Sang Prajurit TNI Sejati Peltu Wargana Pimpin Gropyokan Tikus Massal, 83 Hektare Sawah Sukra Diselamatkan Demi Ketahanan Pangan
INDRAMAYU – Komitmen TNI dalam menjaga ketahanan pangan nasional kembali ditunjukkan secara nyata di tingkat desa. Peltu Wargana, sosok Babinsa yang dikenal dekat dengan petani, memimpin langsung kegiatan gropyokan tikus di wilayah pertanian Desa Sukra, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, Selasa (27/1/2026). Aksi ini dilakukan di tengah musim tanam (MT) I Rendeng sebagai langkah strategis untuk melindungi tanaman padi dari serangan hama tikus yang kerap menyebabkan kerugian besar bagi petani.
Kegiatan gropyokan tikus dilaksanakan mulai pukul 08.00 WIB di Blok Embutan, wilayah Kelompok Tani (Poktan) Sri Asih, dengan luas lahan mencapai sekitar 83 hektare. Aksi massal ini melibatkan berbagai unsur pemerintah desa, petugas pertanian, mahasiswa, serta para petani penggarap sawah.
Peltu Wargana menegaskan bahwa gropyokan tikus merupakan langkah penting untuk menjaga produktivitas pertanian, khususnya pada musim tanam rendeng yang rawan serangan hama. “Jika tidak dikendalikan sejak dini, hama tikus bisa menurunkan hasil panen secara signifikan. Karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan bersama-sama,” ujarnya di sela kegiatan.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Desa Sukra, Kurdiyah selaku Kasi Ekbang, Ketua Poktan Sri Asih H. Sartifan, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Ibu Karini, Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Ziad Patmi, petugas Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Faizal Fahmi, SP, para petani penggarap, serta 17 mahasiswa KKN Universitas Padjadjaran yang turut membantu di lapangan.
Gropyokan tikus dilakukan secara gotong royong dengan metode pengasapan dan pembongkaran sarang tikus di pematang sawah serta area rawan persembunyian hama. Para petani terlihat antusias mengikuti kegiatan tersebut, mengingat serangan tikus menjadi salah satu ancaman terbesar bagi tanaman padi di wilayah Indramayu.
Perwakilan Poktan Sri Asih, H. Sartifan, menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat membantu petani dalam mengendalikan hama secara kolektif. Menurutnya, kerja sama lintas sektor antara TNI, pemerintah desa, penyuluh pertanian, dan petani menjadi kunci keberhasilan pengendalian hama. “Kalau dilakukan sendiri, hasilnya tidak maksimal. Dengan gropyokan massal seperti ini, dampaknya jauh lebih besar,” katanya.
Sementara itu, PPL Ibu Karini menjelaskan bahwa pengendalian hama terpadu harus dilakukan sejak awal musim tanam. Ia menilai kehadiran Babinsa dan aparat kewilayahan memberikan motivasi besar bagi petani untuk lebih peduli terhadap pengelolaan lahan dan pengendalian hama. “Ini contoh sinergi yang baik antara aparat dan petani,” ujarnya.
Mahasiswa KKN Universitas Padjadjaran yang ikut terlibat dalam kegiatan tersebut juga mengaku mendapatkan pengalaman langsung tentang praktik pertanian di lapangan. Mereka membantu petani dalam kegiatan gropyokan sekaligus melakukan edukasi tentang pengendalian hama ramah lingkungan kepada masyarakat setempat.
Peltu Wargana menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan teritorial TNI di bidang pertanian, sekaligus mendukung program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan. Menurutnya, keberhasilan sektor pertanian tidak hanya bergantung pada petani, tetapi juga pada dukungan seluruh elemen masyarakat.
“Ketahanan pangan adalah bagian dari ketahanan nasional. TNI akan terus hadir mendampingi petani, mulai dari pengolahan lahan, masa tanam, hingga pengendalian hama,” tegas Peltu Wargana.
Kegiatan gropyokan tikus di Blok Embutan berlangsung aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Aksi ini diharapkan mampu menekan populasi tikus secara signifikan, sehingga tanaman padi dapat tumbuh optimal dan hasil panen meningkat.
Langkah Peltu Wargana memimpin langsung kegiatan ini menjadi cerminan sosok prajurit sejati yang tidak hanya menjaga keamanan wilayah, tetapi juga hadir di tengah petani sebagai motor penggerak ketahanan pangan. Sinergi antara TNI, pemerintah desa, penyuluh pertanian, dan masyarakat menjadi kekuatan besar dalam mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan di Kabupaten Indramayu.
