SERMA SUMADI PIMPIN GOTONG ROYONG BERSIH-BERSIH SAMPAH DI LELEA, MAHASISWA KKN DAN FORKOPIMCAM TURUN TANGAN
Indramayu – Semangat gotong royong kembali ditunjukkan jajaran TNI bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan mahasiswa dalam menjaga kebersihan lingkungan. Danramil 1612/Lelea yang diwakili Serma Sumadi memimpin kegiatan kerja bakti pembersihan sampah di sepanjang Jalan Raya Lelea Tugu, Desa Langgengsari, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, Sabtu (24/1/2026).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.30 WIB hingga selesai ini melibatkan unsur Forkopimcam, perangkat desa, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Kampus Putih Segeran. Aksi bersih-bersih ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus upaya menciptakan wilayah yang sehat, indah, dan nyaman bagi masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, hadir Sekretaris Camat Lelea, Bamman S.Pd., M.Si, yang mewakili Camat Lelea. Dari unsur TNI, Danramil 1612/Lelea diwakili oleh Serma Sumadi bersama satu orang anggota. Pemerintah Desa Langgengsari dipimpin langsung oleh Kuwu Sutarjo bersama pamong desa, serta didukung oleh mahasiswa KKN Kampus Putih Segeran. Total peserta yang terlibat dalam kegiatan gotong royong ini sekitar 25 orang.
Serma Sumadi mengatakan, kegiatan gotong royong ini merupakan bagian dari pembinaan teritorial TNI sekaligus bentuk sinergi antara aparat kewilayahan, pemerintah daerah, dan masyarakat. “Kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Dengan kegiatan gotong royong seperti ini, kami berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan dari sampah,” ujarnya.
Ia menambahkan, sampah yang menumpuk di sepanjang jalan raya tidak hanya mengganggu keindahan, tetapi juga berpotensi menimbulkan penyakit dan mencemari lingkungan. Oleh karena itu, peran aktif semua pihak sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
Sekretaris Camat Lelea, Bamman S.Pd., M.Si, mengapresiasi keterlibatan TNI, pemerintah desa, serta mahasiswa dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor seperti ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara aparat pemerintah, aparat keamanan, dan generasi muda dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. “Gotong royong merupakan budaya bangsa yang harus terus dipertahankan. Dengan kerja bersama, persoalan lingkungan dapat diatasi secara efektif,” katanya.
Kuwu Desa Langgengsari, Sutarjo, juga menyampaikan terima kasih atas partisipasi semua pihak yang telah membantu membersihkan sampah di wilayah desanya. Ia menegaskan bahwa pemerintah desa siap mendukung kegiatan-kegiatan yang bertujuan menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Dukungan logistik untuk kegiatan gotong royong ini juga disediakan oleh pemerintah desa sebagai bentuk komitmen terhadap kebersihan wilayah.
Sementara itu, mahasiswa KKN Kampus Putih Segeran yang terlibat dalam kegiatan ini mengaku senang bisa berkontribusi langsung kepada masyarakat. Mereka berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran warga untuk tidak membuang sampah sembarangan serta menjaga lingkungan secara berkelanjutan. “Ini bagian dari pengabdian kami kepada masyarakat. Kami ingin memberikan contoh nyata bahwa kebersihan lingkungan harus dimulai dari diri sendiri,” ujar salah satu mahasiswa.
Kegiatan gotong royong berlangsung dalam suasana tertib, aman, dan penuh kebersamaan. Sampah-sampah yang berserakan di sepanjang jalan berhasil dibersihkan, sehingga kawasan tersebut tampak lebih rapi dan nyaman. Aksi ini diharapkan menjadi pemicu bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
Melalui kegiatan ini, TNI bersama pemerintah daerah dan mahasiswa menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan. Kehadiran Serma Sumadi dan jajaran Koramil 1612/Lelea di tengah masyarakat menjadi bukti bahwa aparat teritorial tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
Dengan semangat gotong royong yang terus dipupuk, diharapkan masyarakat Desa Langgengsari dan wilayah Kecamatan Lelea secara umum dapat hidup di lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan sebagai jati diri bangsa.
