Babinsa Turun ke Sawah, Petani di Sliyeg Lor Kompak Cari Solusi Krisis Air untuk Musim Tanam
Di tengah tantangan kebutuhan air untuk lahan pertanian, warga Blok Tanjan, Desa Sliyeg Lor, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, menggelar silaturahmi bersama kelompok tani dan aparat teritorial pada Minggu pagi, 10 Mei 2026.
Pertemuan yang berlangsung sejak pukul 08.30 WIB itu menjadi momen penting bagi para petani untuk membahas kondisi lahan pertanian yang berada di atas aliran sungai sehingga membutuhkan pengairan ekstra untuk mendukung musim tanam tahun ini.
Kegiatan tersebut dihadiri Babinsa Desa Sliyeg Lor, Serma Sarwika, Raksa Bumi Desa Sliyeg Lor Suwendi, serta kelompok tani Blok Tanjan.
Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Para petani tampak aktif menyampaikan kondisi lahan pertanian yang selama ini cukup bergantung pada distribusi air dari saluran irigasi sekitar.
Menurut warga, posisi lahan pertanian yang berada di area lebih tinggi membuat kebutuhan pengairan menjadi lebih sulit dibanding wilayah lain. Karena itu, kerja sama antarpetani dinilai sangat penting agar distribusi air tetap merata dan tidak memicu persoalan saat musim tanam berlangsung.
Dalam pertemuan tersebut, para petani sepakat memperkuat koordinasi dan gotong royong antaranggota kelompok tani demi menjaga kebutuhan air tetap terpenuhi.
Babinsa Desa Sliyeg Lor, Serma Sarwika, mengatakan kegiatan silaturahmi dilakukan sebagai bagian dari komunikasi sosial sekaligus mempererat hubungan antara aparat kewilayahan dengan masyarakat tani.
“Kegiatan ini bertujuan memperkuat kerja sama antarpetani serta memastikan kebutuhan pengairan untuk lahan pertanian dapat dipantau bersama,” ujarnya.
Menurutnya, sektor pertanian menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat desa sehingga koordinasi dan kekompakan petani harus terus dijaga.
Ia juga mengingatkan pentingnya kerja sama kelompok tani dalam menghadapi tantangan musim tanam, terutama terkait pengelolaan air.
“Kalau komunikasi antarpetani baik, kebutuhan air bisa diatur bersama sehingga tidak terjadi masalah saat musim tanam berlangsung,” katanya.
Selain membahas pengairan, pertemuan itu juga menyinggung kesiapan menghadapi musim rendeng tahun ini. Berdasarkan hasil pembahasan bersama, kondisi musim tanam dinilai masih cukup mendukung untuk aktivitas pertanian masyarakat.
Meski demikian, petani tetap diminta waspada terhadap kemungkinan perubahan cuaca yang dapat memengaruhi kebutuhan air dan hasil panen.
Raksa Bumi Desa Sliyeg Lor, Suwendi, mengapresiasi kekompakan petani di wilayah Blok Tanjan yang terus menjaga komunikasi dan gotong royong dalam mengelola lahan pertanian.
Menurutnya, kerja sama antarpetani menjadi kunci utama agar produktivitas pertanian tetap terjaga meski menghadapi berbagai tantangan di lapangan.
“Kalau petani kompak, persoalan di sawah bisa diselesaikan bersama,” ujarnya.
Pertemuan tersebut juga menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi selama musim tanam, mulai dari pengairan hingga kondisi saluran irigasi.
Para petani berharap perhatian terhadap kebutuhan pengairan di wilayah mereka terus ditingkatkan agar hasil pertanian tetap optimal.
Kegiatan silaturahmi berlangsung hingga pukul 09.30 WIB dalam situasi aman dan lancar. Setelah kegiatan selesai, para petani kembali melanjutkan aktivitas di lahan masing-masing.
Bagi warga Blok Tanjan, pertemuan tersebut bukan sekadar diskusi biasa. Di tengah tantangan pertanian yang semakin kompleks, kebersamaan dan gotong royong dianggap menjadi kekuatan utama untuk menjaga sawah tetap produktif dan musim tanam berjalan baik.
