Serda Mashur Turun ke Lapangan, Babinsa Krangkeng Bongkar Kenaikan Harga Sembako di Desa Srenseng, Dandim 0616/Indramayu Dapat Laporan Lengkap
Indramayu — Fluktuasi harga kebutuhan pokok kembali menjadi sorotan di wilayah Kabupaten Indramayu. Kamis pagi (29/1/2026), Babinsa Koramil 1610/Krangkeng, Serda Mashur, turun langsung ke lapangan untuk melakukan monitoring harga sembako di Toko Ibu Enci, Desa Srenseng, Kecamatan Krangkeng. Kegiatan ini dilakukan sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai sebagai bagian dari upaya pengawasan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan di tingkat desa.
Dalam laporan resmi yang disampaikan kepada Yth. Dandim 0616/Indramayu, Serda Mashur mengungkapkan bahwa sebagian besar komoditas sembako mengalami kenaikan harga dibandingkan periode sebelumnya. Kondisi ini dinilai perlu menjadi perhatian serius karena menyangkut daya beli masyarakat, khususnya warga di wilayah pesisir dan pedesaan yang sangat bergantung pada harga bahan pokok.
Berdasarkan hasil pemantauan di lokasi, harga beras tercatat sebesar Rp12.000 per kilogram, yang justru mengalami penurunan dibandingkan harga sebelumnya. Namun, komoditas lain menunjukkan tren berbeda. Minyak goreng masih stabil di angka Rp17.000 per kilogram, sementara telur ayam melonjak menjadi Rp29.000 per kilogram. Daging ayam tercatat Rp40.000 per kilogram, dan daging sapi menembus Rp130.000 per kilogram, keduanya mengalami kenaikan yang cukup signifikan.
Komoditas gula pasir juga mengalami kenaikan menjadi Rp16.000 per kilogram, disusul bawang merah yang meroket hingga Rp48.000 per kilogram dan bawang putih mencapai Rp42.000 per kilogram. Kacang kedelai, yang menjadi bahan baku utama tahu dan tempe, tercatat Rp19.000 per kilogram, sedangkan jagung berada di angka Rp11.000 per kilogram. Hampir seluruh komoditas tersebut menunjukkan tren kenaikan harga yang berpotensi berdampak pada ekonomi rumah tangga masyarakat.
Serda Mashur dalam laporannya menyebutkan bahwa kegiatan monitoring dilakukan secara langsung dengan metode pengecekan harga di tingkat pengecer serta komunikasi dengan pemilik toko. “Monitoring ini merupakan bentuk kepedulian TNI AD terhadap kondisi ekonomi masyarakat, sekaligus sebagai bahan laporan kepada komando atas untuk langkah-langkah antisipatif,” tulisnya dalam laporan resmi kepada Dandim 0616/Indramayu.
Kegiatan monitoring harga sembako ini juga merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial Babinsa di wilayah binaannya. Selain menjaga keamanan dan ketertiban, Babinsa juga berperan dalam mendukung stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat. Dengan mengetahui kondisi harga di lapangan, pihak Kodim dapat bersinergi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk merumuskan langkah pengendalian inflasi daerah.
Di tengah kenaikan sejumlah harga kebutuhan pokok, warga setempat mulai merasakan dampaknya, terutama pada sektor pangan harian. Bawang merah dan bawang putih yang menjadi bumbu dasar masakan mengalami lonjakan signifikan, sehingga berdampak pada biaya produksi pedagang kuliner rumahan. Kenaikan harga daging ayam dan daging sapi juga dinilai cukup membebani masyarakat, khususnya menjelang momen-momen tertentu yang biasanya meningkatkan konsumsi protein hewani.
Meski demikian, Serda Mashur melaporkan bahwa situasi di lokasi monitoring berlangsung dalam keadaan tertib, aman, dan kondusif. Tidak ditemukan adanya kelangkaan barang, dan stok sembako di Toko Ibu Enci masih tersedia dalam jumlah mencukupi untuk kebutuhan warga sekitar.
Monitoring harga sembako oleh Babinsa di tingkat desa dinilai strategis karena memberikan gambaran langsung kondisi ekonomi mikro di masyarakat. Data tersebut menjadi rujukan penting bagi komando atas dalam menyusun kebijakan pembinaan teritorial serta koordinasi lintas sektor. Dandim 0616/Indramayu diharapkan dapat menindaklanjuti laporan ini melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, Bulog, dan dinas terkait guna menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pokok.
Dengan adanya kegiatan monitoring rutin seperti yang dilakukan Serda Mashur, diharapkan potensi gejolak harga dapat terdeteksi sejak dini. TNI AD melalui jajaran Babinsa terus menunjukkan komitmen untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga dalam mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan rakyat.
Demikian laporan hasil monitoring harga sembako di wilayah Kecamatan Krangkeng yang disampaikan kepada Dandim 0616/Indramayu sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut.
