Babinsa Kusnadi Turun Langsung ke Pasar Haurgeulis, Harga Sembako Bergerak: Gula dan Telur Naik, Beras hingga Ayam Turun
INDRAMAYU — Pergerakan harga kebutuhan pokok kembali menjadi perhatian aparat kewilayahan. Babinsa Koramil 1615/Haurgeulis, Sertu Kusnadi, turun langsung melakukan pemantauan harga sembako di Pasar Daerah Haurgeulis dan sejumlah kios sembako di wilayah Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, Kamis (7/5/2026).
Kegiatan pemantauan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut dilakukan guna memastikan stabilitas harga bahan pokok di tengah aktivitas perdagangan masyarakat yang terus meningkat. Kehadiran Babinsa di pasar tradisional juga menjadi bagian dari upaya monitoring situasi ekonomi warga sekaligus menjaga kondusivitas wilayah.
Dalam kegiatan itu, Sertu Kusnadi melakukan pengecekan langsung terhadap sejumlah komoditas utama yang menjadi kebutuhan harian masyarakat. Hasil pemantauan menunjukkan adanya perubahan harga pada beberapa bahan pokok, baik kenaikan maupun penurunan.
Harga beras medium misalnya, mengalami penurunan dari Rp13.200 menjadi Rp13.000 per kilogram. Penurunan juga terjadi pada bawang merah yang sebelumnya berada di angka Rp45.000 kini turun menjadi Rp40.000 per kilogram. Sementara itu, harga daging ayam turut mengalami penurunan dari Rp38.000 menjadi Rp35.000 per kilogram.
Di sisi lain, beberapa komoditas justru mengalami kenaikan harga. Gula pasir yang sebelumnya dijual Rp17.000 kini naik menjadi Rp18.000 per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada telur ayam yang saat ini berada di angka Rp35.000 per kilogram.
Sedangkan sejumlah kebutuhan pokok lainnya terpantau masih stabil. Harga minyak goreng bertahan di angka Rp18.000 per kilogram, jagung Rp13.000 per kilogram, kedelai lokal Rp10.000 per kilogram, bawang putih Rp40.000 per kilogram, serta daging sapi tetap di harga Rp150.000 per kilogram.
Sertu Kusnadi mengatakan, pemantauan harga sembako dilakukan secara rutin sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap kondisi masyarakat, khususnya terkait kebutuhan pokok yang sangat memengaruhi daya beli warga.
“Kegiatan ini bertujuan untuk memantau perkembangan harga sembako di pasar sekaligus memastikan situasi wilayah tetap aman dan kondusif. Kami juga terus berkoordinasi dengan pedagang dan pihak terkait apabila ditemukan lonjakan harga yang signifikan,” ujarnya.
Menurutnya, fluktuasi harga sejumlah komoditas masih tergolong wajar dan dipengaruhi oleh pasokan barang dari distributor maupun tingkat permintaan masyarakat di pasar tradisional.
Pantauan di Pasar Haurgeulis menunjukkan aktivitas perdagangan berlangsung normal. Pedagang dan pembeli tetap bertransaksi seperti biasa meski terdapat beberapa perubahan harga pada komoditas tertentu. Sejumlah pedagang mengaku penurunan harga pada bawang merah dan daging ayam cukup membantu meningkatkan minat beli masyarakat.
Sementara itu, kenaikan harga gula dan telur ayam disebut dipicu oleh distribusi pasokan yang belum stabil dalam beberapa hari terakhir. Meski demikian, stok barang di pasar masih tersedia dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
Kehadiran Babinsa dalam memonitor harga kebutuhan pokok mendapat respons positif dari para pedagang maupun warga. Mereka menilai keterlibatan aparat teritorial dapat memberikan rasa aman sekaligus menjadi sarana pengawasan agar tidak terjadi permainan harga di tingkat pasar.
Selain melakukan pengecekan harga, Babinsa juga memantau situasi keamanan dan ketertiban di area pasar guna memastikan aktivitas masyarakat berjalan lancar. Hingga kegiatan selesai dilaksanakan, kondisi Pasar Haurgeulis dilaporkan dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.
Koramil 1615/Haurgeulis memastikan kegiatan pemantauan harga sembako akan terus dilakukan secara berkala sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan lonjakan harga bahan pokok menjelang momentum tertentu maupun perubahan kondisi distribusi barang di wilayah Kabupaten Indramayu.
