HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Sertu Rusdi Pantau Harga Sembako di Kecamatan Lelea, Pastikan Stabilitas Kebutuhan Pokok Warga


Indramayu — Dalam rangka menjaga stabilitas harga serta ketersediaan bahan kebutuhan pokok masyarakat, anggota Koramil 1612/Lelea Kodim 0616/Indramayu, Sertu Rusdi, melaksanakan kegiatan pemantauan perkembangan harga sembako di wilayah Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, Jumat (23/1/2026). Kegiatan tersebut dimulai pada pukul 09.10 WIB hingga selesai dan berlangsung dalam situasi aman serta lancar.

Pemantauan harga sembako ini merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial TNI AD melalui Koramil di wilayah binaan, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam pengendalian inflasi dan menjaga daya beli masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, Sertu Rusdi melakukan pengecekan langsung ke sejumlah toko, kios, dan titik distribusi bahan pokok untuk memperoleh data harga aktual di tingkat eceran maupun grosir.

Berdasarkan hasil pemantauan, harga beras medium di wilayah Kecamatan Lelea tercatat sebesar Rp13.000 per kilogram untuk eceran dan Rp12.000 per kilogram untuk grosir. Sementara itu, harga minyak goreng berada pada kisaran Rp20.000 per kilogram untuk eceran dan Rp19.500 per kilogram untuk grosir.

Untuk komoditas bawang, harga bawang merah bentuk super tercatat Rp38.000 per kilogram untuk eceran dan Rp35.000 per kilogram untuk grosir, sedangkan bawang merah bentuk sedang berada pada kisaran Rp32.000 per kilogram untuk eceran dan Rp30.000 per kilogram untuk grosir. Harga bawang putih tercatat Rp38.000 per kilogram untuk eceran dan Rp36.000 per kilogram untuk grosir.

Harga telur ayam tercatat sebesar Rp30.000 per kilogram untuk eceran dan Rp29.500 per kilogram untuk grosir. Untuk komoditas gula, harga gula pasir tercatat Rp18.000 per kilogram untuk eceran dan Rp17.300 per kilogram untuk grosir, sedangkan gula batu dijual Rp18.000 per kilogram untuk eceran dan Rp17.800 per kilogram untuk grosir.

Komoditas garam tercatat dijual dengan harga Rp4.000 per kilogram untuk eceran dan Rp3.500 per kilogram untuk grosir. Untuk susu, harga susu kaleng merek Omela tercatat Rp14.000 per kaleng, sementara susu merek Bendera berada pada kisaran Rp17.000 per kaleng.

Sementara itu, harga daging sapi tercatat sebesar Rp130.000 per kilogram. Untuk daging ayam broiler, harga eceran berada pada kisaran Rp38.000 per kilogram dan grosir Rp35.000 per kilogram. Harga gas elpiji 3 kilogram tercatat Rp19.000 untuk eceran dan Rp18.000 untuk grosir.

Selain itu, harga kedelai tercatat sebesar Rp14.000 per kilogram untuk eceran dan Rp12.000 per kilogram untuk grosir. Untuk komoditas jagung, harga tercatat Rp11.000 per kilogram untuk eceran dan Rp10.000 per kilogram untuk grosir.

Sertu Rusdi menyampaikan bahwa pemantauan harga sembako dilakukan secara rutin untuk mengetahui perkembangan harga di lapangan dan memastikan tidak terjadi lonjakan harga yang signifikan. Kegiatan ini juga bertujuan untuk mengantisipasi praktik penimbunan barang yang dapat merugikan masyarakat.

“Kami melakukan pengecekan langsung di lapangan untuk mengetahui kondisi harga dan ketersediaan stok sembako. Dari hasil pemantauan, harga relatif stabil dan stok bahan pokok masih mencukupi untuk kebutuhan masyarakat,” ujar Sertu Rusdi di sela kegiatan.

Dalam kesempatan tersebut, Sertu Rusdi juga berdialog dengan para pedagang dan pembeli untuk memperoleh informasi terkait distribusi barang dan kendala yang dihadapi di lapangan. Ia mengimbau para pedagang agar tidak melakukan penimbunan serta tetap menjual bahan pokok sesuai dengan harga yang berlaku di pasaran.

Para pedagang menyambut baik kegiatan pemantauan yang dilakukan oleh aparat Koramil. Mereka menilai kehadiran TNI di tengah aktivitas ekonomi masyarakat memberikan rasa aman sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap stabilitas harga dan distribusi bahan pokok.

Komandan Koramil 1612/Lelea melalui laporan yang disampaikan kepada Komandan Kodim 0616/Indramayu menyatakan bahwa kegiatan pemantauan harga sembako berjalan tertib, aman, dan lancar. Data harga yang diperoleh di lapangan akan dijadikan bahan laporan dan koordinasi dengan pihak terkait guna mendukung upaya pengendalian harga di tingkat daerah.

Kegiatan pemantauan harga sembako oleh aparat kewilayahan merupakan salah satu bentuk peran aktif TNI dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi. Dengan adanya pengawasan langsung di lapangan, diharapkan potensi fluktuasi harga dapat diantisipasi sejak dini, sehingga masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.

Ke depan, Koramil 1612/Lelea berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan pemantauan secara berkala sebagai bagian dari tugas pembinaan teritorial. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, aparat desa, serta pelaku usaha diharapkan mampu menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di wilayah Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu.

Posting Komentar