HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

TNI Koramil 1616 Hadir Kawal Rapat Pupuk Subsidi di Kandanghaur, Ketahanan Pangan Jadi Fokus Awal 2026


INDRAMAYU – Upaya memastikan ketersediaan pupuk subsidi bagi petani terus diperkuat di Kabupaten Indramayu. Pemerintah Kecamatan Kandanghaur menggelar Rapat Pupuk Subsidi (RDKK) Rencana Definitif Kerja Kelompok yang berlangsung di Kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kandanghaur, Jumat (2/1/2026). Rapat ini mendapat perhatian serius berbagai pihak, termasuk unsur TNI dari Koramil 1616/Kandanghaur.

Kegiatan rapat dilaksanakan mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai dan dihadiri oleh unsur pemerintahan, TNI, instansi pertanian, distributor pupuk, hingga perwakilan kelompok tani se-Kecamatan Kandanghaur. Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan komitmen bersama dalam mengawal distribusi pupuk subsidi agar tepat sasaran dan mendukung peningkatan produktivitas pertanian.

Dari unsur pemerintah kecamatan, rapat dipimpin oleh Camat Kandanghaur, Rusyad Nurdin. Sementara itu, unsur TNI AD diwakili oleh Pelda Encen, yang hadir mewakili Koramil 1616/Kandanghaur. Kehadiran TNI dalam rapat tersebut merupakan bagian dari peran pendampingan dan pengawasan dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

Selain itu, rapat juga dihadiri oleh Bulan, selaku Kepala BPP Kandanghaur, H. Roni dari distributor pupuk GMT Sukra, Makmur dari PT Pupuk Indonesia, H. Waryono selaku Ketua KTNA Kandanghaur, serta H. Nurkat, Ketua Aksi Kuwu Kecamatan Kandanghaur. Hadir pula para ketua kelompok tani dan pemilik kios pupuk dari seluruh wilayah Kecamatan Kandanghaur.

Dalam rapat tersebut, berbagai persoalan strategis dibahas secara terbuka, khususnya terkait mekanisme penyaluran pupuk subsidi berdasarkan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Data RDKK menjadi acuan utama dalam menentukan jumlah dan penerima pupuk subsidi agar sesuai dengan kebutuhan riil petani di lapangan.

Pelda Encen menegaskan bahwa keterlibatan TNI bertujuan untuk memastikan program pupuk subsidi benar-benar berjalan sesuai aturan dan tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari. Menurutnya, pupuk merupakan faktor vital dalam menunjang keberhasilan sektor pertanian.

“TNI mendukung penuh upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan. Kami berharap pupuk subsidi dapat diterima petani yang benar-benar berhak, sehingga produksi pertanian dapat meningkat,” ujar Pelda Encen di sela kegiatan.

Adapun tujuan utama rapat ini antara lain untuk menjamin ketersediaan pupuk bagi petani, mengantisipasi kesalahan data penerima pupuk subsidi, serta meningkatkan produktivitas pertanian guna mendukung ketahanan pangan di wilayah Kandanghaur. Kesalahan pendataan dinilai dapat berdampak serius terhadap distribusi pupuk dan hasil panen petani.

Perwakilan PT Pupuk Indonesia dan distributor pupuk menyampaikan kesiapan mereka dalam mendukung kebutuhan pupuk subsidi, selama data RDKK telah diverifikasi dengan baik. Para ketua kelompok tani pun diberikan kesempatan untuk menyampaikan masukan serta kendala yang dihadapi di lapangan, mulai dari keterbatasan pupuk hingga proses administrasi.

Camat Kandanghaur, Rusyad Nurdin, menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak agar tidak terjadi kelangkaan pupuk di masa tanam. Ia berharap rapat ini dapat menghasilkan kesepakatan dan langkah konkret yang berdampak langsung bagi petani.

“Kita ingin memastikan pupuk tersedia, tepat sasaran, dan dapat mendukung peningkatan hasil pertanian di Kandanghaur,” tegasnya.

Secara keseluruhan, kegiatan rapat berjalan dalam suasana aman, tertib, dan lancar. Diskusi berlangsung konstruktif dengan semangat kebersamaan antarinstansi dan para pelaku sektor pertanian.

Melalui rapat RDKK ini, sinergi antara pemerintah daerah, TNI, instansi pertanian, serta petani diharapkan semakin kuat. Langkah tersebut menjadi pondasi penting dalam menjaga Kabupaten Indramayu sebagai salah satu lumbung pangan nasional, sekaligus memastikan kesejahteraan petani di wilayah Kecamatan Kandanghaur terus meningkat.

Posting Komentar