HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Babinsa Koramil Anjatan Dampingi Pertanian dan Monitoring LTT di Desa Ujunggebang


INDRAMAYU – Babinsa Koramil 1614 Anjatan Kodim 0616/Indramayu melaksanakan kegiatan pendampingan pertanian sekaligus monitoring Luas Tambah Tanam (LTT) padi di Desa Ujunggebang, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, Selasa (3/2/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya TNI Angkatan Darat dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pendampingan langsung kepada para petani di wilayah binaan.

Kegiatan pendampingan dan monitoring LTT tersebut dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dan berlangsung hingga selesai. Lokasi kegiatan berada di area persawahan Blok Rawa Gunda, Dusun Tanjungpura, Desa Ujunggebang. Babinsa turun langsung ke sawah untuk memastikan proses tanam berjalan dengan baik serta mencatat perkembangan luas tanam padi pada Musim Tanam I tahun 2026.

Adapun lahan yang menjadi sasaran pendampingan merupakan sawah milik Bapak Tala dengan luas mencapai dua bahu. Pada lahan tersebut, petani menanam padi varietas Ciherang 32, salah satu varietas unggulan yang banyak digunakan petani karena memiliki produktivitas yang cukup baik serta adaptif terhadap kondisi lahan di wilayah Indramayu.

Babinsa Koramil Sukra menyampaikan bahwa pendampingan pertanian dan monitoring LTT merupakan tugas rutin aparat teritorial sebagai bentuk dukungan nyata terhadap sektor pertanian. Kehadiran Babinsa di lapangan diharapkan mampu memberikan motivasi kepada petani sekaligus memastikan program peningkatan luas tanam berjalan sesuai target.

“Pendampingan ini bertujuan untuk membantu petani agar proses tanam dapat berjalan lancar, serta memastikan luas tambah tanam benar-benar terealisasi. Dengan meningkatnya luas tanam, diharapkan hasil produksi padi juga meningkat dan dapat menopang ketahanan pangan,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Menurut Babinsa, Desa Ujunggebang memiliki potensi pertanian yang cukup besar, khususnya pada komoditas padi. Oleh karena itu, pendampingan secara berkelanjutan sangat diperlukan, baik pada tahap pengolahan lahan, penanaman, hingga perawatan tanaman. Selain itu, monitoring LTT juga menjadi indikator penting dalam mengevaluasi capaian program pertanian di wilayah.

Bapak Tala selaku pemilik lahan menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang dilakukan Babinsa. Ia menilai kehadiran Babinsa memberikan rasa semangat dan dukungan moral bagi para petani dalam mengelola sawah.

“Kami merasa diperhatikan dan didampingi. Dengan adanya Babinsa yang turun langsung ke sawah, kami jadi lebih semangat untuk menanam dan berharap hasil panen nanti bisa lebih baik,” tuturnya.

Pendampingan pertanian ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang terus mendorong peningkatan produksi pangan nasional, terutama beras sebagai bahan pangan pokok masyarakat. Melalui program Luas Tambah Tanam, pemerintah berharap dapat meningkatkan indeks pertanaman dan mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian yang ada.

Selain melakukan pendampingan, Babinsa juga berperan sebagai penghubung antara petani dengan pihak terkait, seperti penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan pemerintah desa. Sinergi tersebut diharapkan dapat membantu petani mengatasi berbagai kendala di lapangan, mulai dari ketersediaan benih, pupuk, hingga pengendalian hama.

Selama kegiatan pendampingan dan monitoring LTT berlangsung, situasi di lokasi persawahan terpantau tertib, aman, dan kondusif. Proses tanam berjalan lancar tanpa hambatan berarti, didukung oleh kondisi cuaca yang cukup mendukung.

Melalui kegiatan ini, Kodim 0616/Indramayu menegaskan komitmennya untuk terus mendukung sektor pertanian sebagai pilar utama ketahanan pangan. Peran aktif Babinsa di wilayah diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Indramayu.

Posting Komentar