Babinsa Koramil 1612/Lelea Hadir di Tengah Masyarakat pada Giat Adat Mapag Tamba
INDRAMAYU – Kearifan lokal kembali hidup di Desa Telagasari, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu. Ratusan warga memadati balai desa untuk mengikuti doa bersama dalam rangka tradisi Mapag Tamba, Kamis (26/2/2026) malam. Kegiatan yang dimulai pukul 21.00 WIB itu berlangsung khidmat dan penuh nuansa kebersamaan.
Acara adat yang sarat makna tersebut dihadiri unsur pemerintah desa dan aparat keamanan. Tampak hadir Kuwu Telagasari H. Surnata, Babinsa Serda Yusup dari Koramil 1612/Lelea jajaran Kodim 0616/Indramayu, Bhabinkamtibmas Aipda Rizal, pamong desa, serta sekitar 200 warga masyarakat.
Mapag Tamba merupakan tradisi turun-temurun masyarakat setempat yang digelar sebagai bentuk ikhtiar dan doa memohon keselamatan, kesehatan, serta keberkahan bagi desa dan seluruh warganya. Tradisi ini menjadi bagian dari identitas budaya yang terus dijaga dan dilestarikan.
Balai Desa Telagasari malam itu dipenuhi warga dari berbagai kalangan. Mereka duduk bersila, mengikuti rangkaian doa yang dipimpin tokoh agama setempat. Lantunan doa menggema, menciptakan suasana sakral yang mempererat rasa persaudaraan.
Kuwu Telagasari H. Surnata dalam sambutannya menyampaikan bahwa Mapag Tamba bukan sekadar seremonial, melainkan wujud kebersamaan masyarakat dalam memohon perlindungan dan kebaikan untuk desa.
“Tradisi ini adalah warisan leluhur yang harus kita jaga. Melalui doa bersama, kita berharap Desa Telagasari senantiasa aman, tenteram, dan dijauhkan dari segala marabahaya,” ujarnya.
Kehadiran Babinsa dan Bhabinkamtibmas menunjukkan sinergi antara aparat dan masyarakat dalam setiap kegiatan sosial maupun adat. Serda Yusup menyampaikan bahwa TNI selalu mendukung kegiatan positif masyarakat, termasuk pelestarian budaya lokal yang memperkuat persatuan.
“Kami hadir sebagai bagian dari masyarakat. Tradisi seperti ini mempererat kebersamaan dan menjaga keharmonisan di wilayah,” ungkapnya.
Sementara itu, Bhabinkamtibmas Aipda Rizal juga mengajak warga untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, terlebih dalam setiap kegiatan yang melibatkan banyak orang.
Antusiasme masyarakat terlihat jelas dari jumlah kehadiran yang mencapai sekitar 200 orang. Warga mengikuti seluruh rangkaian acara dengan tertib hingga selesai. Tidak hanya orang tua, generasi muda pun turut hadir, menjadi bukti bahwa tradisi Mapag Tamba tetap relevan di tengah perkembangan zaman.
Sepanjang kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif. Aparat keamanan melakukan pengawasan secara humanis tanpa mengurangi kekhidmatan acara.
Tradisi Mapag Tamba di Telagasari menjadi gambaran kuatnya nilai gotong royong dan spiritualitas masyarakat Indramayu. Di tengah arus modernisasi, warga tetap memegang teguh adat istiadat sebagai perekat sosial.
Dengan terselenggaranya doa bersama ini, diharapkan Desa Telagasari senantiasa diberi keberkahan, dijauhkan dari bencana, serta tetap harmonis dalam kehidupan bermasyarakat. Sinergi antara pemerintah desa, aparat, dan warga menjadi modal utama dalam menjaga stabilitas dan kelestarian budaya di wilayah Kecamatan Lelea.
