Serda Johan M Pantau Harga Sembako di Haurgeulis, Babinsa Pastikan Daya Beli Warga Tetap Terjaga
Indramayu – Upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok terus dilakukan jajaran TNI AD di wilayah Kabupaten Indramayu. Babinsa Koramil 1615/Haurgeulis, Serda Johan M, melaksanakan kegiatan pemantauan harga sembako di kios dan toko sembako wilayah Kecamatan Haurgeulis, Sabtu (31/1/2026).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut menyasar sejumlah kios dan toko sembako di desa binaan. Pemantauan dilakukan sebagai bagian dari tugas pembinaan teritorial Babinsa untuk memastikan ketersediaan bahan pokok serta menjaga agar harga tetap stabil dan terjangkau oleh masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Serda Johan M turun langsung ke lapangan untuk berinteraksi dengan para pedagang sekaligus mencatat perkembangan harga sejumlah komoditas strategis. Langkah ini dinilai penting, mengingat fluktuasi harga bahan pokok sangat berpengaruh terhadap daya beli masyarakat.
Berdasarkan hasil pemantauan, harga beras medium mengalami penurunan. Sebelumnya berada di angka Rp13.200 per kilogram, kini turun menjadi Rp13.000 per kilogram. Penurunan ini disambut positif oleh masyarakat karena beras merupakan kebutuhan pokok utama.
Sementara itu, harga minyak goreng terpantau stabil di angka Rp17.000 per kilogram. Komoditas jagung juga tidak mengalami perubahan harga dan tetap dijual Rp13.000 per kilogram. Untuk kedelai lokal, harga masih berada di kisaran Rp10.000 per kilogram dan dinyatakan stabil.
Di sisi lain, terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga. Gula pasir tercatat mengalami kenaikan dari Rp17.000 per kilogram menjadi Rp17.500 per kilogram. Telur ayam juga mengalami kenaikan harga dan kini dijual Rp32.000 per kilogram.
Untuk komoditas hortikultura, bawang merah justru mengalami penurunan harga yang cukup signifikan. Dari sebelumnya Rp35.000 per kilogram, kini turun menjadi Rp30.000 per kilogram. Sedangkan harga bawang putih terpantau stabil di angka Rp40.000 per kilogram.
Harga daging sapi masih berada di angka Rp140.000 per kilogram dan belum mengalami perubahan. Sementara itu, harga daging ayam broiler mengalami penurunan dari Rp37.000 per kilogram menjadi Rp35.000 per kilogram.
Serda Johan M menyampaikan bahwa secara umum kondisi harga sembako di wilayah Kecamatan Haurgeulis masih relatif terkendali, meskipun terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan dan penurunan. Ia menegaskan bahwa pemantauan akan terus dilakukan secara berkala guna mengantisipasi lonjakan harga yang dapat merugikan masyarakat.
“Babinsa memiliki kewajiban untuk selalu memantau perkembangan di wilayah binaan, termasuk kondisi ekonomi masyarakat. Dengan turun langsung ke lapangan, kami bisa mengetahui situasi riil dan melaporkannya secara berjenjang,” ujar Serda Johan M.
Selain memantau harga, kegiatan ini juga menjadi sarana komunikasi antara Babinsa dengan para pedagang serta masyarakat. Dialog yang terjalin diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas wilayah, khususnya di sektor ekonomi.
Kehadiran Babinsa di tengah aktivitas pasar mendapat respons positif dari masyarakat. Warga menilai keterlibatan TNI dalam pemantauan harga sembako memberikan rasa aman serta menjadi bentuk kepedulian terhadap kondisi ekonomi rakyat kecil.
Selama kegiatan pemantauan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar, tanpa adanya kendala maupun gangguan keamanan. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai rencana.
Hasil pemantauan harga sembako ini selanjutnya dilaporkan kepada Komandan Kodim 0616/Indramayu sebagai bahan monitoring dan evaluasi perkembangan harga kebutuhan pokok di wilayah Kecamatan Haurgeulis. Dokumentasi kegiatan turut dilampirkan sebagai bagian dari laporan resmi.
Dengan kegiatan ini, Babinsa Koramil 1615/Haurgeulis kembali menegaskan perannya sebagai ujung tombak TNI AD di wilayah, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam mendukung stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
