HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Gebrakan Serma Sarwika di Majasari: Warga Diminta 'Pulang Sebelum Maghrib', Poskamling Dihidupkan Lagi Demi Atasi Ancaman Keamanan dan Demam Berdarah


INDRAMAYU – Keamanan lingkungan dan kesehatan masyarakat adalah dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan dalam menciptakan desa yang layak huni. Menyikapi hal tersebut, Babinsa Desa Majasari, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Serma Sarwika, mengambil inisiatif strategis dengan menggelar silaturahmi intensif bersama warga di Poskamling RT 02/RW 01. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat pagi, 29 Mei 2026, pukul 10.00 WIB ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan sebuah forum konsolidasi kekuatan rakyat untuk menghadapi tantangan keamanan dan kesehatan pasca-panen raya.

Desa Majasari memiliki posisi geografis yang strategis sekaligus rentan, karena dilintasi oleh jalan utama penghubung Jatibarang-Balongan. Arus lalu lintas yang padat dan pergerakan orang dari luar wilayah menjadi potensi risiko terhadap keamanan kampung. Dalam sambutannya, Serma Sarwika menekankan pentingnya kewaspadaan kolektif. "Jalan Jatibarang-Balongan adalah nadi transportasi, namun juga bisa menjadi jalur masuk bagi elemen yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, keamanan bukan hanya tugas polisi atau TNI, tapi tugas kita semua sebagai warga," tegas Serma Sarwika di hadapan Bapak Junaedi, Ketua RT 02, dan puluhan warga yang hadir.

Poin krusial yang menjadi sorotan utama dalam kegiatan ini adalah upaya menghidupkan kembali fungsi Poskamling (Pos Keamanan Lingkungan) di beberapa blok yang sebelumnya sempat vakum. Serma Sarwika mengajak masyarakat untuk aktif kembali melakukan ronda malam. Menurutnya, kehadiran fisik warga di posko keamanan memberikan efek jera bagi pelaku kriminalitas dan meningkatkan rasa aman bagi warga lainnya. "Mari kita aktifkan lagi ronda. Jangan tunggu ada kejadian baru kita bergerak. Pencegahan lebih baik daripada penanggulangan," imbaunya dengan nada persuasif namun tegas.

Selain isu keamanan, Serma Sarwika juga menyoroti fenomena sosial terkait remaja di desa. Ia menyampaikan himbauan khusus kepada para orang tua untuk lebih ketat memantau keberadaan anak-anak remaja mereka, terutama di malam hari. Batasan waktu pulang pukul 21.00 WIB ditetapkan sebagai aturan tidak tertulis yang harus dipatuhi demi menghindari pergaulan bebas dan kenakalan remaja. "Anak-anak adalah masa depan desa. Orang tua harus tahu di mana anaknya berada setelah jam 9 malam. Ini bentuk kasih sayang dan tanggung jawab kita sebagai kepala keluarga," ujar Serma Sarwika.

Tidak ketinggalan, aspek kesehatan lingkungan juga menjadi bagian penting dari diskusi. Mengingat wilayah Majasari baru saja melewati musim panen, Serma Sarwika mengingatkan warga tentang bahaya genangan air sisa irigasi atau hujan yang dapat menjadi sarang jentik nyamuk. Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sering kali meningkat pasca-panen akibat kebersihan lingkungan yang terabaikan. "Jangan biarkan ada air tergenang di pekarangan. Bersihkan selokan, balikkan ember bekas, dan pastikan lingkungan kita bebas dari sarang nyamuk. Kesehatan adalah kekayaan terbesar kita," tambahnya.

Kegiatan silaturahmi yang dipimpin langsung oleh Serma Sarwika ini disambut antusias oleh warga. Bapak Junaedi, Ketua RT 02, berkomitmen untuk segera mengkoordinasikan jadwal ronda ulang dan sosialisasi aturan jam malam bagi remaja kepada warganya. Suasana pertemuan berlangsung cair, demokratis, dan penuh kekeluargaan, menunjukkan kedekatan emosional yang kuat antara Babinsa dan masyarakat binaannya.

Kegiatan berakhir pukul 11.00 WIB dalam keadaan aman dan lancar. Langkah proaktif Serma Sarwika di Desa Majasari ini menjadi contoh nyata bagaimana pendekatan humanis dan komunikatif mampu membangkitkan kesadaran masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan dan keamanan mereka sendiri. Dengan sinergi yang solid antara TNI, perangkat desa, dan warga, Desa Majasari diharapkan dapat menjadi wilayah yang tidak hanya aman dari kejahatan, tetapi juga sehat dari ancaman penyakit, mewujudkan ketahanan wilayah yang tangguh dari akar rumput.
Posting Komentar