Harga Sembako di Haurgeulis Stabil, Koramil Turun Langsung Jaga Ekonomi Rakyat Tetap Aman
Indramayu – Di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap fluktuasi harga bahan pokok di berbagai daerah, kondisi berbeda justru terlihat di Pasar Haurgeulis, Kabupaten Indramayu. Berdasarkan hasil pemantauan langsung yang dilakukan aparat TNI dari Koramil 1615/Haurgeulis, harga sembako di wilayah tersebut terpantau stabil tanpa adanya lonjakan signifikan.
Kegiatan pemantauan ini dilaksanakan pada Rabu (29/4/2026) sejak pukul 08.30 WIB di kawasan Pasar Haurgeulis, Desa Haurgeulis, Kecamatan Haurgeulis. Anggota Koramil 1615/Haurgeulis, Sertu Ade Widarya, turun langsung ke kios-kios sembako untuk memastikan kondisi harga di tingkat pedagang tetap terkendali.
Hasil monitoring menunjukkan bahwa sebagian besar komoditas kebutuhan pokok masih berada dalam kondisi harga tetap. Beras medium misalnya, masih dijual dengan harga Rp13.000 per kilogram. Minyak goreng juga stabil di angka Rp17.000 per kilogram, sementara jagung bertahan di harga Rp13.000 per kilogram.
Komoditas lainnya seperti kedelai lokal tercatat seharga Rp10.000 per kilogram, gula pasir Rp17.500 per kilogram, serta bawang merah yang masih berada di angka Rp30.000 per kilogram. Bawang putih juga tidak mengalami perubahan harga, tetap di kisaran Rp40.000 per kilogram.
Untuk kebutuhan protein, harga telur ayam berada di angka Rp32.000 per kilogram, daging sapi Rp140.000 per kilogram, dan daging ayam Rp35.000 per kilogram. Seluruh komoditas tersebut dilaporkan tidak mengalami kenaikan maupun penurunan, menandakan stabilitas pasar yang cukup terjaga.
Sertu Ade Widarya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial yang rutin dilakukan oleh Koramil guna memastikan kondisi ekonomi masyarakat tetap terkendali. Ia menegaskan bahwa kehadiran aparat di pasar bukan hanya untuk pemantauan, tetapi juga sebagai bentuk pencegahan terhadap potensi pelanggaran distribusi barang.
“Pemantauan ini penting untuk memastikan tidak ada permainan harga, penimbunan, maupun spekulasi yang merugikan masyarakat. Kami ingin memastikan harga tetap wajar dan terjangkau,” ujarnya di sela kegiatan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kegiatan ini juga bertujuan mendukung program pemerintah dalam menjaga stabilitas inflasi daerah, khususnya pada sektor pangan yang sangat sensitif terhadap perubahan harga.
Adapun beberapa tujuan utama dari pemantauan tersebut antara lain mengawasi kestabilan harga bahan pokok, mencegah praktik penimbunan dan spekulasi, melindungi konsumen dari harga yang tidak wajar, serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas di lingkungan pasar tradisional.
Langkah ini mendapat apresiasi dari para pedagang dan masyarakat setempat. Mereka menilai kehadiran aparat TNI memberikan rasa aman sekaligus menjadi pengawas yang efektif dalam menjaga kejujuran transaksi di pasar.
“Kalau ada pemantauan seperti ini, pedagang juga jadi lebih tertib. Pembeli pun merasa lebih tenang karena harga diawasi,” ujar salah satu warga yang tengah berbelanja di pasar.
Selama kegiatan berlangsung, situasi di Pasar Haurgeulis terpantau aman, tertib, dan kondusif. Aktivitas jual beli berjalan normal tanpa adanya gangguan ataupun kelangkaan barang.
Stabilnya harga sembako di wilayah Haurgeulis menjadi angin segar di tengah tren kenaikan harga di sejumlah daerah lain. Hal ini menunjukkan bahwa sinergi antara aparat, pemerintah, dan pelaku pasar mampu menjaga keseimbangan ekonomi di tingkat lokal.
Dengan pemantauan yang terus dilakukan secara berkala, Koramil 1615/Haurgeulis berharap kondisi ini dapat terus dipertahankan. Upaya menjaga stabilitas harga tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat.
Ke depan, kegiatan serupa akan terus digencarkan sebagai bentuk komitmen TNI dalam menjaga ketahanan ekonomi rakyat dari tingkat paling bawah, sekaligus memastikan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang.
