menurutnya, fluktuasi harga sembako dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti ketersediaan pasokan, distribusi, biaya produksi, serta faktor musiman. Kenaikan harga telur ayam dan daging sapi, misalnya, diduga dipicu oleh meningkatnya permintaan dan terbatasnya pasokan di tingkat peternak. Sementara kenaikan harga bawang merah dan bawang putih bisa dipengaruhi oleh faktor cuaca dan distribusi dari daerah penghasil.
Selain mencatat harga, Koptu Budiarso juga berinteraksi dengan para pedagang dan pembeli untuk mengetahui kondisi pasar secara langsung. Ia memastikan aktivitas jual beli berlangsung tertib dan aman, tanpa adanya gangguan keamanan maupun praktik penimbunan barang.
“Kami juga mengimbau para pedagang untuk tidak melakukan penimbunan atau permainan harga yang dapat merugikan masyarakat. Pasar harus tetap berjalan secara sehat, sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga yang wajar,” tambahnya.
Kegiatan monitoring harga sembako ini mendapat respons positif dari pedagang dan masyarakat. Para pedagang menilai kehadiran Babinsa di pasar memberikan rasa aman dan menambah kepercayaan masyarakat terhadap stabilitas harga. Sementara itu, masyarakat berharap pemerintah daerah dan instansi terkait dapat mengambil langkah konkret untuk menekan kenaikan harga bahan pokok yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Dandim 0616/Indramayu melalui jajaran Koramil terus mendorong Babinsa di wilayahnya untuk aktif memantau kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Pemantauan harga sembako menjadi salah satu indikator penting dalam menjaga stabilitas wilayah, mengingat kebutuhan pokok berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat.
Secara keseluruhan, kegiatan monitoring harga sembako di Pasar Singakerta berjalan tertib, aman, dan lancar. Hasil pemantauan ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pihak terkait dalam merumuskan kebijakan pengendalian harga dan menjaga ketersediaan bahan pokok di Kabupaten Indramayu.
Dengan adanya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, diharapkan stabilitas harga sembako dapat terjaga, sehingga daya beli masyarakat tetap terpelihara dan ketahanan pangan daerah semakin kuat.
