Serka Sudono Turun Langsung ke Permukiman, Fogging dan Edukasi DBD Digencarkan di Blok Bencirong Srengseng
Indramayu – Kepedulian aparat teritorial TNI AD terhadap kesehatan masyarakat kembali ditunjukkan melalui aksi nyata di lapangan. Anggota Koramil 1610/Krangkeng, Serka Sudono bersama Serda Mashur, bersinergi dengan Tim Kesehatan Puskesmas Krangkeng, melaksanakan kegiatan fogging sebagai langkah antisipasi penyebaran Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Blok Bencirong, Desa Srengseng, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Rabu (21/01/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB hingga 11.20 WIB tersebut dipimpin oleh Bapak Ramada selaku perwakilan Tim Kesehatan Puskesmas Krangkeng. Fogging dilakukan menyusul meningkatnya curah hujan yang berpotensi memicu berkembangbiaknya nyamuk Aedes aegypti, vektor utama penyebab penyakit DBD.
Fogging difokuskan pada area permukiman warga yang dinilai rawan menjadi tempat berkembangnya nyamuk, seperti saluran air, semak-semak, serta lingkungan sekitar rumah penduduk. Langkah ini merupakan upaya preventif untuk menekan angka kasus DBD sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat setempat.
Selain melakukan penyemprotan, Serka Sudono juga memanfaatkan kegiatan tersebut untuk melaksanakan komunikasi sosial (komsos) dan edukasi kesehatan kepada warga. Ia menegaskan bahwa fogging hanyalah salah satu upaya pendukung, sedangkan pencegahan utama tetap bergantung pada kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Fogging ini bertujuan untuk membunuh nyamuk dewasa, namun yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat bisa mencegah perkembangbiakan nyamuk dari sumbernya,” ujar Serka Sudono di sela-sela kegiatan.
Dalam kegiatan komsos tersebut, Babinsa menyampaikan sejumlah poin penting kepada warga, di antaranya memberikan pemahaman tentang bahaya penyakit Demam Berdarah Dengue, yang dapat berakibat fatal apabila tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Ia juga mengedukasi masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat melalui gerakan 3M, yakni Menguras tempat penampungan air, Menutup rapat wadah air, serta Mengubur barang-barang bekas yang berpotensi menampung air hujan.
Tak hanya itu, warga juga dihimbau agar tidak membuang sampah sembarangan serta selalu menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar. Menurut Serka Sudono, lingkungan yang bersih dan sehat merupakan benteng utama dalam mencegah berbagai penyakit menular, termasuk DBD.
Dalam penyampaian edukasinya, Babinsa juga menjelaskan gejala-gejala awal penyakit DBD yang perlu diwaspadai masyarakat. Gejala tersebut antara lain demam tinggi secara tiba-tiba, badan terasa lemas, mual dan muntah, diare, nyeri atau linu pada persendian, serta munculnya titik-titik atau bercak merah pada bagian tubuh.
“Apabila warga atau anggota keluarga mengalami gejala-gejala tersebut, jangan menunda untuk segera membawa ke fasilitas kesehatan atau rumah sakit terdekat agar mendapatkan penanganan medis lebih lanjut,” tegasnya.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari warga Blok Bencirong. Masyarakat mengapresiasi kehadiran Babinsa dan tim kesehatan yang secara langsung turun ke lapangan, tidak hanya melakukan fogging, tetapi juga memberikan edukasi yang mudah dipahami terkait pencegahan DBD.
Sementara itu, perwakilan Tim Kesehatan Puskesmas Krangkeng menyampaikan bahwa fogging akan lebih efektif apabila diimbangi dengan partisipasi aktif masyarakat. Oleh karena itu, pihaknya berharap warga dapat terus menerapkan pola hidup bersih dan sehat secara berkelanjutan, terutama di musim penghujan.
Sinergi antara TNI, tenaga kesehatan, dan masyarakat ini menjadi contoh nyata upaya bersama dalam menjaga kesehatan lingkungan dan mencegah wabah penyakit. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan, tetapi juga sebagai motor penggerak kesadaran sosial dan kesehatan warga binaannya.
Selama pelaksanaan kegiatan fogging dan komsos berlangsung, situasi terpantau tertib, aman, dan lancar tanpa adanya kendala berarti. Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, diharapkan wilayah Desa Srengseng, khususnya Blok Bencirong, dapat terhindar dari ancaman penyakit Demam Berdarah Dengue dan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
