Danramil Lelea Tekankan Sinergi dalam Musdes RPJMDes Tunggulpayung: “Pembangunan Desa Harus Tepat Sasaran dan Menyentuh Kebutuhan Warga”
Dalam forum Musyawarah Desa (Musdes) penetapan RPJMDes Desa Tunggulpayung periode 2027–2034, perhatian peserta tertuju pada pentingnya sinergi lintas sektor dalam memastikan arah pembangunan desa berjalan efektif dan berkelanjutan. Kegiatan yang digelar di Kantor Desa Tunggulpayung, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu tersebut dihadiri berbagai unsur pemerintahan, TNI-Polri, serta tokoh masyarakat.
Salah satu penegasan datang dari Danramil 1612/Lelea, Kapten Inf Sudiyanto, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Ia menekankan bahwa perencanaan pembangunan desa tidak boleh hanya bersifat formalitas, tetapi harus benar-benar disusun berdasarkan kebutuhan riil masyarakat di lapangan.
“Pembangunan desa harus tepat sasaran dan menyentuh kebutuhan warga. RPJMDes ini jangan hanya menjadi dokumen, tetapi harus bisa diimplementasikan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Kapten Inf Sudiyanto dalam keterangannya di sela kegiatan Musdes.
Ia juga menambahkan bahwa TNI melalui jajaran Koramil siap mendukung stabilitas wilayah agar seluruh program pembangunan desa dapat berjalan dengan aman dan lancar. Menurutnya, kondisi yang kondusif menjadi kunci utama keberhasilan pelaksanaan program pemerintah di tingkat desa.
“Koramil 1612/Lelea siap bersinergi dengan pemerintah desa, Polri, dan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga situasi tetap kondusif. Karena tanpa keamanan, pembangunan akan sulit berjalan maksimal,” lanjutnya.
Kegiatan Musdes yang berlangsung di Desa Tunggulpayung tersebut juga dihadiri unsur Forkopimcam, perangkat desa, BPD, serta tokoh masyarakat. Forum ini menjadi wadah penting dalam menyerap aspirasi warga untuk menentukan arah prioritas pembangunan jangka menengah desa.
Sementara itu, dari pihak kepolisian dan pemerintah kecamatan, turut ditekankan pentingnya sinkronisasi program desa dengan kebijakan daerah agar pembangunan tidak tumpang tindih dan lebih terarah.
Musyawarah berjalan dengan tertib dan menghasilkan sejumlah masukan strategis, mulai dari penguatan infrastruktur desa, peningkatan sektor pertanian, hingga pemberdayaan pemuda dan ekonomi masyarakat.
Di akhir kegiatan, seluruh peserta menyepakati pentingnya kolaborasi lintas sektor sebagai fondasi utama dalam menjalankan RPJMDes 2027–2034. Dengan adanya komitmen bersama ini, diharapkan pembangunan Desa Tunggulpayung ke depan dapat berjalan lebih terarah, partisipatif, dan berkelanjutan.
