Babinsa Serka Castra Turun Langsung Cek Harga Sembako, Stabilitas Pangan di Indramayu Jadi Sorotan Jelang Lebaran 2026
INDRAMAYU – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi, stabilitas harga kebutuhan pokok menjadi perhatian serius aparat kewilayahan. Babinsa Koramil 1613/Terisi, Serka Castra, turun langsung ke lapangan melakukan monitoring dan pengecekan harga sembako di wilayah binaannya, tepatnya di Toko Azmi, Desa Plosokerep, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Minggu (22/3/2026).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.30 WIB tersebut merupakan bagian dari upaya pengawasan terpadu guna memastikan harga bahan pokok tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat, khususnya menjelang puncak arus mudik dan perayaan Lebaran.
Serka Castra menegaskan bahwa kehadiran Babinsa di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga menyangkut kondisi sosial dan ekonomi warga. “Kami melaksanakan monitoring secara langsung untuk memastikan harga kebutuhan pokok tetap stabil dan tidak terjadi lonjakan yang merugikan masyarakat,” ujarnya.
Dalam pengecekan tersebut, sejumlah komoditas penting menjadi fokus pemantauan. Berdasarkan hasil monitoring di lapangan, harga beras tercatat Rp13.000 per kilogram, minyak goreng Rp17.000 per kilogram, serta telur ayam berada di angka Rp33.000 per kilogram. Sementara itu, jagung dijual dengan harga Rp10.000 per kilogram dan gula pasir Rp17.000 per kilogram.
Untuk komoditas lainnya, kacang kedelai berada di kisaran Rp19.000 per kilogram. Harga bawang merah terpantau cukup tinggi di angka Rp44.000 per kilogram, sedangkan bawang putih Rp40.000 per kilogram. Adapun harga daging ayam mencapai Rp38.000 per kilogram dan daging sapi menyentuh Rp135.000 per kilogram.
Menurut Serka Castra, secara umum harga kebutuhan pokok di wilayah Terisi masih dalam kategori stabil, meskipun terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan. “Kami akan terus melakukan pemantauan secara berkala, terutama pada komoditas yang cenderung fluktuatif seperti bawang dan daging,” tambahnya.
Pemilik Toko Azmi, yang menjadi lokasi monitoring, menyampaikan bahwa permintaan bahan pokok mulai meningkat seiring mendekatnya Lebaran. Namun, stok barang masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. “Permintaan sudah mulai naik, tapi untuk stok masih aman. Kami juga menyesuaikan harga dari distributor,” ungkapnya.
Kegiatan monitoring ini juga menjadi bagian dari deteksi dini terhadap potensi kelangkaan atau penimbunan bahan pokok oleh pihak tertentu. Aparat kewilayahan diharapkan dapat segera mengambil langkah apabila ditemukan indikasi yang merugikan masyarakat.
Secara keseluruhan, kegiatan berjalan dengan aman dan lancar tanpa adanya kendala di lapangan. Kehadiran Babinsa mendapat respons positif dari masyarakat karena dinilai mampu memberikan rasa tenang terkait kondisi harga bahan pokok.
Dengan pengawasan yang terus dilakukan, diharapkan stabilitas harga kebutuhan pokok di wilayah Kabupaten Indramayu tetap terjaga hingga perayaan Idul Fitri. Aparat juga mengimbau para pedagang untuk tetap menjaga kewajaran harga serta tidak melakukan praktik yang dapat merugikan konsumen.
