HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Cegah Kekeringan Sawah, Babinsa Sliyeg Monitoring Debit Air di Majasari


KABARINDRAMAYU – Di tengah kekhawatiran petani terhadap kondisi debit air pada musim tanam padi rendeng tahun ini, langkah cepat dilakukan jajaran TNI melalui Babinsa Koramil 1607/Sliyeg. Sosok Babinsa, Serma Sarwika, turun langsung ke area persawahan untuk melakukan pendampingan dan pemantauan debit air di Desa Majasari, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Jumat (8/5/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung di Blok Girang So 5 sejak pukul 08.30 WIB dan menjadi perhatian warga tani setempat. Pemantauan dilakukan guna memastikan ketersediaan air bagi tanaman padi musim rendeng tanam pertama tetap aman sehingga produktivitas pertanian masyarakat tidak terganggu.

Dalam kegiatan itu, Serma Sarwika didampingi Raksa Bumi Desa Majasari, Karmadi. Keduanya menyusuri area persawahan sambil memeriksa kondisi saluran irigasi dan aliran air yang mengairi lahan pertanian warga.

Langkah tersebut merupakan bagian dari pendampingan TNI terhadap sektor pertanian yang selama ini terus digencarkan, khususnya di wilayah Kabupaten Indramayu yang dikenal sebagai salah satu lumbung padi nasional. Keberadaan Babinsa di tengah petani dinilai penting untuk membantu mengantisipasi berbagai persoalan pertanian, termasuk potensi kekurangan air yang dapat memengaruhi hasil panen.

Serma Sarwika mengatakan, pemantauan debit air dilakukan sebagai upaya memastikan tanaman padi milik petani tetap mendapatkan pasokan air yang cukup selama masa pertumbuhan.

“Monitoring ini dilakukan untuk mengetahui kondisi debit air di area persawahan, sehingga apabila ada kendala dapat segera dilakukan langkah antisipasi bersama pihak terkait,” ujarnya di sela kegiatan.

Menurutnya, keberlangsungan pasokan air menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan musim tanam. Terlebih pada musim rendeng, kondisi cuaca yang tidak menentu sering kali memengaruhi distribusi air ke lahan pertanian.

Ia menegaskan, TNI melalui Babinsa akan terus hadir mendampingi petani, mulai dari proses pengolahan lahan, masa tanam, hingga pemantauan kondisi tanaman di lapangan. Pendampingan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.

Sementara itu, Raksa Bumi Desa Majasari, Karmadi, mengapresiasi keterlibatan Babinsa yang aktif turun langsung membantu petani di lapangan. Menurutnya, kehadiran aparat TNI memberikan semangat sekaligus rasa aman bagi para petani dalam menghadapi berbagai tantangan pertanian.

“Kami sangat berterima kasih karena Babinsa selalu hadir mendampingi masyarakat, khususnya para petani. Dengan adanya pemantauan ini, kondisi irigasi dan kebutuhan air sawah bisa terus terkontrol,” katanya.

Ia menjelaskan, hingga saat ini kondisi tanaman padi di wilayah Desa Majasari masih dalam keadaan baik. Namun demikian, pengawasan debit air tetap perlu dilakukan secara berkala agar distribusi air ke sawah tetap merata dan tidak menimbulkan kekeringan di sebagian area pertanian.

Selain melakukan pemantauan debit air, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk berdialog dengan petani terkait kondisi tanaman padi di lapangan. Sejumlah petani mengaku senang dengan perhatian yang diberikan Babinsa terhadap sektor pertanian di wilayah mereka.

Bagi masyarakat Desa Majasari, keberadaan Babinsa bukan hanya sebatas aparat keamanan, tetapi juga menjadi mitra masyarakat dalam menjaga stabilitas pertanian dan ketahanan pangan desa. Apalagi sektor pertanian masih menjadi sumber penghidupan utama sebagian besar warga setempat.

Kegiatan pendampingan dan pemantauan debit air tersebut berlangsung hingga pukul 10.00 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi dilaporkan berjalan tertib, lancar, dan aman.

Dengan adanya langkah aktif dari Babinsa Koramil 1607/Sliyeg tersebut, diharapkan para petani di Desa Majasari dapat menjalani musim tanam dengan lebih tenang. Pemantauan rutin terhadap kondisi irigasi dan debit air dinilai menjadi langkah penting guna menjaga hasil panen tetap optimal di tengah tantangan cuaca yang terus berubah.

Posting Komentar