Sertu Abdul Khanan Bersama Forkopimcam Tinjau Dampak Banjir di Desa Limpas
Indramayu, 30 Januari 2026 – Curah hujan tinggi disertai kiriman air dari saluran Panggang Welut, Desa Anjatan Utara, menyebabkan genangan banjir di sejumlah wilayah Desa Limpas, Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu, Jumat (30/1/2026). Banjir merendam permukiman warga di Blok Masjid dan Blok Tengah, serta berdampak pada fasilitas pendidikan setempat.
Monitoring dan peninjauan lokasi banjir dilakukan mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai oleh unsur Forkopimcam Patrol bersama aparat desa dan unsur terkait. Kegiatan ini bertujuan untuk memantau dampak banjir sekaligus merumuskan langkah penanganan darurat dan rencana pembersihan saluran air yang tersumbat.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, ketinggian genangan air bervariasi antara 15 hingga 50 sentimeter. Sekitar 50 rumah warga terendam banjir, sementara dua sekolah dasar, yakni SDN II dan SDN III Limpas, turut terdampak dengan ketinggian air di dalam ruangan mencapai 5 hingga 20 sentimeter. Meski demikian, warga terdampak masih bertahan di rumah masing-masing sambil menunggu kondisi air surut.
Camat Patrol Bagus A. Trisnadi, S.E., bersama Sekretaris Kecamatan Patrol Fujianto, Kuwu Desa Limpas Tato, S.H., Babinsa Desa Limpas Sertu Abdul Khanan, Bhabinkamtibmas Briptu Herihendika, serta perangkat desa dan unsur terkait turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan kondisi warga dan fasilitas umum yang terdampak banjir.
Selain itu, kegiatan monitoring juga melibatkan Bidan Desa Limpas Ibu Rustinih, Kesos Kecamatan Patrol Bapak Cardi, Pendamping PKH Desa Limpas Ibu Kiki Fatmawati beserta tiga orang staf, Satpol PP Kecamatan Patrol Bapak Fikri, serta lurah dan pamong Desa Limpas. Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan sinergi pemerintah kecamatan, desa, TNI-Polri, dan unsur sosial dalam penanganan dampak bencana.
Dalam upaya penanganan, aparat dan pemerintah desa melakukan koordinasi dengan Forkopimcam dan masyarakat untuk merencanakan pembersihan saluran air yang tersumbat, yang diduga menjadi salah satu penyebab utama terjadinya genangan. Selain itu, dilakukan musyawarah dengan warga untuk melaksanakan gotong royong pembersihan saluran pembuangan air guna mempercepat surutnya genangan banjir.
Aparat juga mendatangi warga yang mendirikan bangunan di atas saluran pembuangan untuk dilakukan pembersihan dan penertiban, guna memastikan fungsi saluran drainase dapat kembali optimal dan mengurangi risiko banjir susulan.
Sertu Abdul Khanan selaku Babinsa Desa Limpas menyampaikan bahwa monitoring akan terus dilakukan guna memastikan keselamatan warga dan perkembangan situasi di lapangan. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan dan melaporkan apabila terjadi peningkatan debit air.
“Sampai saat ini situasi di wilayah Desa Limpas masih dalam kondisi kondusif dan terus kami monitor. Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan ikut berpartisipasi dalam kegiatan gotong royong pembersihan saluran air,” ujarnya.
Pemerintah Kecamatan Patrol bersama Pemerintah Desa Limpas menegaskan komitmennya untuk terus memantau perkembangan banjir dan melakukan langkah-langkah mitigasi guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Penanganan jangka pendek difokuskan pada normalisasi saluran drainase, sementara solusi jangka panjang akan dikoordinasikan dengan instansi terkait.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di Desa Limpas terpantau aman dan kondusif, dengan aparat gabungan masih berada di lokasi untuk melakukan pemantauan dan koordinasi penanganan banjir.
