HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Gerakan Serka Rohman di Pasar Haurgeulis: Sembako Stabil, Rakyat Tenang, Spekulan Gagal Total!


INDRAMAYU – Di tengah kekhawatiran masyarakat akan fluktuasi harga bahan pokok yang sering terjadi menjelang akhir bulan atau momen tertentu, kehadiran aparat kewilayahan menjadi oase ketenangan bagi para ibu rumah tangga dan pedagang. Jumat pagi, 29 Mei 2026, suasana Pasar Daerah Haurgeulis, Desa Haurgeulis, Kecamatan Haurgeulis, tampak berbeda. Bukan karena ada perayaan besar, melainkan karena adanya patroli humanis yang dilakukan oleh seorang prajurit TNI dari Koramil 1615/Haurgeulis, Serka Rohman. Dengan sigap dan teliti, ia melaksanakan pemantauan harga sembako di berbagai kios dan toko untuk memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB ini bukan sekadar formalitas inspeksi rutin. Serka Rohman turun langsung menyapa pedagang, mengecek timbangan, dan membandingkan harga jual dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) atau harga pasar yang wajar. Langkah proaktif ini merupakan wujud nyata dukungan TNI terhadap kebijakan stabilisasi harga pemerintah pusat dan daerah. Tujuannya jelas: mengawasi kestabilan harga, mencegah praktik penimbunan barang, serta melindungi konsumen dari permainan harga yang tidak wajar oleh oknum-oknum yang mencari keuntungan sesaat.

Hasil pemantauan yang dilakukan Serka Rohman menunjukkan kabar menggembirakan. Seluruh komoditas strategis tercatat dalam kondisi harga tetap dan stabil. Beras medium, sumber karbohidrat utama masyarakat, terpantau dijual seharga Rp 13.000 per kilogram. Minyak goreng, yang sering menjadi sorotan inflasi, juga terjaga di angka Rp 17.000 per kilogram. Komoditas lain seperti jagung lokal stabil di Rp 13.000 per kilogram, sementara kedelai lokal dihargai Rp 10.000 per kilogram. Gula pasir, kebutuhan wajib dapur Indonesia, terpantau di harga Rp 17.500 per kilogram.

Untuk kategori protein dan bumbu dapur, stabilitas juga terlihat jelas. Bawang merah dijual seharga Rp 30.000 per kilogram, sedangkan bawang putih berada di angka Rp 40.000 per kilogram. Telur ayam, sumber protein terjangkau, stabil di Rp 32.000 per kilogram. Daging ayam potong dihargai Rp 35.000 per kilogram, dan daging sapi, sebagai komoditas premium, terpantau di harga Rp 140.000 per kilogram. Fakta bahwa semua harga tersebut "tetap" menunjukkan bahwa tidak ada gejolak pasokan maupun permintaan yang ekstrem di wilayah Haurgeulis pada hari tersebut.

Serka Rohman dalam keterangannya kepada para pedagang menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas pasar. "Kami hadir bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk memastikan bahwa rakyat kecil tidak dirugikan. Jika ada tanda-tanda penimbunan atau kenaikan harga tanpa alasan yang jelas, kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait dan kepolisian untuk mengambil tindakan," tegasnya sambil tersenyum ramah kepada seorang pedagang beras.

Kehadiran Babinsa dan anggota Koramil di pasar tradisional memiliki dampak psikologis yang positif. Pedagang merasa diawasi untuk berlaku jujur, sementara pembeli merasa lebih aman dan percaya diri dalam berbelanja. Situasi selama kegiatan berlangsung kondusif, aman, dan tertib. Interaksi antara Serka Rohman dengan warga pasar berlangsung hangat, mencerminkan hubungan kemanunggalan TNI-Rakyat yang telah terjalin erat sejak lama.

Stabilitas harga sembako adalah indikator penting kesejahteraan ekonomi mikro. Ketika harga bahan pokok terkendali, daya beli masyarakat meningkat, dan roda perekonomian di tingkat kecamatan dapat berputar lebih lancar. Aksi nyata Serka Rohman di Pasar Haurgeulis ini patut diapresiasi sebagai contoh baik bagaimana peran militer dalam operasi militer selain perang (OMSP) dapat memberikan dampak langsung terhadap hajat hidup orang banyak.

Dengan terus dilakukannya pemantauan secara berkala dan berkesinambungan, diharapkan Kecamatan Haurgeulis dapat mempertahankan zona stabilitas harga ini. Sinergi antara pihak pasar, pemerintah kecamatan, dan aparat kewilayahan seperti yang ditunjukkan oleh Serka Rohman menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin dinamis. Rakyat Haurgeulis kini bisa bernapas lega, knowing that their basic needs are protected by those who serve.
Posting Komentar