Sertu Edi Chaerudin Turun Langsung ke Desa Sliyeg Kidul, Bangun Sinergi TNI–Rakyat dan Serukan Aksi Gotong Royong Cegah Banjir
Indramayu — Peran Babinsa sebagai ujung tombak TNI di wilayah kembali ditunjukkan melalui aksi nyata di tengah masyarakat. Sertu Edi Chaerudin, Babinsa Desa Sliyeg Kidul, Koramil 1607/Sliyeg, melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (Komsos) bersama warga Desa Sliyeg Kidul, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, pada Rabu (28/1/2026) sejak pukul 09.30 WIB hingga selesai.
Kegiatan silaturahmi ini berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kebersamaan. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara TNI dan warga desa, sekaligus memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
Dalam kesempatan tersebut, Sertu Edi Chaerudin menyampaikan sejumlah pesan strategis kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa hubungan harmonis antara TNI dan rakyat merupakan fondasi utama dalam menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan sejahtera. “Silaturahmi seperti ini sangat penting untuk memperkuat komunikasi dan kerja sama antara Babinsa dan masyarakat. TNI hadir bukan hanya sebagai aparat pertahanan, tetapi juga sebagai mitra rakyat,” ujarnya di hadapan warga.
Sertu Edi juga mengajak masyarakat Desa Sliyeg Kidul untuk kembali menghidupkan semangat gotong royong, khususnya dalam menjaga kebersihan lingkungan dan saluran air. Ia menekankan pentingnya membersihkan parit, tanggul, dan drainase yang berpotensi tersumbat setelah diguyur hujan, mengingat wilayah Indramayu kerap menghadapi ancaman banjir musiman.
“Banjir sering terjadi akibat saluran air yang tersumbat sampah dan sedimentasi. Dengan gotong royong membersihkan lingkungan, kita bisa mencegah dampak yang lebih besar. Ini bukan hanya tugas pemerintah atau aparat, tetapi tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Selain itu, Babinsa juga menghimbau warga agar proaktif dalam melaporkan setiap kejadian menonjol kepada aparat setempat, baik Babinsa maupun Bhabinkamtibmas. Menurutnya, pelaporan cepat sangat penting untuk penanganan dini terhadap gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), maupun potensi bencana alam seperti banjir, angin kencang, dan tanah longsor.
“Jika ada kejadian yang mencurigakan, gangguan keamanan, atau tanda-tanda bencana, segera laporkan. Dengan informasi yang cepat dan akurat, aparat dapat segera mengambil langkah penanganan,” kata Sertu Edi.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh warga Desa Sliyeg Kidul untuk terus menjaga kebersihan, keamanan, dan ketertiban lingkungan secara bersama-sama. Lingkungan yang bersih dan aman, menurutnya, akan menciptakan kenyamanan hidup serta mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.
Kegiatan komunikasi sosial ini mendapat respons positif dari masyarakat. Warga menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian Babinsa yang rutin hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam kegiatan keamanan, tetapi juga dalam aspek sosial kemasyarakatan.
Sejumlah tokoh masyarakat dan perangkat desa yang hadir dalam kegiatan tersebut juga menyatakan kesiapan untuk menindaklanjuti ajakan gotong royong, khususnya dalam program kerja bakti membersihkan saluran air dan lingkungan sekitar permukiman warga.
Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Komsos ini menjadi salah satu bentuk implementasi pembinaan teritorial TNI AD yang bertujuan memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Melalui pendekatan persuasif dan dialogis, Babinsa diharapkan mampu menjadi penggerak masyarakat dalam menjaga stabilitas wilayah serta meningkatkan kesadaran kolektif terhadap pentingnya kebersihan, keamanan, dan kesiapsiagaan bencana.
Kehadiran Sertu Edi Chaerudin di Desa Sliyeg Kidul menjadi bukti bahwa TNI terus hadir dan berperan aktif di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai penjaga kedaulatan negara, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam pembangunan sosial dan kemasyarakatan di tingkat desa.
