HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Koramil 1610/Krangkeng Laksanakan Monitoring Harga Sembako di Desa Srengseng


Indramayu – Dalam rangka menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok serta memantau perkembangan harga sembako di wilayah binaan, anggota Koramil 1610/Krangkeng melaksanakan kegiatan monitoring harga sembako di wilayah Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, pada Minggu (18/01/2026).

Kegiatan monitoring tersebut dimulai pada pukul 08.00 WIB hingga selesai dan dilaksanakan oleh anggota Koramil 1610/Krangkeng, Serda Mashur. Adapun lokasi monitoring berada di Toko Ibu Enci yang beralamat di Desa Srengseng, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu. Monitoring ini bertujuan untuk memperoleh data aktual terkait harga kebutuhan pokok masyarakat sekaligus memastikan ketersediaan sembako di tingkat pedagang.

Dari hasil pemantauan di lapangan, diperoleh data bahwa sebagian besar harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan, meskipun terdapat beberapa komoditas yang relatif stabil bahkan menurun. Hal ini menunjukkan adanya dinamika harga pasar yang perlu terus dipantau guna mengantisipasi dampak terhadap daya beli masyarakat.

Untuk komoditas beras, harga tercatat sebesar Rp12.000 per kilogram dan mengalami penurunan dibandingkan harga sebelumnya. Sementara itu, harga minyak goreng berada di angka Rp17.000 per kilogram dan terpantau masih stabil atau tidak mengalami perubahan. Kondisi ini dinilai cukup membantu masyarakat, mengingat beras dan minyak goreng merupakan kebutuhan pokok utama dalam kehidupan sehari-hari.

Namun demikian, sejumlah bahan pangan lainnya terpantau mengalami kenaikan harga. Telur ayam dijual dengan harga Rp29.000 per kilogram, sedangkan daging ayam berada pada kisaran Rp40.000 per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada harga daging sapi yang mencapai Rp130.000 per kilogram. Selain itu, harga gula pasir tercatat sebesar Rp16.000 per kilogram dan turut mengalami kenaikan.

Komoditas bumbu dapur juga menunjukkan tren harga yang meningkat. Bawang merah dijual dengan harga Rp48.000 per kilogram dan bawang putih Rp42.000 per kilogram. Kenaikan harga tersebut diduga dipengaruhi oleh faktor distribusi dan ketersediaan stok dari pemasok. Sementara itu, harga kacang kedelai tercatat sebesar Rp19.000 per kilogram dan jagung Rp11.000 per kilogram, yang keduanya juga mengalami kenaikan harga.

Serda Mashur menyampaikan bahwa kegiatan monitoring harga sembako ini merupakan bagian dari tugas aparat kewilayahan dalam membantu pemerintah memantau kondisi ekonomi masyarakat di tingkat bawah. Dengan adanya pemantauan rutin, diharapkan setiap perkembangan harga dapat segera dilaporkan sehingga dapat menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan bagi pihak terkait.

“Monitoring ini penting untuk mengetahui secara langsung kondisi harga di lapangan. Apabila terjadi kenaikan signifikan, data tersebut dapat segera dilaporkan ke komando atas untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Selama pelaksanaan monitoring, situasi di lokasi terpantau aman, tertib, dan lancar. Aktivitas jual beli masyarakat di Toko Ibu Enci berjalan normal tanpa adanya keluhan yang menonjol dari pembeli maupun pedagang. Ketersediaan barang kebutuhan pokok di toko tersebut juga masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan warga sekitar.

Dengan adanya kegiatan monitoring harga sembako ini, Koramil 1610/Krangkeng berharap dapat berkontribusi dalam menjaga stabilitas wilayah, khususnya di bidang ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat. Kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkala sebagai bentuk kepedulian TNI AD terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah binaan.

Posting Komentar