Peran Aktif Anggota Koramil Lelea di Musrenbangdes Tempel Kulon, TNI Hadir Mengawal Perencanaan Desa
Indramayu – Semangat demokrasi dan partisipasi warga kembali menguat dari tingkat desa. Pemerintah Desa Tempel Kulon, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Tahun Anggaran 2027 yang dirangkaikan dengan penetapan APBDes Tahun Anggaran 2026. Kegiatan strategis ini dilaksanakan pada Senin, 19 Januari 2026, mulai pukul 09.30 WIB hingga selesai, bertempat di Kantor Desa Tempel Kulon.
Musrenbangdes menjadi forum penting bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi sekaligus menentukan arah pembangunan desa ke depan. Forum ini dihadiri unsur pemerintah kecamatan, TNI-Polri, perangkat desa, lembaga desa, serta tokoh masyarakat yang bersama-sama menyusun prioritas pembangunan berbasis kebutuhan riil warga.
Danramil 1612/Lelea yang berhalangan hadir diwakili oleh Sertu Didi Edi selaku anggota Koramil 1612/Lelea. Kehadiran aparat kewilayahan TNI dalam Musrenbangdes ini menegaskan peran aktif Koramil dalam mendukung proses perencanaan pembangunan desa agar berjalan aman, tertib, dan selaras dengan kebijakan pemerintah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Kecamatan Lelea, Bapak Baman, S.Pd, Kasi Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kecamatan Lelea Bapak Ade Juliansah, serta Kuwu Desa Tempel Kulon, Ibu Tasih, yang secara langsung memimpin jalannya musyawarah. Dari unsur keamanan, hadir Babinkamtibmas Polsek Lelea Aiptu Jamidin, yang bersama TNI memastikan situasi kondusif selama kegiatan berlangsung.
Selain itu, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tempel Kulon, Bapak Sunarto, S.Pd.I, para tokoh adat, tokoh agama, ketua RW dan RT, serta masyarakat Desa Tempel Kulon tampak antusias mengikuti jalannya musyawarah. Kehadiran berbagai elemen ini mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan dan gotong royong dalam membangun desa.
Dalam Musrenbangdes tersebut, pemerintah desa memaparkan hasil pembangunan yang telah dilaksanakan sepanjang tahun 2025. Paparan ini menjadi bentuk transparansi kepada masyarakat terkait penggunaan anggaran dan capaian program desa. Selain itu, disampaikan pula rencana pembangunan yang akan dilaksanakan pada tahun 2026 sebagai dasar evaluasi dan kesinambungan program.
Sesi yang paling dinanti adalah penyampaian usulan dari masing-masing RT. Setiap RT diberi kesempatan mengajukan kebutuhan pembangunan, baik fisik maupun nonfisik, yang dianggap paling prioritas untuk direalisasikan pada tahun anggaran 2027. Usulan tersebut meliputi peningkatan infrastruktur lingkungan, sarana prasarana pelayanan masyarakat, hingga program pemberdayaan sosial dan ekonomi warga.
Sertu Didi Edi dalam keterangannya menyampaikan bahwa TNI, khususnya Koramil 1612/Lelea, siap mendukung setiap program pembangunan desa yang berpihak kepada kepentingan masyarakat. Menurutnya, Musrenbangdes merupakan wujud nyata perencanaan pembangunan dari bawah yang harus dijaga prosesnya agar benar-benar mencerminkan aspirasi warga.
Sementara itu, Kuwu Desa Tempel Kulon, Ibu Tasih, menegaskan bahwa seluruh usulan yang masuk akan dibahas dan diseleksi berdasarkan skala prioritas serta kemampuan anggaran desa. Ia berharap, hasil Musrenbangdes ini dapat menjadi pedoman pembangunan yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
Selama kegiatan berlangsung, suasana musyawarah berjalan tertib, lancar, dan penuh semangat kebersamaan. Tidak hanya menjadi agenda rutin tahunan, Musrenbangdes Tempel Kulon kali ini menjadi momentum penting dalam merajut kesepahaman antara pemerintah desa dan masyarakat untuk mewujudkan pembangunan desa yang maju, mandiri, dan sejahtera.
Dari Tempel Kulon, suara rakyat kembali menggema—menjadi fondasi kuat bagi arah pembangunan Desa Lelea menuju tahun 2027.
