Babinsa Turun Tangan! Aksi Nyata TNI Manunggal Air di Kec Lelea Gegerkan Warga, Sekolah Kini Tak Lagi Krisis Air Bersih
INDRAMAYU — Kehadiran TNI kembali menjadi harapan masyarakat di tengah persoalan kebutuhan dasar yang belum sepenuhnya terpenuhi. Melalui program TNI Manunggal Air, Babinsa bersama jajaran Koramil Lelea turun langsung melakukan pendampingan pemasangan toren penampung air bersih di Desa Telagasari, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, Selasa (3/3/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.40 WIB tersebut berlangsung di depan SMAN 1 Lelea, tepatnya di RT 06 RW 02 Blok Toang. Program ini menjadi solusi konkret bagi wilayah yang selama ini mengalami keterbatasan akses air bersih, terutama bagi lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar.
Pendampingan lapangan dilakukan langsung oleh Babinsa setempat bersama unsur TNI lainnya sebagai bagian dari komitmen nyata TNI dalam membantu kesejahteraan masyarakat. Kehadiran aparat teritorial tidak hanya memastikan proses pemasangan berjalan lancar, tetapi juga memperlihatkan kedekatan TNI dengan warga di tingkat desa.
Perwakilan Danramil 1612/Lelea, Serda Yusuf, hadir memimpin jalannya kegiatan bersama Pengawas Program TNI Manunggal Air dari Sterad AD, Praka Pegi Febriyanto. Turut mendampingi pula perwakilan Pemerintah Desa Telagasari, Bekel Kariman, yang mewakili Kuwu setempat.
Program pemasangan toren air bersih ini merupakan bantuan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui program Gubernur Jawa Barat serta TNI, yang difokuskan pada daerah-daerah rawan kekurangan air bersih. Sasaran utamanya adalah fasilitas pendidikan dan masyarakat yang selama ini harus berjuang memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
Menurut keterangan di lapangan, keberadaan toren penampungan air ini diharapkan mampu menjadi sumber air bersih yang stabil bagi siswa maupun warga sekitar. Sebelumnya, masyarakat kerap mengalami kesulitan air terutama saat musim kemarau, yang berdampak pada aktivitas belajar mengajar serta kebutuhan rumah tangga.
Babinsa yang mendampingi kegiatan menegaskan bahwa program ini bukan sekadar pembangunan fasilitas fisik, melainkan bagian dari upaya memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat menjadi bentuk monitoring langsung kondisi wilayah sekaligus memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran.
“Pendampingan ini adalah wujud kepedulian TNI terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Air bersih merupakan kebutuhan utama, dan kami ingin memastikan masyarakat serta sekolah mendapatkan akses yang layak,” ujar salah satu personel TNI di lokasi kegiatan.
Antusiasme warga terlihat jelas selama proses pemasangan berlangsung. Sejumlah masyarakat ikut membantu secara gotong royong, mulai dari persiapan lokasi hingga pengangkatan material toren. Suasana kebersamaan antara TNI dan warga menjadi gambaran nyata sinergi yang terus dijaga di wilayah teritorial.
Bekel Kariman mewakili Pemerintah Desa Telagasari menyampaikan apresiasi atas perhatian TNI dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ia menilai bantuan tersebut sangat membantu masyarakat, terutama pelajar yang sebelumnya harus membawa air dari rumah atau menunggu suplai air datang.
“Kami sangat berterima kasih karena bantuan ini benar-benar dibutuhkan warga. Dengan adanya toren air, kebutuhan sekolah dan masyarakat sekitar bisa lebih terpenuhi,” ujarnya.
Program TNI Manunggal Air sendiri merupakan salah satu langkah strategis TNI AD dalam mendukung pembangunan daerah sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Selain membantu penyediaan air bersih, kegiatan ini juga menjadi sarana komunikasi sosial antara aparat dan warga untuk mengetahui kondisi riil di lapangan.
Melalui kegiatan seperti ini, Babinsa tidak hanya berperan sebagai aparat keamanan wilayah, tetapi juga sebagai penggerak solusi sosial di tengah masyarakat. Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa TNI selalu hadir di garis depan membantu rakyat, bahkan hingga persoalan kebutuhan paling mendasar.
Dengan terpasangnya toren penampung air bersih di Desa Telagasari, harapan baru pun muncul. Krisis air yang selama ini membayangi aktivitas sekolah dan warga perlahan mulai teratasi, sekaligus mempertegas bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan TNI mampu menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat.
