HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Sertu Muntaka Dampingi Petani Tanam Padi 5 Hektare di Patrol Lor, Dorong Percepatan LTT dan Ketahanan Pangan Indramayu


Indramayu — Babinsa Desa Patrol Lor, Koramil setempat, Sertu Muntaka, turun langsung ke sawah membantu petani melaksanakan penanaman padi di Desa Patrol Lor, Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu, pada Minggu (25/1/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) musim tanam pertama (MT 1) sekaligus bentuk nyata dukungan TNI AD terhadap program ketahanan pangan nasional.

Penanaman padi tersebut dilakukan di lahan milik salah satu petani setempat, Rajiwan, dengan luas sekitar 5 hektare. Kegiatan ini melibatkan pemilik lahan, Babinsa, serta empat orang petani lainnya yang secara gotong royong melakukan proses tanam di lahan persawahan.

Kehadiran Sertu Muntaka di tengah-tengah petani bukan hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai motivator dan penggerak bagi masyarakat tani agar tetap semangat mengolah lahan pertanian. Menurutnya, sektor pertanian merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat pedesaan, khususnya di Kabupaten Indramayu yang dikenal sebagai salah satu lumbung padi nasional.

“Pendampingan ini merupakan tugas kami sebagai Babinsa untuk membantu petani, memastikan kegiatan tanam berjalan lancar, serta mendorong peningkatan produksi pangan di wilayah binaan,” ujar Sertu Muntaka di sela-sela kegiatan penanaman.

Ia menambahkan bahwa percepatan LTT sangat penting untuk menjaga ketersediaan pangan, terutama menghadapi berbagai tantangan seperti perubahan iklim, fluktuasi harga pangan, serta potensi gangguan distribusi. Dengan optimalisasi lahan pertanian dan peningkatan intensitas tanam, diharapkan produksi padi di wilayah Kecamatan Patrol dapat terus meningkat.

Pemilik lahan, Rajiwan, mengapresiasi kehadiran Babinsa yang secara aktif mendampingi petani di lapangan. Menurutnya, kehadiran aparat TNI memberikan semangat tersendiri bagi petani, sekaligus membantu koordinasi dengan pihak terkait dalam mengatasi kendala di sektor pertanian.

“Kami sangat terbantu dengan pendampingan Babinsa. Selain memberi motivasi, juga membantu kami berkoordinasi jika ada kendala, baik terkait irigasi, pupuk, maupun masalah lainnya,” ujar Rajiwan.

Kegiatan penanaman padi ini juga menjadi bagian dari sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mewujudkan swasembada pangan. Babinsa sebagai aparat kewilayahan memiliki peran strategis dalam mendampingi petani, mulai dari tahap pengolahan lahan, penanaman, perawatan, hingga panen.

Dandim 0616/Indramayu melalui jajaran Koramil terus menginstruksikan para Babinsa untuk aktif mendukung program pertanian di wilayah binaan masing-masing. Pendampingan petani dianggap sebagai salah satu bentuk kemanunggalan TNI dengan rakyat, sekaligus kontribusi nyata dalam menjaga stabilitas pangan daerah.

Secara geografis, Desa Patrol Lor memiliki potensi pertanian yang cukup besar, dengan lahan persawahan yang produktif dan sistem irigasi yang relatif baik. Namun demikian, tantangan seperti perubahan pola cuaca, ketersediaan pupuk, serta fluktuasi harga gabah tetap menjadi perhatian bagi petani dan pemerintah daerah.

Sertu Muntaka berharap dengan adanya pendampingan yang intensif, petani dapat lebih siap menghadapi berbagai tantangan tersebut. Ia juga mengajak petani untuk menerapkan pola tanam yang tepat, menjaga kualitas benih, serta memanfaatkan teknologi pertanian untuk meningkatkan produktivitas.

“Kami mengimbau petani untuk terus berkoordinasi dengan penyuluh pertanian dan aparat desa agar setiap kendala bisa segera diatasi. Dengan kerja sama yang baik, kita bisa meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan petani,” katanya.

Kegiatan penanaman padi seluas 5 hektare ini berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. Para petani terlihat antusias bekerja bersama, mencerminkan semangat gotong royong yang masih kuat di tengah masyarakat pedesaan.

Dengan dimulainya musim tanam MT 1 di Desa Patrol Lor, diharapkan produksi padi di wilayah Kecamatan Patrol dapat meningkat secara signifikan dan berkontribusi terhadap stok pangan Kabupaten Indramayu maupun Provinsi Jawa Barat. Sinergi antara TNI, pemerintah, dan petani diharapkan terus terjaga demi mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Kehadiran Babinsa di tengah aktivitas pertanian tidak hanya memperkuat hubungan TNI dan masyarakat, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa TNI AD hadir untuk membantu rakyat di berbagai sektor kehidupan, termasuk pertanian sebagai sektor strategis bagi ketahanan nasional.

Posting Komentar