Serbu Hama Jelang Tanam Rendeng! Sertu Didi Edi Pimpin Gerebek Tikus di Sawah Tempel Kulon Indramayu
Upaya melindungi lahan pertanian dari ancaman hama terus digencarkan menjelang masa tanam rendeng. Di Kabupaten Indramayu, aksi gerebek tikus kembali dilakukan sebagai langkah antisipatif agar petani tidak mengalami kerugian akibat serangan hama pengerat yang kerap merusak tanaman padi sejak awal musim tanam.
Kegiatan gerebek tikus ini dilaksanakan pada Rabu (14/1/2026) mulai pukul 08.00 WIB di Blok Tanggul, Desa Tempel Kulon, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu. Aksi tersebut menyasar area persawahan milik Kelompok Tani Sri Makmur yang diketuai oleh Dulah, dengan melibatkan berbagai unsur mulai dari aparat kewilayahan, pemerintah desa, hingga petani setempat.
Anggota Koramil 1612/Lelea, Sertu Didi Edi, bersama tiga personel lainnya turun langsung ke sawah untuk memimpin kegiatan gerebek tikus. Metode yang digunakan antara lain penyemprotan lubang tikus menggunakan pompa welirang, serta penggalian sarang tikus yang tersebar di sekitar pematang sawah. Langkah ini dinilai efektif untuk menekan populasi tikus sebelum masa tanam padi dimulai.
Sertu Didi Edi menjelaskan bahwa gerebek tikus merupakan bagian dari upaya pendampingan pertanian dalam menghadapi Musim Tanam I (tanam rendeng). Tikus sawah menjadi salah satu ancaman utama bagi petani karena dapat merusak tanaman sejak fase awal pertumbuhan hingga menjelang panen.
“Gerebek tikus ini dilakukan agar saat tanam rendeng dimulai, lahan sudah lebih aman dari hama. Kalau dibiarkan, tikus bisa menyebabkan kerugian besar bagi petani,” ujarnya di sela kegiatan.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak. Ketua UPTD Pertanian Kecamatan Lelea, Ir. Suharto, bersama anggota Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) turut hadir dan memberikan pendampingan teknis kepada petani. Menurutnya, pengendalian hama secara massal dan serentak jauh lebih efektif dibandingkan dilakukan secara individual.
“Kalau dilakukan bersama-sama seperti ini, hasilnya lebih maksimal. Tikus tidak sempat berpindah ke lahan lain,” kata Ir. Suharto.
Selain itu, Kuwu Desa Tempel Kulon, Tasih, juga hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas keterlibatan semua pihak dalam upaya melindungi lahan pertanian warganya. Menurutnya, sektor pertanian merupakan tulang punggung ekonomi desa yang harus dijaga bersama.
“Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini. Harapannya, petani bisa lebih tenang menghadapi musim tanam dan hasil panen ke depan bisa lebih baik,” ujar Tasih.
Ketua Kelompok Tani Sri Makmur, Dulah, mengungkapkan bahwa wilayah Blok Tanggul kerap menjadi habitat tikus sawah, terutama saat menjelang musim tanam. Karena itu, kegiatan gerebek tikus dinilai sangat membantu petani dalam mengurangi potensi serangan hama.
“Kalau tidak dibersihkan dari sekarang, nanti pas tanam bisa habis duluan sama tikus,” ungkapnya.
Sebanyak 25 orang masyarakat penggarap turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka bersama-sama menyisir area persawahan, menggali lubang sarang tikus, serta memastikan tidak ada titik-titik yang terlewat. Kebersamaan antara petani, aparat, dan pemerintah desa mencerminkan kuatnya semangat gotong royong di wilayah tersebut.
Kegiatan gerebek tikus berlangsung hingga pukul 11.30 WIB dan berakhir dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. Tidak hanya berdampak pada pengendalian hama, kegiatan ini juga mempererat sinergi antarinstansi dan masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan.
Dengan adanya aksi gerebek tikus ini, petani Desa Tempel Kulon diharapkan dapat memulai musim tanam rendeng dengan kondisi lahan yang lebih siap dan minim gangguan hama. Upaya preventif semacam ini dinilai sangat penting untuk menjaga produktivitas pertanian, khususnya di Indramayu yang dikenal sebagai salah satu lumbung padi nasional.
Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilakukan secara rutin dan terkoordinasi, sehingga ancaman hama tikus dapat ditekan dan kesejahteraan petani semakin meningkat.
